REMAJA adalah kelompok orang laki-laki maupun perempuan yang berusia 10 hingga 18 tahun. Dalam proses pertumbuhannya, beranjak ke tahap usia dewasa awal, remaja memerlukan nutrisi yang seimbang. Kebutuhan nutrisinya sendiri hendaknya diimbangi dengan pemenuhan yang seimbang, karena termasuk kebutuhan yang spesial dibandingkan kelompok umur lainnya.
Usia remaja biasanya disibukkan dengan banyaknya aktivitas fisik, sehingga terjadi peningkatan pertumbuhan dan perkembangan yang cepat disertai perubahan kematangan fisiologis sehubungan dengan masa pubertas yang dialaminya.
Selain itu, gaya hidup dan kebiasaan makan yang berubah, juga akan mempengaruhi asupan gizi remaja. Apabila remaja kurang mengonsumsi makanan, baik secara kuantitas maupun kualitas, maka akan menyebabkan gangguan proses metabolisme tubuh, sehingga dapat mengarah pada risiko timbulnya penyakit.
Akibat banyaknya aktivitas yang serba modern pada remaja, umumnya remaja menginginkan semuanya serba cepat, menyukai makanan cepat saji (fast food), jenis makanan kekinian menjadi menu favorit remaja yang memiliki kandungan kalori yang tinggi.
Junk food diartikan sebagai makanan sampah atau makanan yang tidak memiliki nutrisi bagi tubuh. Makanan cepat saji berasal dari negara barat yang umumnya memiliki kandungan lemak dan kalori tinggi, sehingga makan makanan junk food adalah sia-sia dan dapat merusak kesehatan. Kebiasaan makan yang tidak sehat akan mempengaruhi asupan gizi remaja.
Berdasar survey yang dilakukan oleh Acuity Hub, terkait dengan kebiasaan masyarakat dalam hal mengonsumsi fast food di 5 kota besar di Indonesia, hasilnya responden memilih fast food sebagai pilihan sarapan, makan siang dan makan malam. Temuan ini diperparah dengan tingkat konsumsi yang rendah pada sayur buah baik jumlah maupun frekuensinya dalam sehari. Berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 95% remaja di Indonesia kurang mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini, generasi Z yang masih berada dalam usia muda hingga remaja awal (lahir antara tahun 1997 hingga 2012) mendominasi dengan jumlah sekitar 74,93 juta jiwa, atau 27,94 persen populasi. Dominasi ini memberikan harapan akan potensi kemajuan dan perubahan di masa depan.
Pada saat terjadi bonus demografi, remaja saat ini akan menjadi seorang pemimpin. Sehingga tidak salah jika mereka harus diintervensi mulai dari sekarang dalam hal pemenuhan gizinya dengan menerapkan pola makan gizi seimbang yang rendah kalori, gula, lemak, namun tinggi serat. Sumber pangan tinggi serat bisa diperoleh dari sayur dan buah-buahan. Efek yang terjadi jika kurang mengonsumsi buah dan sayuran juga dapat memicu diabetes maupun hipertensi.
Agar remaja dapat hidup sehat, optimal dalam memenuhi pola makan gizi yang seimbang maka harus ada upaya mendekatkan diri dengan dunia remaja termasuk dalam hal ini perilaku dan kebiasaannya. Penting untuk memahami dan menerapkan panduan gizi seimbang dalam hidup sehat, mendukung pertumbuhan yang optimal, mempertahankan berat badan sehat, dan menghindari masalah kesehatan di masa depan, dengan memperhatikan juga kesukaan dan kebiasaan remaja yang lebih cenderung menyukai makanan instan dan cepat saji. Dunia remaja harus didekati agar bisa berperilaku sehat.
Peran snack sehat (one dish meal) menjadi sangat penting dalam mengisi celah kebutuhan gizi yang mungkin terlewatkan dari tiga kali makan utama setiap harinya. Snack ini juga bisa dijadikan sebagai alternatif pengganti snack yang dikategorikan sebagai snack tidak sehat.
Misalnya jajanan ringan yang dijual di pasar mengandung tinggi gula; garam; dan lemak jenuh, serta miskin serat; vitamin; dan mineral. Untuk mengurangi konsumsi snack tidak sehat berisiko obesitas, diabetes, serta penyakit kardiovaskular, dan juga untuk melengkapi kebutuhan gizi, maka salah satu jalan terbaik adalah dengan membiasakan konsumsi snack sehat.
Salah satu makanan sehat yang sering dikonsumsi remaja adalah salad, olahan sayuran segar dengan berbagai macam topping dilengkapi dengan dressing sebagai penyempurna. Variasi salad saat ini semakin beragam, salah satu yang sedang booming adalah salad wrap. Salad wrap merupakan salad yang dibalut dengan tortilla. Sehingga dapat menjadikan semakin praktis, unik dan kekinian biasanya disukai para remaja.
Mari berusaha bijak dalam menyikapi perubahan pada remaja yang akan berdampak pada kesehatan fisik, psikologis dan sosialnya, dengan menjadikan mereka sebagai seorang dewasa yang sehat, produktif, cerdas dan berkualitas melalui preferensi terhadap Healthy One Dish Meal. (*)
Editor : Ali Sodiqin