Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Peran Pemuda Menghadapi Praktik Politik Uang

Ali Sodiqin • Kamis, 6 Juli 2023 | 19:30 WIB
Oleh: IZZAH QOTRUN NADA*
Oleh: IZZAH QOTRUN NADA*

MENJELANG Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Indonesia sibuk mempersiapkan segala hal. Mulai dari badan pengawas, pemilih, anggota penyelenggara, lebih-lebih calon pemimpin yang akan dipilih.

Tantangan besar Pemilu yakni masyarakat telah menganggap lumrah politik uang. Mengutip hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) tahun 2019, sebanyak 48 persen masyarakat beranggapan jika praktik politik uang adalah hal biasa.

 Sering muncul menjelang hari pencoblosan, banyak tawaran dan iming-iming untuk masyarakat, terutama politik uang.

Tujuannya untuk menarik perhatian dan mengajak masyarakat memilih calon pemimpin yang paling banyak memberikan sumbangan. Praktik politik uang cenderung masif menjadi alternatif bagi calon kepala yang tidak memiliki integritas.

Dampak politik uang dapat melecehkan kecerdasan pemilih, merusak sistem demokrasi, serta meruntuhkan martabat kemanusiaan.

Bagaimana mungkin, masyarakat bisa percaya dipimpin oleh orang yang berani melakukan tindak kriminal politik sebelum masa kepemimpinannya dimulai.

Hal demikian seharusnya menimbulkan kecurigaan, bahwa kemungkinan besar calon pemimpin seperti itu berpotensi melakukan korupsi.

Barangkali masyarakat terlena dengan janji dan iming-iming yang diberikan, sehingga mereka lalai bahwa calon pemimpin tersebut adalah orang yang tidak mampu dan layak.

Hal ini menjadi bukti akan praktik politik uang merupakan aksi pembodohan rakyat, menjadikan kepemimpinan tidak berkualitas, dan yang terpenting mematikan kaderisasi politik.

Sementara menurut sejarah Indonesia menunjukkan, keterlibatan golongan muda dalam kancah politik telah dimulai sejak masa perjuangan dan dilanjutkan hingga kini.

Keputusan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, terjadi atas desakan dari golongan muda, meski sempat ditentang golongan tua.

Pemuda memiliki pengaruh besar dalam setiap perjalanan politik Indonesia. Semangat yang ditimbulkan bukan sekadar gaya, tetapi bukti nyata, bahwa mereka mencintai negerinya.

Peran pemuda dalam lembaga legislatif memerlukan dukungan besar. Kehadiran pemuda memiliki pengaruh penting untuk memperkuat dan mendorong partisipasi pemuda lain dalam Pemilu.

Kaum elite politik mungkin beranggapan, bahwa pemuda masih memiliki pemikiran amatir. Hal yang kerap diremehkan bahwa sebenarnya pemuda memiliki perspektif unik dan segar. Sehingga mungkin dapat membawa perubahan positif dalam pembuatan kebijakan publik.

Praktik politik yang tidak etis dan cenderung mendominasi golongan tertentu, dapat mempengaruhi pemilihan suara dan mengurangi kepercayaan pemuda. Pemuda tidak akan berpartisipasi dalam politik, karena mengetahui banyak terjadi ancaman politik uang dalam rangkaian Pemilu.

Untuk meningkatkan partisipasi pemuda dalam Pemilu, pendidikan politik menjadi kunci utama. Ini untuk merangsang semangat pemuda agar terjun ke dunia politik.

Pendidikan politik yang baik, akan memberi pemahaman kepada pemuda. Bahwa hak suara dan peran mereka merupakan hal penting dalam mempengaruhi masa depan bangsa.

Pentingnya kerja sama antar generasi tidak boleh dilupakan dalam usaha merawat sistem demokrasi. Tanpa kolaborasi dengan pemuda, akan berdampak hilangnya kader-kader politik yang sulit untuk dilanjutkan sebagaimana mestinya.

Ini karena para pemuda tidak tertarik berhubungan dan mengenal dunia perpolitikan. Sehingga mereka tidak memiliki rasa nasionalisme dan keinginan untuk menjadikan bangsanya lebih baik.

Pemuda selalu berpengaruh dalam setiap perkembangan politik Indonesia. Apabila aspirasi pemuda didengar dan diimplementasikan, Indonesia mencapai puncak demokrasi yang adil. Banyak keuntungan yang diperoleh apabila memperhatikan pendapat dan saran para pemuda mengenai kebijakan bangsa.

Di zaman serba teknologi, peran pemuda dalam politik juga berkaitan dengan penggunaan media massa. Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini publik.

Apabila pemuda bersatu dengan politik dan memegang kendali media massa dengan mengembangkan literasi yang baik, serta mampu menyaring informasi valid, maka seluruh elemen masyarakat juga akan ikut berpartisipasi mendorong keadilan dalam proses Pemilu.

Selain itu, pemuda juga dapat berperan sebagai pengawas pemilu, serta memastikan proses pemilu berlangsung secara adil dan demokratis.

Kegiatan seperti ini akan lebih bermanfaat bagi banyak orang, khususnya para pemuda, untuk menghindari aktivitas yang meresahkan masyarakat.

Pemilu 2024 merupakan momen penting bagi seluruh masyarakat. Dalam memperkuat demokrasi, peran pemuda sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas politik Indonesia.

Melalui pendidikan politik, partisipasi aktif, serta penggunaan media dengan baik, pemuda diberi ruang untuk menjalankan tanggung jawab dan tugas dalam merawat demokrasi bangsa.

Ancaman uang politik tidak menjadi penghalang bagi para pemuda dalam menyebutkan aspirasi dan memilih siapa pemimpin yang layak.

Praktik uang politik justru menjadi tantangan tersendiri bagi pemuda untuk berbenah diri, dalam melindungi dan menyiapkan segala hal demi masa depan bangsa yang lebih cerah. (*)

*) Mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia, Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#lsi #demokrasi #pemuda #politik uang #pemilu #korupsi #Politik