Membaca diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian. Menulis adalah mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambang-lambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian.
Literasi juga terus digiatkan dalam pendidikan, baik informal maupun nonformal. Literasi difokuskan menjadi parameter penilaian terhadap peserta didik dan juga guru.
Ada beberapa alasan yang wajib diketahui:
Pertama, munculnya kesadaran yang mendasar tentang pentingnya kemajuan dan masa depan bangsa Indonesia. Jika dilihat secara historis dan sosiologi, tingkat literasi yang tinggi adalah faktor yang sangat mendukung sebuah bangsa dengan masyarakatnya agar menjadi unggul dan maju.
Kedua, masyarakat dan pemerintah Indonesia semakin sadar bahwa kemajuan dan keunggulan individu, masyarakat dan bangsa ditentukan oleh tradisi dan budaya literasi yang baik.
Ketiga, adanya faktor pendukung dari komunitas-komunitas yang peduli serta mempunyai semangat untuk menumbuhkan dan menyebarluaskan kegiatan, tradisi, dan budaya literasi di masyarakat dan di lingkungan pendidikan.
Sekarang semuanya semakin berkembang karena terjadinya globalisasi. Semua semakin mudah dan terbuka. Arus informasi semakin cepat dan beragam. Ini membuat jarak antarmanusia semakin tidak terbatas.
Dampak globalisasi tidak dapat kita hindari. Entah dampak positif maupun dampak negatifnya. Apalagi, setelah pandemi Covid-19, membuat kita semakin bergantung pada teknologi. Karena itu, satu hal penting menghadapi globalisasi yaitu dengan gerakan literasi.
Dengan adanya literasi kita bisa mendapatkan banyak sekali manfaat. Di antaranya dapat memperkaya kosakata, memperluas wawasan dan pengetahuan, berpikir kritis untuk membantu dalam mengambil keputusan, membuat otak bekerja lebih optimal, mengasah kemampuan dalam menangkap dan memahami informasi dari bacaan, mengasah kemampuan menulis dan merangkai kata dengan lebih baik. Selain itu, melatih konsentrasi dan fokus, mengembangkan kemampuan verbal, meningkatkan kepekaan terhadap informasi yang ada di platform media terutama digital, serta meningkatkan kreativitas dalam memilih dan menyusun kata.
Dilihat dari beberapa manfaat literasi tersebut, itu semua sangat mendukung dalam proses belajar dan mengajar. Jika kebiasaan literasi dapat berjalan dengan lancar, maka para siswa dapat menerima materi pembelajaran dengan baik dan para guru juga lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran. Kualitas anak-anak muda untuk masa depan juga semakin bagus.
Banyak perubahan yang akan terjadi jika kebiasaan literasi ini dilakukan dengan baik serta banyak yang sadar akan pentingnya literasi. Perubahan yang terjadi bukan perubahan yang buruk, melainkan akan menjadi awal yang baik ke depannya untuk Indonesia. Karena itu, kita pemuda harus membiasakan diri dengan literasi. Memulai dari hal-hal kecil adalah permulaan yang baik. Banyak yang bisa kita baca dan bacaan tidak selalu membosankan.
Dalam membaca dan mendengar, kita juga harus bisa menyeleksi. Misalnya saat membaca atau mendengar berita, kita perlu mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya. Hindari berita hoaks atau berita palsu. Karena dengan teknologi saat ini, informasi dapat tersebar mudah dan cepat. Informasi yang tersebar melalui media digital inilah yang paling banyak mengandung hoaks.
Dengan memperbanyak literasi, kita bisa mengetahui banyak informasi. Misalnya kita sedang dalam perjalanan ke daerah lain, jika sebelumnya kita telah membaca tentang informasi daerah tersebut, maka kita tidak perlu khawatir tentang daerah yang kita kunjungi tersebut.
Ini juga berlaku dalam belajar. Tidak hanya jadi lebih mudah dalam memahami materi pembelajaran. Dengan rajin membaca, semua akan lebih mudah saat kita menghadapi ujian, ulangan harian, tes mendadak, atau juga lomba-lomba. Kemungkinan kita lulus dengan baik akan menjadi lebih besar.
Apalagi, dalam masa mendekati seleksi masuk perguruan tinggi. Banyak sekali tes yang akan dilakukan. Karena itu, kita harus sering melatih dengan banyak membaca yaitu berliterasi. Akan banyak informasi tentang bagaimana tes masuk perguruan tinggi. Baik informasi dari pemerintah maupun dari universitas. Jika kita kurang teliti membaca petunjuk, pastinya kita akan ketinggalan informasi dan bisa tidak lolos masuk perguruan tinggi tersebut.
Karena itu, literasi sangat penting. Tidak hanya penting dalam satu bidang, tetapi bermanfaat dalam berbagai bidang. Kebiasaan literasi harus dilestarikan. Jangan hanya digunakan saat ada kebutuhan. Namun, harus dijadikan sebagai kebiasaan.
Semua dimulai dengan hal kecil. Semua tidak ada yang instan untuk membuahkan hasil yang baik. Mari kita lestarikan kebiasaan literasi untuk diri sendiri dan juga bangsa. Agar Indonesia menjadi lebih unggul dan maju. (*)
*) Siswa MAN 2 Banyuwangi. Editor : Gerda Sukarno Prayudha