Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bahaya Politik Terstruktur Mengancam

Ali Sodiqin • Rabu, 9 Agustus 2023 | 00:30 WIB
Oleh: BAGUS RIO ROHMAN*
Oleh: BAGUS RIO ROHMAN*

DALAM setiap sistem politik, dinamika dan perdebatan adalah hal yang umum terjadi. Namun, saat politik digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaan tanpa memandang etika dan prinsip demokrasi.

Berbicara tentang politik terstruktur yang berpotensi merusak fondasi masyarakat yang adil dan berkeadilan.

Politik terstruktur dapat diartikan sebagai strategi atau taktik yang direncanakan secara sistematis untuk mempengaruhi atau memanipulasi berbagai aspek dalam kehidupan politik dan sosial. Ini bisa termasuk penggunaan sumber daya, media atau bahkan pengaturan institusi demi mencapai tujuan politik tertentu.

Bahaya utama politik terstruktur adalah mengabaikan prinsip dasar demokrasi, yakni pemerintahan yang didasarkan pada suara rakyat dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Beberapa contoh politik terstruktur di berbagai belahan dunia, di mana adanya manipulasi pemilihan umum, pembatasan kebebasan berpendapat dan penggunaan kekerasan politik menjadi alat utama untuk mempertahankan kekuasaan.

Dalam konteks tersebut, masyarakat sering kali menjadi korban dari permainan politik yang kotor dan merusak. Sementara prinsip demokrasi semakin terkikis.

Upaya menjaga demokrasi haruslah menjadi tanggung jawab bersama. Masyarakat sipil, media independen, dan lembaga negara harus bekerja sama untuk mendeteksi dan melawan politik terstruktur.

Transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan dalam seluruh aspek kehidupan politik, dari pemilihan umum hingga pengambilan keputusan publik. Penting juga untuk membangun kesadaran masyarakat tentang bahaya politik terstruktur.

Pendidikan politik yang berkualitas dapat membantu warga negara memahami taktik manipulatif dan melihat melampaui retorika kosong.

Kesadaran tersebut akan memberi mereka kekuatan untuk mempertahankan nilai-nilai demokrasi dan menolak campur tangan politik yang merugikan.

Tantangan yang dihadapi dalam menghadapi politik terstruktur cukup besar. Namun bukanlah hal yang tidak dapat diatasi.

Dengan upaya bersama, tindakan nyata dan komitmen terhadap prinsip-prinsip demokrasi, tentu dapat membangun masyarakat yang lebih kuat, adil, dan tahan terhadap manipulasi politik yang merusak.

Makanya, masyarakat harus menolak adanya politik terstruktur merenggut demokrasi dari tangan.

Sebaliknya, masyarakat juga harus melawan jerat bahaya politik terstruktur dengan tekad dan keberanian dengan menyatakan ‘tidak’ kepada money politik yang sering dilakukan para penguasa. (*)

*) Wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#demokrasi #Pemerintahan #sipil #Politik