Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stop Stunting dengan Posting Dong

Ali Sodiqin • Rabu, 27 September 2023 | 19:30 WIB
Oleh: NOFIA ERIKA PUTRI*
Oleh: NOFIA ERIKA PUTRI*

KASUS stunting (tengkes) menjadi salah satu fokus permasalahan kesehatan di Indonesia, bahkan di dunia.

Mereka telah memahami, tengkes merupakan kondisi di mana anak mengalami gangguan pada pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, sebagai akibat masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi dalam waktu lama.

Di Indonesia, kasus tengkes masih menjadi permasalahan besar yang memerlukan penanganan serius dari seluruh pihak.

Bahkan hingga kini, pemerintah Indonesia telah menjadikan penanganan tengkes menjadi program prioritas nasional yang memerlukan penanganan terintegrasi.

Setiap wilayah gencar melakukan berbagai tindakan untuk melakukan penanganan untuk menekan peningkatan jumlah kasus tengkes.

Jika mencoba menelusuri di internet, banyak bermunculan inovasi sebagai program penanganan stunting.

Meskipun telah banyak inovasi, belum seluruhnya masyarakat mau dan rutin untuk bisa melakukan screening kesehatan, khususnya bagi balita dan ibu hamil.

Kondisi tengkes bisa mulai dicegah dimulai sejak ibu hamil. Di mana kebutuhan nutrisi selama hamil, kondisi kesehatan ibu semasa hamil juga berpengaruh pada pertumbuhan bayi.

Padahal pemerintah juga telah memfasilitasi layanan kesehatan melalui posyandu atau kader-kader kesehatan lainnya untuk mempermudah melakukan screening.

Hanya masih ditemukan ibu yang enggan rutin ke posyandu dengan alasan kesibukan, tidak ada transportasi bahkan juga enggan repot karena kadang balita takut jika dibawa ke posyandu.

Untuk menyiasati hal tersebut, ada salah satu inovasi unik yang digagas Puskesmas Gitik bersinergi dengan Pemkab Banyuwangi menciptakan program Posting Dong.

Artinya adalah Posko Stop Stunting dengan odong-odong. Para balita dan ibu akan berkumpul di titik kumpul dan akan dijemput oleh kereta odong-odong, yang kemudian diantarkan menuju posko stunting.

Saat di posko stunting mereka disambut oleh petugas yang siap untuk melakukan screening mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta beberapa pelayanan kesehatan lainnya.

Bahkan, bagi para balita juga diberikan edukasi kesehatan melalui terapi bermain. Sedangkan ibu akan diberikan materi kesehatan yang bermanfaat, khususnya tentang gizi tambahan berkaitan dengan stunting.

Inovasi ini juga tengah diteliti oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Sosial Humaniora (RSH) Stikes Banyuwangi.

Para mahasiswa itu menelisik penanganan stunting pada Suku Oseng sebagai upaya Banyuwangi Zero Stunting.

Inovasi Posting Dong dianggap kreatif dan begitu membantu dalam penanganan stunting khususnya dalam hal dasar, yakni kemauan ibu dan balita untuk melakukan screening kesehatan di posko stunting.

Jika dari hal dasar sudah dapat diatasi, maka untuk langkah selanjutnya, para petugas kesehatan akan lebih mudah melakukan pendampingan kepada keluarga yang terdeteksi atau pun terindikasi stunting.

Sehingga penanganan yang akan diberikan akan lebih cepat dan tepat. Dengan begitu, upaya meningkatkan penekanan kejadian tengkes juga dapat terwujudkan.

Dari hasil penelitian, antusias masyarakat memang lebih meningkat dalam melakukan kunjungan ke posko stunting.

Selain karena anak-anak merasa senang dijemput menggunakan kereta odong-odong, hal ini juga membantu bagi ibu atau keluarga yang memiliki keterbatasan transportasi untuk melakukan kunjungan.

Kunjungan rutin tersebut menjadikan petugas Puskesmas Gitik dapat terus memantau perkembangan balita stunting di daerahnya.

Bahkan tidak hanya kunjungan balita yang meningkat, inovasi ini benar-benar menunjukkan adanya penurunan angka balita stunting dari 57 balita, kini tinggal 12 balita.

Sebuah capaian luar biasa bermodal penjemputan menggunakan kereta odong-odong.

Melalui inovasi ini, diharapkan semua masyarakat dan pemerintah setempat di lintas sektor terus bersinergi dalam mengupayakan Banyuwangi Zero Stunting.

Nyatanya, tidak perlu sebuah inovasi atau gebrakan yang rumit untuk bisa mewujudkannya. Melalui hal-hal sederhana namun sesuai kebutuhan masyarakatnya, ternyata mampu membantu menekan peningkatan stunting.

Semoga, inovasi ini juga bisa menjadi wawasan baru dan memotivasi daerah lain untuk terus peduli pada penanganan stunting.

 Ini bukan hanya tugas pemerintah dan petugas kesehatan, masyarakat harus ikut berpartisipasi dan berkolaborasi. Mari Stop Stunting untuk Suku Oseng menuju Banyuwangi Zero Stunting. (*)

*) Mahasiswa D3 Keperawatan, Stikes Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#stikes #bayi #Posting #ibu hamil #Tengkes #balita #inovasi #banyuwangi #stunting