Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Teknik Relaksasi dan Fokus, agar Dapat Nilai Ujian Bagus

Ali Sodiqin • Rabu, 2 Oktober 2024 | 19:23 WIB
Oleh: MOH. LUCKY NUR HIDAYAT*
Oleh: MOH. LUCKY NUR HIDAYAT*

BANYAK anak hingga orang dewasa yang menganggap ujian adalah sesuatu yang tidak mudah dihadapi, menegangkan, dan bikin deg-degan. Namun kita tidak perlu khawatir. Sebagai siswa generasi masa depan, tidak boleh takut menghadapi ujian. Karena itu bisa menenggelamkan rasa percaya diri untuk belajar, dan siap menghadapi ujian tersebut.

Memang hasil ujian tidak terlalu diperdebatkan akhir-akhir ini. Tetapi andai kita dapat memenuhi target diri untuk menjadi yang terbaik, maka kita harus memperhatikan diri dengan baik. Karena jika tidak ada persiapan dengan baik, maka akan berpengaruh saat kita mengerjakan soal ujian. Akibatnya, hasil ujian tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Mungkin sebagian dari kita merasa cemas ketika akan menghadapi ujian. Ini karena kurangnya persiapan yang berakibat kurangnya percaya diri. Untuk itu, kita wajib menyiapkan bekal menghadapi ujian. Mulai kesiapan mental hingga amunisi untuk menjawab soal-soal. Supaya deretan soal dapat dikuasai dengan mulus, serta percaya diri menghadapi ujian, berikut ini cara-cara menaklukannya:

Pertama, meningkatkan kualitas belajar. Sering kali kita disibukkan dengan hal yang kurang berfaedah sehingga banyak waktu terbuang. Seperti tidur berlebihan, bermain game sampai lupa waktu, apalagi kalau mengunjungi tempat yang dilarang. Akibatnya dalam menghadapi ujian kita tidak punya persiapan matang. Padahal waktu mubazir tersebut bisa digunakan untuk belajar yang efektif.

Kedua, untuk mengawali meningkatkan kualitas belajar, kita dapat menulis daftar belajar. Yaitu apa saja yang wajib dipelajari dan membuat pencapaian yang harus kita pahami, hingga target yang harus digapai. Dengan begitu, belajar akan lebih terarah serta bertujuan jelas. Jadwal belajar yang teratur, membantu kita mendapatkan pengalaman belajar lebih baik

Ketiga, usahakan sering berkomunikasi dengan guru di sekolah. Sering kita kesusahan mengukur seberapa jauh pencapaian yang kita dapati pasca usaha belajar keras ini. Karena itulah, diperlukan opini orang lain untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang didapat. Peran guru menjadi sangat penting, karena guru menguasai bidang akademik yang kita pelajari. Guru juga yang sudah paham kondisi psikologis setiap anak didiknya. Jadi sering berkomunikasi dengan guru, kita dapat banyak saran yang bermanfaat agar lebih semangat mengerjakan soal-soal ujian.

Keempat, melindungi kesehatan. Untuk menghadapi ujian perlu menjaga tubuh agar tetap sehat. Ketika kita terlalu bersemangat mempersiapkan diri jelang ujian, akhirnya kita lupa dengan kondisi tubuh. Akhirnya ketika ujian tiba, malah jatuh sakit. Tentunya tubuh yang kurang fit sangat mengganggu melaksanakan ujian. Bahkan terancam tidak mengikuti ujian karena tubuh yang tidak bisa lagi diajak kompromi. Kesehatan tubuh wajib dijaga. Jangan sampai usaha kita sia-sia hanya karena tidak peduli dengan kondisi tubuh. Mulai atur kebiasaan hidup sehat, seperti istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan yang paling penting adalah menjaga kesehatan mental. Jangan sampai stres berlebihan, usahakan happy dalam berbagai kondisi.

Kelima, membangun rasa kepercayaan diri. Dengan memberikan dukungan emosional dan kalimat positif perlu diketahui peran orang tua di sini juga penting. Orang tua sepatutnya memberikan dukungan emosional dengan memberikan motivasi pada anak.

Tindakan tersebut dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan motivasi belajar anak. Anak akan merasa dilindungi dan didukung sepenuhnya oleh orang tua mereka. Orang tua juga bisa meluangkan waktu untuk mendampingi anaknya saat proses belajar. Peran orang tua di sini untuk memberikan motivasi juga dorongan yang dibutuhkan. Membangun lingkungan belajar yang nyaman, yaitu menciptakan suasana yang mendukung untuk belajar di rumah dengan memberikan tempat yang nyaman.

Menurut Itin (2024) dalam buku "Hubungan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar," siswa yang tidak percaya pada kemampuannya untuk sukses cenderung menjadi frustrasi dan tertekan. Mereka merasa kesuksesan lebih sukar untuk dicapai. Tingkat kegagalan menjawab soal ujian pada anak yang kurang percaya diri lebih tinggi.

Bagaimana menumbuhkan keyakinan diri terhadap kemampuan yang dimiliki, adalah salah satu kunci terbesar untuk meraih mimpi. Karena itu, mulai hari ini dan seterusnya, mari tancapkan persepsi diri bahwa kita bisa. (*)

*) Siswa MTs Al Amiriyyah Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#Nilai bagus #siswa #relaksasi #fokus #Percaya Diri