Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Meningkatkan Bonding Ibu dan Anak dengan ASI Eksklusif

Ali Sodiqin • Jumat, 15 September 2023 | 01:00 WIB
Oleh: AYU APRILIYANI*
Oleh: AYU APRILIYANI*

ASUPAN terbaik untuk diberikan kepada buah hati adalah air susu ibu (ASI). Bagaimana pun, ASI merupakan sumber gizi utama bagi bayi yang belum bisa mengonsumsi makanan padat.

Sebab memberikan ASI bersifat eksklusif. Dengan begitu, pemberiannya berlaku pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan.

Selama enam bulan pertama, ibu tidak perlu memberikan tambahan asupan apa pun. Sebab ASI sudah memenuhi nutrisi yang penting untuk tumbuh kembang bayi.

ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan bayi. Termasuk protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan zat kekebalan.

Selain itu, ASI juga mengandung antibodi yang membantu melindungi bayi dari penyakit dan infeksi.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 tahun 2012 mengatur tentang Pemberian ASI Eksklusif. Dalam pasal 2 disebutkan, pengaturan pemberian ASI Eksklusif bertujuan untuk:

Pertama, menjamin pemenuhan hak bayi untuk mendapatkan ASI eksklusif sejak dilahirkan sampai berusia enam bulan, dengan memperhatikan pertumbuhan dan perkembangannya.

Kedua, memberikan perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.

Ketiga, meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, dan pemerintah terhadap pemberian ASI eksklusif.

Memberikan ASI Eksklusif sejak dini, bahkan segera setelah bayi dilahirkan, mempunyai dampak positif bagi ibu dan bayinya.

Kontak fisik saat menyusui, memungkinkan ibu dan bayi terhubung secara emosional. Sehingga dapat memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, meningkatkan rasa aman, dan keintiman keduanya.

Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes menyatakan, ada beberapa manfaat ASI eksklusif bagi bayi.

Salah satunya mencegah penyakit. ASI mengandung zat antibodi pembentuk kekebalan tubuh. Nah, zat inilah yang bisa membantunya untuk melawan bakteri dan virus.

Hasilnya bayi pun lebih kecil kemungkinan untuk terserang penyakit, seperti diare, alergi, dan lain-lain.

ASI eksklusif juga bisa membantu perkembangan otak dan fisik bayi. Sejak usia nol sampai enam bulan, bayi belum diizinkan mengonsumsi nutrisi apa pun selain ASI.

Selama enam bulan berturut-turut, ASI memberikan dampak besar pada pertumbuhan otak dan fisik bayi.

Sebuah studi lebih spesifik menyebut, ASI bisa membuat berat badan bayi ideal. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif lebih besar kemungkinannya tumbuh dengan bobot normal.

ASI lebih sedikit merangsang produksi insulin ketimbang susu formula. Hormon insulin bisa memicu pembentukan lemak dalam tubuh. Dengan kata lain, ASI tidak banyak memicu pembentukan lemak.

Menariknya lagi, manfaat ASI eksklusif bagi bayi juga memiliki kadar leptin lebih tinggi. Leptin merupakan hormon yang berperan dalam metabolisme lemak dan menimbulkan rasa kenyang.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif juga memiliki beberapa manfaat, yakni bagi ibu bisa menghilangkan trauma saat persalinan.

Tak cuma itu, pemberian ASI sekaligus dengan kehadiran bayi, bisa menjadi penyemangat hidup ibu. Pasca melahirkan, biasanya ibu rentan mengalami baby blues syndrome.

Kondisi ini biasanya terjadi pada ibu yang belum terbiasa, bahkan tidak bersedia memberikan ASI eksklusif untuk bayi. Namun dengan menyusui, secara perlahan rasa trauma akan hilang sendiri.

Pemberian ASI eksklusif juga bisa meminimalkan timbulnya risiko kanker payudara.

Menurut Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes, salah satu pemicu kanker payudara pada ibu menyusui adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif.

ASI eksklusif juga bisa bertindak sebagai KB alami bagi ibu. Sebab, ovulasi bisa terhambat ketika ibu memberikan ASI eksklusif.

Dalam dunia medis, metode ini disebut dengan metode amenore laktasi. Yang perlu digarisbawahi, untuk mendapatkan manfaatnya, ibu disarankan siap menyusui kapan pun ketika bayi membutuhkan.

Selain itu, untuk memperkecil peluang kehamilan, ibu tetap disarankan menggunakan metode kontrasepsi yang aman selama menyusui.

Begitu banyak manfaat ASI bagi bayi maupun ibu. Jadi, jangan ragu memberikan ASI pada bayi. Ibu sehat, bayi pun kuat. ASI fondasi utama anak tumbuh sehat dan cerdas! (*)

*) Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#bayi #virus #antibodi #ibu #Protein #asi #bakteri #kb alami #metabolisme