Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bahaya Internet bagi Remaja

Ali Sodiqin • Jumat, 23 Juni 2023 | 23:00 WIB
Oleh: Eka Tya Wahyuni*
Oleh: Eka Tya Wahyuni*

INTERNET kini sudah sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari, terutama kalangan remaja. Internet memang sangat membantu dalam menyelesaikan banyak pekerjaan. Akan tetapi. ternyata internet juga berdampak negatif dan berdampak buruk bagi remaja.

Koneksi internet bisa memberikan banyak manfaat dan kemudahan. Akses informasi jadi lebih mudah dan cepat. Namun, fasilitas ini justru bisa memberikan dampak negatif khususnya bagi remaja. Pemakaian internet yang berlebihan dan tidak terkontrol, bisa menyebabkan remaja mengalami gangguan mental.

Banyak remaja cenderung menyalahgunakan internet sehingga berdampak buruk bagi dirinya. Salah satu bahaya internet yaitu mengakses konten pornografi. Karena itu, penggunaan internet tentu perlu pantauan orang tua, agar tidak disalahgunakan.

Selain itu, banyak remaja yang mengerjakan tugas tidak berpikir sendiri, kebanyakan mengadopsi dari Google. Ada juga remaja yang kecanduan bermain game online. Itu semua terjadi karena kecanggihan teknologi dan maraknya penggunaan media sosial (medsos) yang tidak diimbangi dengan ilmu yang cukup, untuk mengakses dan memilih konten yang tepat.

Internet dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif bagi pelajar. Jika digunakan dengan baik, dapat memberikan dampak baik. Seperti mendapat informasi-informasi penting, dan sebagainya. Jika disalahgunakan, dapat berdampak buruk. Seperti bermain game online terlalu lama, sehingga mengurangi waktu belajar dan merasa malas sekolah.

Internet juga bisa membantu mendukung proses belajar remaja, dan mempermudah remaja mengakses media sosial. Namun, pemakaian internet juga bisa memberikan dampak buruk terkait gangguan kondisi mental. Arus informasi yang berlebihan dapat menyebabkan stres dan depresi.

Bagi remaja, internet bisa menjadi sebuah kebutuhan pokok. Internet bisa membantu mengakses kebutuhan belajar. Namun di kalangan remaja, internet lebih sering digunakan untuk mengakses medsos. Mereka lebih mudah melihat kehidupan pribadi orang lain. Mulai dari teman sendiri hingga influencer.

Arus informasi yang berlebihan lewat medsos bisa menimbulkan masalah mental. Salah satu penyebabnya adalah muncul perasaan insecure. Perasaan ini bisa berkembang menjadi minder berlebihan dan memicu depresi. Rasa iri berlebihan terhadap kehidupan orang lain di medsos, dapat menyebabkan tekanan mental.

Dari semua dampak internet, peran guru sangat penting. Yaitu memanfaatkan penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran. Seperti memberikan tugas yang berhubungan dengan internet. Sehingga semakin sering guru memberikan tugas dengan bantuan internet, maka secara langsung siswa dapat memanfaatkan internet untuk pembelajaran. Agar tidak terjadi dampak negatif penggunaan internet, guru dianjurkan untuk melarang siswa menggunakan internet pada saat jam pelajaran berlangsung, agar konsentrasi siswa tidak terganggu.

Kontrol pemakaian internet pada remaja sangat dibutuhkan. Kondisi mental remaja dengan akses berlebih pada internet dapat mengalami penurunan yang mengarah kepada depresi. Selain membatasi pemakaian internet, mengendalikan akses ke medsos juga sangat penting dilakukan sebagai solusi terbaik.

Kecanduan penggunaan internet mempengaruhi cara seseorang dalam melakukan komunikasi. Waktu yang dihabiskan seseorang pecandu media sosial untuk bermain seperti bermain game online rata-rata selama kurang lebih 10 jam sehari. Bermain game online yang kemudian menyebabkan berkurangnya kesempatan seseorang untuk melakukan interaksi sosial, sehingga berimbas negatif kepada komunikasi seseorang.

Pecandu game online sulit bagi mereka untuk berinteraksi dengan orang lain secara terbuka, kebanyakan dari mereka menutup diri dan tidak bergaul dengan orang banyak Kecanduan bermain game online membuat hubungan dengan teman, keluarga menjadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang karena pecandu game menghabiskan waktu di game saja.

Hal tersebut membuat mereka lebih senang menghabiskan waktu bermain game online dibandingkan bermain bersama teman-teman di dunia nyata. Sehingga membuat mereka menjadi anti sosial. Sulit bagi mereka untuk mengekspresikan keadaan emosional yang mereka miliki, mereka lebih memilih game sebagai tempat pelarian ketika memiliki masalah. Melalui game seseorang melampiaskan emosi-emosi yang mereka rasakan.

Secara sosial pecandu game menjadi tidak bisa bersosialisasi dengan baik. Mereka menjadi kaku dengan orang-orang sekitar. Karena waktu mereka habiskan dengan bermain, membuat mereka tidak dapat melakukan interaksi dengan orang sekitar. Sehingga ketika berinteraksi, mereka menjadi canggung. Hal tersebut membuat mereka menjadi kurang percaya diri, dan menjadi pribadi pendiam dan tertutup. (*)

 *) Siswi MAN 2 Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#game online #Medsos #remaja #influencer #internet #konten #pornografi