Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puasa, Baca Koran, dan Qur'an

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 26 Februari 2026 | 02:30 WIB

Oleh: AGUS DANI TRISWANTO, Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung (FBM2B) Banyuwangi
Oleh: AGUS DANI TRISWANTO, Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung (FBM2B) Banyuwangi

RADARBANYUWANGI.ID - Alhamdulillah, rasa syukur yang tidak ternilai harganya, akhirnya kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadan.

Kita ketahui bersama, bulan Ramadan selalu kita tunggu, kedatangan bulan Ramadan selalu disambut dengan rasa gembira, rasa suka cita oleh seluruh umat Islam.

Karena bulan Ramadan merupakan bulan berkah, bulan spesial, dan bulan kemenangan umat Islam seantero dunia.

Bahkan saking spesialnya bulan suci Ramadan setiap detik merupakan waktu yang harus digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya untuk melakukan sesuatu hal atau tindakan yang positif.

Photo
Photo

Bulan Ramadan identik dengan puasa, karena bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya kitab suci alqur’an ( nuzulul qur’an ), yaitu pada tanggal 17 Ramadan.

Maka sesuai dengan surat Al - Baqarah ayat 183 - 185 yang menyatakan bahwa orang beriman diwajibkan berpuasa pada hari - hari yang ditentukan, dalam hal ini adalah bulan Ramada, maka bulan Ramadan identik dengan puasa.

Bila Ramadan tiba, sejak kecil orang tua selalu mengajarkan saya untuk berpuasa. Saat masih pertamakali belajar puasa Ramadan, orang tua melatih untuk berpuasa setengah hari ( puasa bedug ).

Puasa bedug adalah saat ada bunyi kumandang adzan dhuhur kita diperbolehkan untuk makan, setelah itu berpuasa lagi hingga suara adzan magrib berkumandang.

Hal itu dimaksudkan untuk melatih saya, setidaknya kuat menahan rasa lapar meskipun waktunya setengah hari, selain itu juga mungkin orang tua masih belum tega melihat tubuh saya yang kecil waktu itu berpuasa seharian penuh.

Menginjak dewasa, orang tua mewajibkan kepada saya untuk melaksanakan puasa Ramadan sehari penuh.

Saat awal pertama kali melaksanakan puasa penuh, badan terasa lemas, lapar, haus, dan seakan tidak mampu untuk meneruskan puasa.

Harus kuat karena ini adalah ibadah kepada Allah, demikian pemikiran saya waktu itu.

Banyak cara dilakukan anak - anak atau orang dewasa sambil menunggu waktu berbuka tiba ( ngabuburit ), ada yang jalan - jalan ke pantai, tiduran, atau bermain.

Saat awal melaksanakan puasa sehari, hal positif yang saya lakukan untuk bisa menahan rasa lapar seharian penuh hingga waktu berbuka tiba adalah membaca Koran.

Ya, kesibukan saya kecil saat belajar untuk melaksanakan puasa penuh disiang hari saat itu adalah membaca Koran, tidak hanya satu Koran beberapa Koran termasuk Jawa Pos saat itu saya baca.

Jaman kecil saya tidak seperti saat ini, internet masih belum semudah dijakau seperti sekarang, handphone saja cuma kalangan ekonomi mampu saja yang punya, itupun masih jenis handphone jadul ( sebutan untuk handphone lama ).

Waktu itu bila kita ingin mengetahui sebuah informasi harus melihat televisi, mendengarkan radio, atau membaca Koran.

Semua isi berita di Koran tidak saya lewatkan untuk dibaca, dari pagi hingga siang hari selalu bergelut dengan Koran.

Habis bermain dengan teman, habis melaksanakan sholat dhuhur, kembali untuk membaca Koran, dari Koran yang satu hingga yang lain. Baik berita ekonomi, politik, olahraga, semua tidak terlewatkan.

Saat itu orang tua tidak melarang dengan aktifitas puasa sehari saya dilakukan dengan baca Koran.

Mereka menganggap daripada bermain lari - larian, berpanas - panasan saat berpuasa, membunyikan petasan, lebih baik dilakukan dengan hal yang positif yaitu membaca Koran.

Dengan membaca Koran saat itu selain ilmu yang saya dapat juga menunggu waktu sore tiba.

Masih ingat pesan orang tua saat itu: siang hari boleh membaca Koran hingga menunggu waktu berbuka tiba.

Tapi ingat, amalan bulan Ramadan waktu malam hari harus dikerjakan, setelah melaksanakan sholat tarawih harus membaca qur’an ( tadarus ).

Amalan bulan Ramadan yang dapat dilakukan selain berpuasa adalah dengan membaca dan mengkhatamkan Al - Qur’an.

Kapan waktu yang tepat? Kapanpun boleh. Momen Ramadan merupakan salah satu momen yang tepat untuk dijadikan rutinitas serta melebihkan dalam membaca Qur’an.

Membaca Qur’an memiliki banyak sekali kebaikan, terlebih Allah Swt akan melipatgandakan pahala pada setiap amalan yang dilakukan oleh umat islam di bulan Ramadan seperti saat ini.

Maka dari itu, manfaatkan bulan Ramadan ini untuk mengenal ayat - ayat Allah yaitu dengan membaca Qur’an.

Selain itu, dengan sering membaca Qur’an selama Ramadan kita akan dijauhkan dari setan. Karena dengan membaca Qur’an fikiran akan terfokus dan tidak teralihkan dengan pikiran yang lain, sehingga membuat seseorang akan kuat akan godaan.

Membaca Qur’an juga dapat menambah ke-Islaman kita dan juga lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Banyak aktifitas yang dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan ini, selain ngabuburit dengan membaca Koran seperti yang saya lakukan sejak kecil hingga sekarang, juga melakukan amalan dengan membaca Qur’an. Keduanya termasuk kegiatan yang positif serta memiliki manfaat masing - masing.

Dengan kita sering baca Koran terlebih di bulan Ramadan, kita bisa menghindarkan diri dari ketergantungan terhadap gadget serta menghindarkan diri dari berita / informasi hoak yang tersebar bebas di media sosial.

Serta dengan sering membaca Qur’an di bulan Ramadan akan banyak pahala - pahala berlipat yang akan kita peroleh.

Jadi, manfaatkan momen di bulan Ramadan ini selain berpuasa juga dengan membaca Koran dan Qur’an, serta perbanyak ibadah lainnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Tadarus #puasa #Baca Koran #ramadan