Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Haji Ramah Lansia

Ali Sodiqin • Sabtu, 17 Juni 2023 | 02:00 WIB
Photo
Photo

Oleh: Syafaat*

MUNGKIN orang dapat memprediksi, kapan akan mati, namun tidak ada yang tahu pasti hal itu kapan benar-benar terjadi, karena hal itu merupakan salah satu rahasia Ilahi. Tidak sedikit orang yang berdoa atau menginginkan meninggal saat ibadah di Tanah Suci, namun juga tidak sedikit yang pada akhirnya keinginannya tidak terkabulkan. Kematian bukan hanya hak mereka yang lanjut usia (lansia), namun merupakan kewajiban bagi semua makhluk yang bernyawa.

Pemakaman di Saudi Arabia memang tidak ada tulisan di batu nisan. Namun nama-nama jenazah yang dikebumikan tersebut tercatat rapi. Sehingga bukan hanya malaikat saja yang tahu tempat jenazah tersebut berada, namun penjaga makam juga mempunyai catatan rinci. Biasanya, keluarga yang ditinggalkan juga diberi catatan pada blok dan nomor berapa jenazah dikebumikan. Sehingga keluarga dapat berziarah tepat di atas makam.

Sebagian besar jamaah haji Indonesia yang meninggal di Makkah, dimakamkan di pemakaman Soraya, sekitar 4 Km dari Kota Makkah. Dalam pemakaman ini disiapkan lubang-lubang untuk jenazah yang ditembok bata merah dan ditutup papan cor. Jenazah akan dimakamkan dalam lubang, diberi sedikit pasir, dan ditutup kembali dengan papan cor.

Masjidilharam pada lantai tiga disediakan skuter untuk melaksanakan tawaf dengan harga cukup terjangkau. Begitupun dengan lansia yang ingin didorong menggunakan kursi roda saat thawaf dan sai, pemerintah Saudi Arabia memberikan seragam khusus bagi mereka yang menyediakan jasa mendorong kursi roda

Ribuan CCTV dipasang di Masjidilharam, yang memudahkan mengontrol pergerakan jamaah haji. Dengan CCTV lebih mudah mencari jamaah yang tersesat. Karena dengan biometrik yang telah dilakukan, kamera akan lebih mudah mendeteksi keberadaan seseorang. Sehingga tidak berlebihan, jika petugas mengimbau jamaah haji Indonesia untuk kembali ke masjid ketika mereka tersesat dan tidak tahu jalan ke pemondokan.

Menuju masjid merupakan pilihan logis, karena jamaah bisa memanjatkan doa dengan lebih khusyuk. Kemungkinan bertemu dengan jamaah dalam satu kloter, maupun bertemu petugas semakin besar. Juga lebih mudah terdeteksi kamera CCTV.

Ada ruangan khusus di kantor Daker yang berisi beberapa layar yang terhubung dengan ribuan CCTV. Ketika dimasukkan nomor paspor, akan mendeteksi di mana sang pemilik paspor berada. Ternyata teknologi canggih seperti di film itu merupakan kenyataan di sana.

Sementara itu, jamaah haji lansia di tahun 2023 ini lebih banyak. Karena tidak ada lagi pembatasan usia. Terlebih tidak adanya percepatan pemberangkatan bagi pendamping dari keluarga jamaah lansia tersebut. Meskipun telah disiapkan petugas khusus untuk menangani lansia, namun mereka tidak dapat menjaga 24 jam. Terutama ketika berada di pemondokan. Karena itu, solidaritas antar jamaah sangat diperlukan dalam pelaksanaan ibadah haji.

Pelaksanaan ibadah haji bagi lansia sebetulnya simpel saja. Selain tawaf dan sa’i yang dapat menggunakan jasa mendorong kursi roda, ketika melontar jumrah (Ula, Wustho, dan Aqobah), para lansia dapat meminta bantuan jamaah yang lebih muda, atau kepada para petugas secara gratis. Petugas biasanya membawa banyak kerikil dan daftar jamaah haji yang menitip melontar jumrah.

Suhu tinggi Saudi saat ini, mengakibatkan jamaah Indonesia harus merasakan udara panas meskipun di malam hari. Bukan hanya dehidrasi yang menghantui, namun juga mengakibatkan demensia (sedikit lupa) terutama para lansia. Hal-hal tersebut merupakan kondisi lumrah bagi mereka yang mendekati uzur. Tidak banyak yang dapat dilakukan ketika mendapati lansia seperti ini, selain menyarankan untuk lebih banyak beristirahat dan mendapatkan asupan gizi yang cukup. Karena tua yang mengakibatkan berkurangnya daya ingat, merupakan gejala alami yang dialami manusia.

Tidak perlu kekhawatiran tinggi bagi keluarga yang melepaskan orang tuanya yang lansia melaksanakan ibadah haji tahun ini, semuanya akan baik-baik saja sesuai takdir semesta. Banyaknya lansia bagi petugas haji merupakan ladang untuk mengais pahala. Karena kemabruran haji bagi para petugas tidak ditentukan dari banyaknya ibadah sunah di masjid yang dilakukannya. Namun dari seberapa besar yang dilakukan dalam melayani jamaah. Semoga mabrur. (*)

 *) Syafaat adalah ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.

Editor : Ali Sodiqin
#dehidrasi #lansia #haji #cctv #paspor #makkah #masjidilharam #tanah suci