PERKEMBANGAN informasi digital zaman ini, ditandai dengan kemunculan sistem Artificial Intelligence (AI) yang dapat memprogram serta “berpikir” layaknya manusia yang bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia.
Jurnalisme merupakan proses pengumpulan berbagai informasi yang akan dikonsumsi bagi pembaca, pendengar, atau pun pemburu berita, dengan berdasar pada data-data yang riil (nyata) pada suatu peristiwa dan tempat kejadian suatu perkara.
Menurut McDougal (2019), jurnalisme merupakan suatu kegiatan mengumpulkan serta mencari berita yang akan diinformasikan kepada masyarakat sesuai dengan fakta kejadian suatu peristiwa.
Jurnalisme sendiri identik dengan wartawan selaku pemburu berita suatu tempat terjadinya peristiwa. Jurnalisme bisa berupa media cetak seperti koran, majalah, dan lain-lain, serta media elektronik seperti televisi, radio, maupun jaringan media sosial.
Menjadi seorang jurnalis harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diinformasikan. Sebab, informasi yang tersebar menjadi bahan acuan atau bahan dasar dalam informasi dan komunikasi pada setiap individu.
Ada pun jurnalisme memiliki kode etik yang harus dipegang teguh oleh seorang jurnalis. Karena hal ini menyangkut terhadap keaslian atau kesesuaian informasi pada fakta-fakta yang ada.
Sehingga, informasi yang disebarluaskan pada khalayak umum, dapat terjaga keasliannya dan tidak mengandung unsur hoaks.
Perkembangan era Society 5.0 telah mengalami perubahan yang sangat pesat. Salah satu contoh perkembangan pada era ini munculnya sistem kecerdasan buatan atau yang biasa dikenal adalah Artificial Intelligence (AI).
AI merupakan kecerdasan buatan yang muncul pada perang dunia ke-II oleh Alan Turing yang merupakan seorang matikawan dan filsuf pada zamannya.
Tujuan dibentuknya sistem AI untuk mempermudah pekerjaan manusia. AI sendiri merupakan sistem yang diatur melalui algoritma yang telah diprogram khusus yang dapat “berpikir” layaknya manusia.
Tidak menutup kemungkinan, pada zaman yang akan datang, semua pekerjaan manusia akan tergantikan oleh robot yang dilengkapi dengan sistem AI.
Lantas, apakah AI dapat menggantikan peran jurnalisme? Seperti yang telah kita ketahui, jurnalisme merupakan pengumpulan beberapa data atau fakta yang terjadi pada suatu tempat peristiwa tertentu.
Sedangkan AI merupakan suatu sistem kecerdasan buatan yang tujuannya untuk mempermudah pekerjaan manusia. Melihat perkembangan zaman sekarang, AI dapat memberikan dampak positif terhadap dunia jurnalisme.
Salah satu contoh perkembangan AI terhadap jurnalisme pada zaman ini adalah pada saluran televisi. Seorang presenter pada saluran TV sudah bisa menggunakan sistem AI dalam menyampaikan informasi yang terjadi pada suatu peristiwa tertentu pada masyarakat.
Adapun data dan fakta yang disampaikan tersebut berasal dari jurnalis (wartawan) selaku pencari dan pengumpul beberapa data dan fakta. Hanya, cara menyampaikan informasi tersebut menggunakan bantuan AI.
Adanya sistem AI tidak “menggeser” pada peran jurnalis. Mengapa demikian? Dalam contoh di atas, AI hanya bisa memproses serta mengemas data dan fakta yang telah dikumpulkan oleh seorang jurnalis dalam hal penyampaian informasi.
Peran jurnalis masih penting dalam pengumpulan berbagai informasi yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.
Apakah AI bisa mencari data dan fakta sendiri? Melihat perkembangan zaman yang begitu pesat, serta berbagai inovasi yang berkembang terhadap kecerdasan buatan ini, dapat diprediksi tidak menutup kemungkinan AI bisa mencari data dan fakta dengan sendirinya.
Hal tersebut, dapat terjadi melalui penciptaan robot yang sudah dilengkapi dengan sistem AI yang diprogram khusus dalam peran tersebut. Hanya, robot tersebut tetap membutuhkan manusia untuk mengoperasikannya.
Kesimpulannya, AI kemungkinan besar tidak dapat “menggeser” peran jurnalisme, karena jurnalis sendiri memiliki perasaan serta pemikirannya sendiri dalam menjalankan tugas perannya.
Dalam arti jurnalisme tanpa adanya AI tetap bisa menjalankan perannya dalam mengumpulkan dan mencari sumber data dan fakta suatu peristiwa.
Sedangkan AI merupakan sistem yang dibuat dan dioperasikan oleh manusia, dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia, yang dalam konteks ini di bidang jurnalisme.
Tanpa bantuan manusia, AI tidak akan bisa berjalan. Ada pun, kolaborasi antara AI dengan jurnalisme dapat menjadi dampak yang positif terhadap informasi digital pada era society 5.0 saat ini. Sehingga dengan adanya AI, jurnalis dapat terbantu dalam menjalankan perannya. (*)
*) Mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.
Editor : Ali Sodiqin