Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Apa Kabar Bahasaku?

Ali Sodiqin • Kamis, 20 Juni 2024 | 01:30 WIB
Oleh: WARDATUL WIDADT*
Oleh: WARDATUL WIDADT*

BAHASA Indonesia sudah tidak perlu ditanyakan lagi, siapa pemilik bahasa Indonesia?

Pastilah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di bawah naungan Bumi Pertiwi.

Jika tahun-tahun kemarin Bahasa Indonesia masih dianggap tabu dan cupu oleh bangsa asing, namun kini eksistensi Bahasa Indonesia mencuat tinggi.

Dengan eksistensinya Bahasa Indonesia mulai dikenal dan dipergunakan negara-negara besar di belahan dunia.

BIPA merupakan singkatan dari Bahasa Indonesia Penutur Asing. BIPA menjadi program pendidikan bahasa yang digunakan di luar negeri.

Adapun objek dari BIPA sendiri, tidak lain adalah warga-warga negara asing. Warga-warga negara asing diajak untuk mengenal dan mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.

Dengan itu, progres negara Indonesia dengan menginternasionalkan Bahasa Indonesia menjadi wadah dalam menuju kredibilitas negara Indonesia.

Karakteristik dari program pembelajaran BIPA ini, di antaranya:

Mempelajari Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai kaidah-kaidah atau norma kebahasaan.

Dari situ, warga negara asing diajak mengenali kosa kata Bahasa Indonesia dari kosa kata yang paling mendasar.

Seperti mengenalkan apa kosa kata untuk kata sapa, kata kerja, kata sifat, kata benda dan lain sebagainya.

Bisa digambarkan kehadiran Bahasa Indonesia di luar negeri seperti halnya kehadiran Bahasa Inggris ke dalam negara Indonesia. hanya mengenalkan kosa kata mendasar atau grammarnya.

Mempelajari Bahasa Indonesia dengan tetap memperhatikan empat kompetensi Bahasa Indonesia yaitu: membaca, menyimak, menulis dan berbicara.

Jadi warga negara asing itu diajarkan Bahasa Indonesia dengan menggunakan empat kompetensi penting berbahasa Indonesia.

Mempelajari Bahasa Indonesia di luar negeri, tidak melulu mengenai bahasa-bahasanya saja.

Namun, BIPA mengolaborasikan dengan memperkenalkan ragam budaya kekayaan bangsa Indonesia.

Seperti halnya mengenalkan kesenian yang ada di Indonesia, mengenalkan suku-suku bangsa dan ragam budaya Indonesia. Juga mengenalkan pariwisata Indonesia.

Dengan semua itu, Indonesia juga mengharapkan semakin banyak masyarakat internasional yang mengenal Indonesia.

Kehadiran BIPA tidak hanya hadir di sekolah-sekolah dasar di liar negeri. Namun, BIPA sudah mulai diajarkan di perguruan tinggi luar negeri.

Jadi, dosen atau guru yang mengajarkan Bipa di luar negeri, pastinya ia menguasai dua bahasa.

Satu bahasa yang digunakan di negara sana, yang satu pastinya menguasai Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dengan semakin majunya Bangsa Indonesia diharapkan warga Indonesia mampu menjaga dan tetap bangga dengan bangsa yang hebat ini.

Memperkenalkan bukan berarti menjual aset berharga dari bangsa Indonesia.

Dengan melestarikan Bahasa Indonesia, menjadi bukti abdi kita terhadap kecintaan tanah air Indonesia. (*)

*) Keluarga Santri Darussalam. Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#Menyimak #Negara #menulis #indonesia #bipa #berbicara #membaca #kosa kata #bahasa #bangsa