KESEHATAN adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial, yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara social.
Sedangkan yang dimaksud dengan sehat itu sendiri adalah suatu kondisi tubuh yang lengkap secara jasmani, mental, dan sosial. Serta tidak hanya sekadar terbebas dari suatu penyakit, melainkan juga ketidakmampuan atau kecacatan.
Berbicara kesehatan pada manusia, maka sehat yang dimaksud merupakan kesehatan yang holistik (kesehatan yang meliputi biopsikososial dan spiritual). Kesehatan itu sendiri menjadi salah satu harapan doa bagi setiap manusia.
Mereka menyadari bahwa kapan pun mereka bisa merasakan sakit, sehingga mereka berharap untuk bisa diberi kesehatan selalu. Kondisi yang sehat akan mempengaruhi pada beragam aspek kehidupannya, misalnya aktivitas sehari-hari.
Namun di kala kondisi fisik telah merasakan sakit, maka banyak pilihan cara untuk melakukan penyembuhan. Hal ini berkaitan pada keyakinan yang dianut oleh masing-masing individunya.
Ada yang memilih untuk mempercayakan kesembuhannya dengan hanya beristirahat di rumah. Ada pula yang pergi ke pelayanan kesehatan, atau bahkan ke ranah tradisional dan keyakinan lainnya.
Keyakinan pada pengambilan keputusan cara penyembuhan di kala sakit, erat kaitannya juga dengan kesehatan holistic. Karena meliputi psikologis dan spiritual.
Bagi sebagian orang juga masih ada yang percaya pada perintah tetuah turun menurun. Mereka meyakini, bahwa ucapan para sesepuh adalah terbaik untuk mereka.
Ketika sesepuh meminta untuk berobat ke pengobatan tradisional, maka mereka akan mengikuti arahan tersebut.
Banyaknya pilihan dan keyakinan dalam mengambil keputusan untuk melakukan pengobatan, menginisiasi mahasiswa Stikes Banyuwangi untuk melakukan penelitian tentang “Perspektif Masyarakat Banyuwangi terhadap Pengambilan Keputusan Metode Pengobatan”.
Mereka tergabung dalam Tim Program Kreatif Mahasiswa bidang Riset Sosial Humaniora.
Selama pendekatan dengan masyarakat, banyak asumsi dan alasan mereka mengambil keputusan dalam melakukan pengobatan di kala sakit.
Secara garis besar, pengambilan keputusan itu dipengaruhi dengan kondisi psikologi dan spiritual. Ketika kondisi psikologis baik dan sehat serta spiritual kuat, maka akan berpengaruh pada pengambilan keputusan.
Suatu efek memicu aktivasi simpatik sistem saraf pada aksis hipotalamus pada aksis hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA).
Akibat fisiologis peristiwa dan spektrum psikoneuroimunologi biologis, manifestasi klinis itu mengeksplorasi interaksi antara proses psikologis dan sistem saraf dan kekebalan untuk memperpanjang hidup, mengurangi angka kematian, kesakitan, dan meningkatkan kesejahteraan seseorang.
Ketika keyakinan diri telah dikuatkan dalam menentukan pilihan cara penyembuhan, maka individu tersebut akan lebih mudah menerima beragam informasi tentang kesehatan. Bahkan dapat ditanamkan secara terus menerus, atau turun menurun kepada keluarganya.
Hal itu dapat berpengaruh terhadap respons tubuh secara biologis sehingga mampu meningkatkan motivasi kesembuhan serta meningkatkan kekebalan tubuh untuk memperpanjang hidup, mengurangi angka kematian, kesakitan, dan meningkatkan kesejahteraan hidup di masyarakat. (*)
*) Mahasiswa Stikes Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin