Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Burung Sakti, Sedangkan Manusia Mati?

Gerda Sukarno Prayudha • Kamis, 13 Juli 2023 | 05:00 WIB
Agus Dani Triswanto
Agus Dani Triswanto

 

 

 

LISTRIK merupakan energi penting dalam kehidupan manusia modern. Hampir segala aktivitas manusia berkaitan dengan listrik. Tetapi bila kita kurang hati-hati menggunakannya, listrik akan membahayakan. Begitu bahayanya bila manusia tersengat aliran listrik (kesetrum), bahkan dampaknya bisa kehilangan nyawa.

Lantas, kenapa burung yang hinggap di kabel listrik tidak tersengat aliran listrik? Apakah burung lebih sakti? Nah, saya coba menguraikan beberapa alasan, kenapa burung tidak tersengat aliran listrik saat bertengger pada kabel listrik yang bertegangan.

Tersengat aliran listrik adalah peristiwa di mana terdapat aliran listrik yang mengalir pada tubuh. Atau adanya arus listrik yang mengalir dari luar menuju tubuh. Hal tersebut terjadi karena pada dasarnya tubuh manusia merupakan konduktor (bahan yang mudah mengalirkan arus listrik) dengan baik. Karena mayoritas tubuh manusia merupakan cairan, sehingga mampu menghantarkan arus listrik dengan baik. Arus listrik dapat mengalir karena adanya beda potensial antara kedua titik hubung yang berbeda. Di mana arus listrik akan mengalir dari titik yang memiliki tegangan tinggi, ke tegangan yang lebih rendah.

Saat manusia kesetrum, tubuh menjadi penghubung antara tegangan tinggi (penghantar) dengan tegangan rendah (pentanahan/ tanah). Oleh karena itu, arus listrik akan mengalir melalui tubuh manusia. Ini sesuai dengan sifat alami listrik yang akan mencari jalan terdekat menuju bumi. Dalam hal ini, listrik melewati tubuh kita. Karena itu, sangat bahaya bila tubuh kita teraliri arus listrik. Beberapa organ dalam tubuh akan rusak. Hal terburuk akibat tersengat aliran listrik adalah kematian.

Ada beberapa alasan, kenapa burung tidak kesetrum saat hinggap pada kabel listrik yang bertegangan. Sebetulnya tidak ada burung atau hewan lain yang kebal terhadap aliran listrik. Lantas, kenapa burung tidak kesetrum?

Pertama, karena burung selama ini hinggap pada satu kabel. Sehingga tidak ada beda potensial atau beda tegangan yang melewati tubuh burung. Sering kita lihat, banyak burung hinggap di salah satu kabel saja. Padahal kabel yang dihinggapi tersebut adalah kabel saluran udara bertegangan menengah. Selama burung tersebut masih berpijak pada satu kabel saja, maka burung tersebut akan tenang dan tetap berkicau, meskipun kabel tersebut bertegangan tinggi. Beda cerita bila burung menyentuh dua kabel sekaligus, maka burung akan kesetrum, bahkan bisa terbakar, dan terpanggang.

Kedua, burung tidak akan kesetrum selama tidak bersentuhan dengan tanah. Bumi (tanah) memiliki tegangan yang rendah. Maka dari itu, listrik selalu mengalir dari sumber tegangan ke tanah melalui konduktor (benda yang mudah menghantarkan arus listrik). Burung sebetulnya adalah konduktor. Tetapi karena tubuh burung tidak bersentuhan dengan tanah, tubuhnya tidak dialiri aliran listrik.

Itulah beberapa alasan, kenapa burung tidak kesetrum saat hinggap pada kabel listrik bertegangan. Artinya, burung tidak lebih sakti dari manusia. Sama seperti halnya burung yang tidak kesetrum saat hinggap pada satu kabel, hal tersebut juga berlaku pada manusia.

Jika manusia menyentuh satu kabel listrik saja, maka dia tidak akan kesetrum. Tetapi dengan catatan, sama-sama tidak menyentuh tanah. Karena tanah dapat berfungsi sebagai grounding (pentanahan dalam kelistrikan), yang menyebabkan perbedaan tegangan, sehingga arus listrik mengalir dengan penghantarnya tubuh manusia tersebut.

Jadi, bila sama-sama menyentuh satu kabel, sedang tubuh yang lain tidak menyentuh kabel lain, atau juga tidak menyentuh tanah, maka manusia akan “sakti” seperti burung, tidak tersengat aliran listrik. Cara aman lain supaya tubuh manusia tidak kesetrum saat tersentuh kabel bertegangan, kaki manusia harus dilindungi bahan isolator (benda yang tidak bisa menghantarkan arus listrik). Misalnya, gunakan sepatu dan sandal berlapis karet, kayu kering, dan benda pengaman lainnya. Dengan kaki terlindung bahan isolator, tubuh manusia akan tetap aman meskipun memegang satu kabel listrik bertegangan. Kalau sudah seperti itu, bukan burung saja yang bisa sakti. Manusia pun juga bisa sakti.

Tapi ingat, meskipun Anda sudah mengetahui cara aman memegang kabel listrik bertegangan, jangan sampai Anda berusaha mencoba memegang kabel bertegangan tanpa didampingi petugas kompeten di bidang kelistrikan. Karena tidak ada manusia atau burung yang “sakti” dari aliran listrik, bila cara memegangnya salah. (*)

 

*) Asmen Teknik KONSUIL Area Banyuwangi.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#listrik #manusia #Burung #kesetrum