Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Anak Muda Jangan Apatis terhadap Politik

Ali Sodiqin • Rabu, 4 Oktober 2023 | 17:00 WIB
Oleh: MUHAMMAD FADLI*
Oleh: MUHAMMAD FADLI*

PEMILIHAN Umum (Pemilu) akan digelar tanggal 14 Februari 2024 mendatang. Ini merupakan pesta demokrasi sangat besar di indonesia.

Hal ini terjadi karena penyelenggaraan akan dilaksanakan selama sehari pada tahap pertama, dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden berikutnya, serta anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Pada tahap kedua, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak secara nasional. Sehingga bisa dibayangkan betapa besarnya pesta demokrasi tersebut.

Saat ini saja, banyak baliho bermunculan di setiap daerah. Dengan berbagai macam calon, dengan kata-kata yang bertujuan untuk menarik simpati masyarakat agar memilihnya.

Akan tetapi, atmosfer politik yang terjadi sekarang mulai terasa semakin panas. Banyak terjadi penyebaran hoaks (berita bohong) untuk menjatuhkan calon lain, fitnah-fitnah, dan saling sindir antar elite politik.

 Ini membuat anak muda seperti saya bertanya, apakah memang politik itu selalu di isi dengan saling menjatuhkan dan berbagai hal negatif lainnya.

Karena itu, anak muda terkadang memilih untuk tidak peduli atau bersikap apatis terhadap politik, Hal ini tidak boleh ada yang menyalahkan atas sikap yang dipilih.

Anak muda dulu atau pun sekarang, yang apatis terhadap politik, merupakan hasil dari apa yang selama ini mereka lihat dan dengar. Mereka tahu hal itu dari media sosial, berita, dan televisi.

Semua hanya menampilkan perdebatan, yang seakan-akan hanya perebutan kekuasaan, sindiran, dan saling menyalahkan.

Khususnya kasus korupsi dan pencucian uang pada para pemimpin daerah, para menteri, para anggota DPR, dan DPRD.

Ini secara tidak langsung membuat stigma negatif terus berlanjut. Serta berdampak pada ketidakpedulian atau apatisnya politik anak muda.

Anak muda selalu ingin peduli, namun berulangkali dipatahkan niatnya itu oleh realita yang terjadi saat ini.

Dikhawatirkan, apabila sikap apatis ini terus terjadi di kalangan anak muda, maka berpotensi akan terjadi golput atau tidak memilih.

Sehingga kebijakan yang ditetapkan tidak sesuai, serta semena-mena, yang tidak berpihak kepada rakyat.

Padahal, anak muda merupakan cikal bakal penerus bangsa. Mereka memiliki peran penting dalam suatu negeri.

Dalam hal ini, pemerintahan dan elite politik harus bisa mencontohkan politik yang baik dan hangat. Serta politik diisi dengan cara-cara atau sistem yang menarik dan transparan.

Seperti adu gagasan calon presiden yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto yang dilaksankan di kampus Universitas Gajah Mada pekan lalu.

Sehingga anak muda dapat mulai tertarik serta menambah wawasan terhadap situasi Indonesia saat ini.

Anak muda juga akan mengerti tentang apa yang ingin dilakukan calon pemimpin tersebut jika terpilih nantinya.

Contoh ini dapat ditiru dan dikembangkan dalam segala aspek permasalahan negeri ini pada pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD. Sehingga membuat anak muda semakin kritis dan ingin bergerak untuk Bangsa Indonesia ke depan.

Anak muda sangat dibutuhkan bagi kemakmuran bangsa. Karena para anak muda diharapkan mempunyai ide-ide yang kreatif, kritis, dan mampu menyampaikan kritik dan saran terhadap pemerintahan dan elite politik.

Agar para elite politik itu lebih memikirkan arah dan tujuan utama yang terkandung dalam dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila. Sehingga bangsa ini menjadi lebih baik dan maju. (*)

*) Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi.   

Editor : Ali Sodiqin
#ganjar #pilkada #golput #hoaks #media sosial #pemilu #korupsi #dpr #prabowo #DPRD #presiden #Politik