Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Indonesia Darurat Pendidikan Moral dan Karakter

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 19 Juni 2023 | 17:17 WIB

 

Photo
INKO DEKRITA RAHMA M, Siswa MAN 2 Banyuwangi.

Oleh: INKO DEKRITA RAHMA M*

PENDIDIKAN merupakan tugas yang sangat penting berkaitan dengan sebuah moralitas dan karakter diri.

Topik pendidikan moral dan karakter sering diperbincangkan masyarakat. 

Sebab pendidikan moral dan karakter sangat berkaitan dalam membentuk pribadi yang beretika, cerdas, dan berbudi pekerti.

Namun di Indonesia masih krisis pendidikan moral dan karakter. Negara masih berusaha untuk mencapai tujuannya tersebut.

Hal ini karena perkembangan zaman yang sangat cepat, menyebabkan pendidikan moral dan karakter yang sudah dikembangkan sejak dulu, tergerus begitu saja oleh globalisasi.

Pendidikan moral dan karakter sebenarnya telah menjadi fokus dalam pendidikan Indonesia.

Namun, implementasi pendidikan moral dan karakter yang baik dan efektif, tetap menjadi masalah. 

Salah satu indikator utama kegagalan pendidikan moral dan karakter adalah munculnya kasus kekerasan di lingkungan sekolah. Seperti bullying, pelecehan seksual, dan tawuran antarpelajar. 

Ini menunjukkan kurangnya pengembangan sikap empati, toleransi, dan kepedulian di kalangan pelajar. Sikap-sikap tersebut merupakan nilai- nilai yang harus diasah dan dipelajari dalam pendidikan moral dan karakter.

Di sisi lain, korupsi yang dilakukan oleh orang-orang sebenarnya memiliki pendidikan yang tinggi, juga menjadi isu yang serius.

Kasus-kasus tersebut telah merugikan negara dan masyarakat luas. Ini menunjukkan bahwa para pejabat publik, pemimpin bangsa, tokoh masyarakat, maupun pemuka agama, kurang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kejujuran. 

Meskipun mereka mempunyai pendidikan yang tinggi, mereka cenderung mengabaikan nilai-nilai etika dan moral dalam perilaku mereka. 

Mereka cenderung mengejar keuntungan pribadi tanpa memperhatikan dampak sosial yang bisa timbul.

Mereka mungkin saja memiliki pengetahuan tentang hak asasi manusia. Tetapi mereka tidak menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka mungkin memandang sama kepada teman-temannya yang memiliki latar belakang sama sepertinya, tetapi memandang sebelah mata orang yang berbeda suku, agama, gender, serta latar belakang yang berbeda. 

Mereka tidak memahami pentingnya menghargai perbedaan sebagai bagian dari kekayaan budaya.

Fenomena orang berpendidikan tinggi namun moralnya tak setinggi pendidikannya itu, karena kurangnya perhatian dalam pengembangan moral selama masa pendidikan.

Karena pendidikan formal sebenarnya tidak cukup, harus diimbangi dengan pendidikan moral dan karakter. 

Pendidikan moral dan karakter juga penting dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan.

Pendidikan moral dan karakter dapat membentuk generasi muda Indonesia yang berintegritas, mandiri, kreatif, berdaya saing, dan bermoral.

Nilai- nilai tersebut menjadi modal dasar penting menghadapi globalisasi, serta mencegah tindakan amoral.

Karena itu, pemerintah harus memperhatikan pendidikan moral dan karakter sebagai bagian dari integrasi dan sistem pendidikan di Indonesia.

 Pemerintah harus mengambil langkah- langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan moral dan karakter.

Untuk mengimplementasikan pendidikan moral dan karakter, ada beberapa solusi yang dapat dilakukan sebagai berikut:

Pertama, perlu peran aktif sekolah dalam memberikan pendidikan moral dan karakter kepada siswa. Ini dapat dilakukan melalui pengenalan nilai-nilai moral dan karakter sejak dini.

Seperti disiplin, kerja sama dalam kebaikan, integritas, dan tanggung jawab. 

Selain itu, sekolah juga dapat mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pembentukan karakter siswa, seperti kegiatan sosial, bakti sosial, dan kegiatan keagamaan.

Kedua, peran orang tua juga sangat penting dalam membentuk karakter anak. Orang tua dapat memberikan contoh dan menanamkan nilai-nilai moral yang baik sejak dini, serta memberikan pengawasan dan bimbingan yang tepat terhadap anak-anaknya.

Ketiga, media sosial (medsos) dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengimplementasikan pendidikan moral dan karakter.

Dalam era digital sekarang, medsos memiliki pengaruh besar dalam kehidupan anak dan remaja. 

Karena itu, perlu kampanye sosial atau gerakan untuk menyebarluaskan nilai-nilai moral dan karakter di medsos. 

Serta mengajak generasi muda menghargai dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, pemerintah dan lembaga terkait juga dapat berperan dalam mengimplementasikan pendidikan moral dan karakter.

Serta memberikan dukungan dan fasilitas untuk mengadakan kegiatan yang mendukung pembentukan karakter generasi muda.

Dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan implementasi pendidikan moral dan karakter dapat menjadi lebih efektif dan berdampak positif, dalam membentuk generasi muda yang lebih baik dan beretika. (*)

*)  Siswa MAN 2 Banyuwangi.

Editor : Syaifuddin Mahmud
#pendidikan #karakter #indonesia #opini #darurat