Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pentingnya Dukungan Sosial bagi Pengidap Anxiety

Ali Sodiqin • Kamis, 4 Juli 2024 | 18:35 WIB
Oleh: ALUK NUR’AINI*
Oleh: ALUK NUR’AINI*

GANGGUAN mental itu banyak jenisnya. Mulai dari gangguan cemas, ketidakmampuan mengontrol keinginan, gangguan makan, gangguan psikotik, gangguan mood atau afektif, gangguan disosiatif, hingga gangguan stres pasca trauma.

Mental memiliki arti yang berhubungan dengan watak dan batin manusia. Mental juga mempunyai istilah yang saling berkaitan dengan pikiran, emosi, dan fungsi kognitif individu.

Bisa disimpulkan, mental berhubungan dengan perasaan, pikiran, kepercayaan, perilaku, dan emosi seseorang.

Anxiety (gangguan kecemasan) merupakan sebuah gangguan kesehatan mental yang memiliki perasaan cemas dan rasa takut yang berlebihan saat ingin melakukan suatu aktivitas.

Perasaan takut ini sebenarnya hal normal. Namun jika sampai menghantui, ini disebut anxiety disorder.

Riset menyatakan, penderita anxiety di Indonesia mencapai 300 juta jiwa.

Biasanya ini terjadi karena suatu kondisi di mana mereka mengalami perubahan dari masa remaja ke masa dewasa.

Masa remaja sangat berpengaruh pada kesehatan mental, karena mereka masih kesulitan menemukan jati diri, serta tekanan lingkungan.

Gangguan panik ini rata-rata terjadi selama lima hingga 10  menit. Namun juga bisa hingga berjam-jam.

Tetapi jika bisa mengontrol pikiran, gangguan panik ini tidak akan berlarut-larut.

Setelah mengalami gangguan panik, biasanya akan mengalami kelelahan dan lemas. Gangguan panik ini suatu proses penerimaan, bahwa tubuh mengalami suatu kondisi stres. 

Psikolog dari California Selatan, Judy Ho mengatakan, gangguan kecemasan tidak bisa menular. Tetapi juga dapat mempengaruhi suasana hati seseorang.

Jika kita berada atau bersama orang yang mengidap suatu gangguan kecemasan, kita juga bisa merasakan emosi mereka.

Menghadapi anggota keluarga pengidap gangguan kecemasan ini tidak mudah.

Anda harus mengetahui kapan wantu yang tepat, untuk bisa berbicara dari hati ke hati.

Usahakan mencari tempat yang nyaman untuk berbicara agar pengidap merasa rileks.

Sebagai suatu support system, Anda dapat membantu namun tidak untuk mengatasinya.

Gangguan kecemasan jangan dianggap sepele. Gangguan kecemasan harus mendapatkan penanganan khusus melalui terapi atau pengobatan.

Faktor yang biasanya terkena pada kesehatan mental anxiety ini seperti sebuah pengalaman negatif di masa lalu.

Pengalaman negatif masa lalu meliputi suatu kejadian yang membuat pengidap trauma dengan kejadian yang dialami.

Tidak hanya itu, penyebabnya juga bisa dari faktor genetik, faktor biologis (senyawa kimia dalam otak), lingkungan, dan stres.

Lingkungan juga bisa menjadi salah satu faktor penyebab anxiety seperti situasi yang tidak aman, kekerasan pada rumah tangga.

Ketidakseimbangan zat kimia pada otak ini juga berisiko mengalami suatu gangguan kecemasan. Karena hormon pada tubuh kita dapat memainkan peran penting dalam timbulnya kondisi gejala kecemasan.

Ciri-ciri yang biasanya ditimbulkan pada para pengidap anxiety adalah cenderung merasa gelisah, khawatir berlebihan dalam berbagai situasi, ketegangan otot, gangguan tidur, konsentrasi terganggu, perubahan perilaku, ketakutan berlebihan, serta gangguan emosional.

Juga mengalami serangkaian gejala fisik biasanya seperti sakit perut, mual, sakit kepala, gemetar, keringat berlebihan, napas tersengal-sengal.

Dampak gangguan kecemasan bisa mengubah perilaku pengidap menjadi lebih tertutup, diam, sering melamun, dan overthinking.

Jika tidak melakukan tindakan khusus, mereka akan terus-terusan berada di lingkaran kecemasan yang tidak berlalu. Ini akan selalu menghantui pengidap.

Karena itu, di sini peran utama sangat berpengaruh dari orang terdekat. Dengan cara berbicara hati ke hati dengan pengidap anxiety.

Ini menunjukkan bahwa dia tidak sendirian, menyemangati mereka, memberikan dukungan, dan membangun kepercayaan diri.

Cara mengatasi saat anxiety yaitu dengan duduk, mengambil segelas air, rileks tubuh, dan terus berusaha untuk berpikir positif.

Serta fokus pada kegiatan yang dijalani. Minum vitamin D dan vitamin B kompleks juga dapat membantu meringankan gejala kecemasan.

Menarik napas dalam-dalam, sediakan waktu untuk sendiri, makan dan minum yang cukup, hindari minuman beralkohol.

Gangguan kecemasan bisa hilang jika kita bisa mengatur dan mengontrol pikiran. Jadi, gangguan kecemasan ini obatnya pada diri sendiri.

Olahraga ringan seperti jogging, bersepeda juga dapat melepaskan dan menurunkan stres serta menumbuhkan perasaan senang.

Pentingnya menjaga kesehatan mental perlu diketahui sejak dini. Seseorang yang memiliki mental yang sehat sangat berpengaruh pada kondisi fisik dan kualitas hidup.

Ketika seseorang sejahtera, tenteram, tenang secara psikologis, sosial, maka disebut memiliki mental sehat. Mental yang sehat juga berpengaruh pada diri kita untuk terus berkembang. (*)

*) Mahasiswa Universitas KH Mukhtar Syafaat, Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#tubuh #gangguan mental #watak #manusia #anxiety #remaja #dewasa #stres