Selain sudah jadi hal lumrah, olahraga memang dibutuhkan oleh tubuh. Bukan hanya mudah dilakukan, gerakan badan saat olahraga juga bisa meningkatkan kebugaran jasmani. Selain itu, aktivitas yang tidak membutuhkan otak untuk berpikir ini, juga bisa digunakan sebagai sarana hiburan. Olahraga bahkan masuk dalam mata pelajaran di sekolah. Seakan, dunia pendidikan tahu kalau mengistirahatkan otak sebentar saja, tidak ada salahnya.
Meski olahraga disebut bermanfaat meningkatkan kesehatan jasmani dan banyak yang senang mapel olahraga, tidak jarang ada siswa yang malas. Alasannya karena merasa capek, bahkan ada yang mengeluh lemas setelah olahraga.
Ternyata, mengeluh lemas setelah olahraga memang sering terjadi di kalangan siswa, khususnya remaja putri. Menurut dr. Andika Widyatama (Klikdokter.com, 2018), lemas setelah olahraga disebabkan beberapa hal. Yaitu kurang pemanasan, minim asupan cairan, selanjutnya karena asupan gizi yang kurang, sudah lama tidak olahraga, dan olahraga terlalu berat.
Karena itu, perlu upaya mengatasi masalah ini. Agar manfaat olahraga dapat dirasakan dengan tepat oleh semua siswa. Dimulai dari diri sendiri, dengan mengubah pemikiran dalam menganggap olahraga adalah hal yang hanya membuat capek bahkan lemas.
Dengan pemikiran awal sudah menganggap olahraga sebagai hal melelahkan, pasti membuat siswa akan malas sebelum melakukannya. Karena pada dasarnya, sifat manusia akan lebih cenderung menyukai hal yang menyenangkan, bukan yang melelahkan. Dalam hal ini, peran guru olahraga sangat dibutuhkan agar pemikiran tersebut bisa diganti. Biasanya, setiap guru olahraga memiliki cara unik masing-masing dalam menyampaikan materi olahraga.
Hal itu bisa dimanfaatkan dengan menerapkannya dalam setiap materi. Guru olahraga biasanya akan mempraktikkan terlebih dahulu materi yang akan diajarkan, dan biasanya siswa akan terkagum. Karena guru akan bisa melakukan semua gerakan yang ada pada materi, sedangkan siswa berpikir bahwa itu hal sulit. Dari situ bisa dimanfaatkan guru dengan memberi instruksi kepada siswa untuk juga melakukan hal yang sama. Bisa ditambah dengan iming-iming nilai jika berhasil melakukannya. Agar membuat siswa semangat olahraga dan berlomba melakukan yang terbaik agar mendapat nilai tinggi.
Selain itu, tata cara pelaksanaan olahraga juga harus dilakukan dengan tepat. Agar olahraga bisa berjalan aman dan lancar. Harus diawali dengan pemanasan dan diakhiri dengan pendinginan. Karena keduanya sangat penting dalam melakukan olahraga.
Halodoc.com (2018) meirlis, pemanasan dilakukan untuk mempersiapkan tubuh sebelum berolahraga. Pemanasan bermanfaat membuat otot lebih elastis dan lentur. Juga bermanfaat untuk meningkatkan suhu tubuh, aliran darah, dan denyut jantung. Sedangkan pendinginan bertujuan untuk membantu mengembalikan kondisi tubuh seperti semula. Juga penting untuk mencegah cedera dan pegal setelah olahraga. Pendinginan dapat membantu meningkatkan rentang gerak otot, yang bertujuan menghindari robek atau terluka pada otot. Jika tata cara berolahraga sudah benar, maka olahraga berjalan aman.
Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (PJOK) adalah kegiatan pembelajaran olahraga yang membutuhkan energi. Karena itu, tubuh perlu asupan sebelum berolahraga. Untuk memenuhi asupan tubuh, siswa harus sarapan terlebih dahulu sebelum memulai pembelajaran di sekolah, terlebih saat jadwal PJOK. Meski begitu, jarak makan dengan olahraga tidak boleh berdekatan. Minimal setelah makan harus menunggu sekitar 30 menit sebelum berolahraga, agar perut tidak kram.
Selain sarapan, tubuh butuh cairan. Karena olahraga banyak mengeluarkan cairan tubuh seperti keringat. Maka, tubuh perlu minum yang cukup agar tidak dehidrasi.
Dalam berolahraga, tubuh tidak boleh dipaksakan. Jangan memaksa tubuh melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Di sekolahan, pelajaran PJOK berlangsung dua jam pelajaran atau sekitar 1,5 jam. Tapi, guru tahu waktu efektif untuk olahraga. Karena itu, setiap guru biasanya hanya memberi waktu siswa sekitar 30 menit untuk olahraga serius. Selebihnya, digunakan untuk pemanasan, pengambilan nilai, bersenang-senang, dan pendinginan.
Jika semua tata cara olahraga sudah dilakukan dengan benar, Insyaallah olahraga akan berjalan lancar dan aman. Lemas setelah olahraga pun bisa dihindari. Karena pada hakikatnya, olahraga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jasmani, dan sebagai media refreshing siswa dari mapel-mapel yang membuat otak jenuh. (*)
*) Siswa MAN 2 Banyuwangi. Editor : Ali Sodiqin