DUNIA pendidikan terus mengalami perubahan dan pembaruan. Beragam inovasi dibentuk untuk menghadapi dan menanggapi tantangan yang semakin kompleks. Pendidikan berperan penting membentuk generasi bangsa yang unggul dalam berbagai bidang.
Tantangan tersebut dijawab oleh pemerintah terkait yakni Kemdikbudristek melalui sebuah program “Merdeka Belajar-Kampus Merdeka” (MBKM).
Program anakan dari MBKM ini ialah Kampus Mengajar, yang mana mahasiswa melaksanakan pembelajaran di sekolah tingkat dasar dan menengah.
Program Kampus Mengajar berlangsung untuk satu semester. Mahasiswa atau pun dosen pendamping lapangan (DPL) bertanggung jawab sebagai agen perubahan, serta penggerak dalam membantu pihak sekolah pada proses mengajar, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, administrasi, sekaligus adaptasi teknologi.
Mahasiswa dilibatkan sebagai mitra guru dan tenaga pendidik untuk melakukan strategi pembelajaran.
Keterlibatan Mahasiswa
Kampus mengajar mencakup tiga program. Yakni mengajar, adaptasi teknologi, dan membantu administrasi sekolah dan guru.
Setiap mahasiswa yang tergabung dalam kampus mengajar mau tidak mau ikut berpartisipasi dalam ketiga program tersebut.
Pada program mengajar, mahasiswa ikut membantu mendampingi guru dalam melakukan pembelajaran secara luring mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.
Di sini, mahasiswa banyak mempelajari metode pembelajaran yang pas untuk siswa, sesuai karakter dan mata pelajaran yang diberikan.
Mahasiswa juga bisa menerapkan beragam inovasi model pembelajaran yang menyenangkan kepada siswa. Agar siswa dapat mengikuti proses belajar di kelas dengan baik serta menyenangkan.
Dalam poin adaptasi teknologi, mahasiswa berkesempatan membantu guru menyiapkan materi berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi tentu sangat dibutuhkan.
Tidak hanya untuk bahan materi, melainkan mahasiswa juga bisa mengajarkan siswa tentang teknologi yang tengah berkembang. Tujuannya meningkatkan motivasi dan keefektifan belajar.
Sedangkan dalam membantu administrasi sekolah dan guru, mahasiswa mempelajari sistem mengisi laporan pembelajaran menggunakan software Microsoft Excel dan word. Merekap hasil kegiatan pembelajaran di sekolah dan di rumah.
Selain itu, juga menyediakan perangkat pembelajaran sebagai kelengkapan administrasi pembelajaran. Seperti materi ajar, media ajar, lembar kerja peserta didik, instrumen evaluasi/ penilaian, dan lain-lain.
Pentingnya Program Kampus Mengajar
Kampus mengajar dapat menjadi salah satu solusi dari sekian inovasi untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Karena skor kemampuan pada bidang tersebut berada di peringkat bawah. Sebagai penggerak pada program ini, yaitu keterlibatan mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbudristek.
Ruang lingkup program ini mencakup pembelajaran semua mata pelajaran yang berfokus pada literasi dan numerasi, adaptasi teknologi, serta bantuan administrasi.
Mahasiswa berkesempatan untuk mengeksplorasi jiwa kepemimpinan dan karakter, sehingga akan banyak ide kreatif untuk sekolah.
Harapannya ada manfaat untuk dua pihak, yakni mahasiswa dan sekolah, yang sama-sama merasakan hasil capaian dari kampus mengajar.
Tentunya perlu kerja sama yang baik dan maksimal. Sehingga output-nya siswa dapat mencapai pembelajaran lulusan yang sudah ditetapkan institusi, seperti peningkatan soft skill, hard skill, siap dan relevan dengan tuntutan zaman, unggul, bermoral, beretika, hingga berdampak pada kemampuan interpersonal yang kreatif dan inovatif.
Selain itu, nyatanya kampus mengajar memberikan hasil serta dampak positif bagi siswa, guru, dan sekolah penempatan.
Adapun dampak positif yang dirasakan siswa yakni meningkatnya motivasi dan minat belajar, baik dari segi literasi, maupun dari segi numerasi.
Sebelum ada kampus mengajar, persentase motivasi dan minat belajar siswa sekitar 50-60 persen. Setelah adanya mahasiswa Kampus Mengajar yang mendampingi guru di kelas, bisa meningkat sekitar 80-90 persen.
Hal ini terlihat dari hasil penilaian tugas siswa di akhir pembelajaran setiap hari. Hasil itu sesuai dengan ketercapaian yang termuat dalam tujuan program Kampus Mengajar.
Sedangkan dampak yang dirasakan guru dan sekolah, dapat memudahkan dan membantu guru dalam pembelajaran.
Secara garis besar, program Kampus Mengajar efektif meningkatkan pengetahuan siswa dalam bidang literasi dan numerasi. Sisi lain, manfaatnya yaitu siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari sumber mana saja.
Tidak hanya dari guru. Hal ini juga diharapkan dapat memotivasi guru untuk lebih berinovasi dalam menciptakan bahan ajar, media ajar, model ajar, serta suasana kelas yang menyenangkan.
Melalui esensi program ini, kita bisa “belajar sambil berdampak”. Belajar hanya sekali waktu, tapi dampaknya akan terasa selamanya. Dengan semangat ini, kita dapat membangun masa depan pendidikan yang lebih cerah di Indonesia. (*)
*) Dosen Pendamping Lapangan Kampus Mengajar 6, Stikes Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin