UPAYA mencari energi alternatif sedang digagas banyak orang. Membicarakan panel surya adalah salah satunya.
Panel surya adalah alat yang dapat mengubah energi sinar matahari menjadi energi listrik. Keuntungan penggunaan panel surya adalah minim biaya pemeliharaan.
Tagihan listrik menjadi lebih hemat dan lebih ramah lingkungan. Selain itu, energi matahari dapat membantu mengurangi pemanasan global.
Penggunaan panel surya mudah dijumpai dalam kehidupan. Misalnya penggunaan panel surya sebagai sumber listrik alternatif dari energi matahari di rumah dapat digunakan untuk menyuplai listrik sebuah rumah.
Panel surya juga dapat digunakan sebagai sumber listrik untuk berbagai perangkat elektronik seperti kipas angin, mesin, komputer atau seluruh bangunan.
Salah satu dampak besar penggunaan energi surya adalah dapat dirasakan dari sudut pandang lingkungan.
Penggunaan energi matahari tidak menghasilkan emisi karbon dioksida sehingga jauh lebih ramah lingkungan.
Coba bandingkan dengan bahan bakar fosil batu bara, gas atau minyak. Semua sumber energi tersebut menghasilkan emisi hasil pembakaran yang dapat membahayakan lingkungan.
Selain itu, energi surya merupakan energi terbarukan. Energi surya tidak hanya berkelanjutan, namun juga dapat terus diperbarui.
Sebuah hotel di Jalan S Parman Banyuwangi, memasang panel surya di atapnya. Di bawah ubin terdapat inverter yang bertugas mengubah arus listrik agar sampai ke jaringan listrik hotel.
Panel ini menghasilkan listrik peak sebesar 51,84 kilowatt dan kapasitas inverter sebesar 44 kilovolt ampere. Sistem panel surya menghemat 109.594 kWh per tahun.
Jumlah tersebut setara dengan penurunan emisi karbon dioksida hingga 102.361 kilogram per tahun.
Pemasangan panel surya ini merupakan bagian dari komitmen mendukung pariwisata hijau dan program pemerintah dalam menerapkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola untuk masa depan dan lingkungan lebih baik.
Posisi strategis Banyuwangi di ujung timur Pulau Jawa terus menarik minat investor. Kabar terkini, proyek pembangkit listrik sedang dibangun di wilayah Banyuwangi.
Rencananya akan dibangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kecamatan Kalipuro. Pada tahap awal dilakukan analisis mengenai dampak lingkungan.
Saat ini, rencana proyek PLTS masih dalam tahap penelitian. Sejauh mana kawasan Desa Kalipuro bisa dibangun kembali dan dimanfaatkan sebagai PLTS? Pemkab masih menunggu laporan detailnya sembari memproses perizinannya.
Kawasan Desa/Kecamnatan Kalipuro secara teknis sangat efisien sebagai lokasi PLTS. Di wilayah tersebut curah hujan tidak banyak, sehingga lebih mudah mendapatkan energi dari sinar matahari.
Sementara itu, cara kerja panel surya yaitu kumpulan sel surya yang disusun untuk menyerap sinar matahari secara efisien. Pada saat yang sama, sel surya bertugas menyerap sinar matahari.
Sel surya terdiri dari berbagai komponen fotovoltaik, atau komponen yang dapat mengubah cahaya menjadi listrik.
Secara umum, sel surya terdiri dari silikon semikonduktor, logam, antipantul, dan strip konduktor logam.
Penggunaan panel surya juga dapat membantu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesetaraan sosial.
Dengan memberikan akses terhadap energi, masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan dapat memulai usaha kecil-kecilan, menggunakan teknologi modern dan mengakses informasi digital.
Hal ini dapat membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memberikan kesempatan yang lebih adil bagi semua orang.
Indonesia mempunyai potensi energi matahari yang sangat besar karena letak geografisnya yang berada di daerah tropis.
Dengan ketersediaan sinar matahari yang cukup sepanjang tahun, penggunaan PLTS di pedesaan dapat menjadi solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat pedesaan.
Kelompok masyarakat dan komunitas bisa berperan dalam menjalankan transisi menuju energi hijau. Keterlibatan mereka dalam menghadirkan pemenuhan kebutuhan energi secara mandiri tersebut masih tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah.
Kini pemerintah telah membuat program terangi desa dengan energi matahari. Program ini bertujuan untuk memperluas akses listrik di pedesaan melalui pengembangan PLTS.
Generasi muda berperan penting dalam mempercepat pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan menciptakan perubahan positif di industri energi.
Kesadaran dan pemahaman generasi muda terhadap urgensi isu lingkungan dan keberlanjutan memotivasi mereka untuk mengambil tindakan dan menjadi agen perubahan untuk mendorong adopsi EBT.
Generasi muda bukanlah pemangku kepentingan dalam permasalahan lingkungan hidup. Namun literasi seharusnya meningkatkan kepekaan naluri dan keinginan untuk peduli.
Akan lebih masif jika melakukan kampanye renewable energi melalui sosial media atau dengan melakukan sosialisasi kepada generasi muda seperti menghemat energi, mengurangi pemakaian plastik, dan reboisasi hutan. (*)
*) Pelajar MAN 1 Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin