Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pentingnya Penyelarasan Pemahaman Otak dengan Perasaan Hati

Ali Sodiqin • Kamis, 8 September 2022 | 17:36 WIB
Photo
Photo
SEBAGAIMANA yang kita ketahui dalam disiplin ilmu psikologi bahwa otak dapat mengendalikan semua fungsi tubuh dan pusat dari keseluruhan tubuh. Jika otak dalam keadaan sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta dapat menunjang kesehatan mental kita. Tetapi sebaliknya, apabila otak terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental kita bisa ikut terganggu.

Menurut teori dominasi ada otak kiri dan otak kanan, masing-masing sisi otak mengontrol berbagai jenis pemikiran yang berbeda. Sebagai tambahan, teori tersebut mengemukakan bahwa seseorang akan lebih dominan menggunakan satu bagian otak dibandingkan bagian yang lain.

Jika ditilik dari konteks sejarahnya teori otak kiri dan kanan berawal dari karya Roger W. Sperry, seorang pakar teoritis yang dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1981. Lateralisasi ini merupakan proses pembedaan fungsi yang terjadi baik di hemisper kiri maupun kanan, di mana salah satu hemisper menjadi lebih dominan atau memiliki spesialisasi pada fungsi masing-masing.

Bukti dari adanya lateralisasi pada otak terlihat dari adanya pasien yang mengalami “split brain” yaitu suatu kondisi di mana dua belahan otak berdiri pada fungsinya masing-masing.

Bahkan jauh sebelum berkembang keilmuan sains dan sebagainya, Allah SWT sudah jauh terlebih dahulu menyinggung hal tersebut (akal atau otak) di dalam Al-Qur’an. Yang di dalamnya (Al-Qur’an) kita sering kali diingatkan dengan lafaz “afala ta’qilun, afala tatafakkarun” yang hikmahnya lafaz tersebut menjadi sebuah alarm untuk melakukan dan menciptakan langkah antisipatif guna menghindari sesuatu yang tidak diinginkan.

Di sini yang perlu kita pahami adalah, bagaimana bentuk keterkaitan kinerja otak dengan anggota tubuh yang lain serta apa dampak yang akan terjadi jika kita tidak bisa mengelola berbagai informasi dari kejadian yang kemudian di terima oleh otak.

Pasalnya adalah sudah banyak kejadian yang dirasa kurang baik telah terjadi. Lebih ironisnya lagi penyebab yang terjadi ternyata tidak sebesar akibat yang teraplikasi setelahnya.

Oleh karena itu, perlu adanya beberapa kesadaran dari semua pihak untuk mengantisipasi terulangnya berbagai kejadian yang kurang baik itu. Baik melalui beberapa literatur yang harus semangat di informasikan serta beberapa metode edukasi yang harus digalakkan.

Dan ternyata bukan hanya itu saja. Dalam disiplin ilmu yang lain ternyata juga ada satu bagian lagi yang jika itu baik maka akan baik pula kinerja tubuh yang lain dan bilamana buruk maka akan buruk pula kinerja anggota tubuh yang lain. Tentu hal yang dimaksud ini adalah “Hati.” Yang pembahasannya juga disabdakan oleh Rasulullah SAW sang tokoh revolusioner dari era jahiliah menuju era ilmiah ini.

Maka, yang perlu kita pahami lagi di sini adalah bagaimana caranya menyelaraskan antara pemahaman otak dengan perasaan hati. Memang benar bahwa egoisme seseorang memiliki peran yang sangat mendominasi pergerakan. Akan tetapi kita semua harus mampu menyeimbangkan guna terciptanya sebuah kedamaian dalam berinteraksi dengan manusia.

Problem hidup sudah pasti. Namun solusi terbaik juga harus dapat dipastikan manfaatnya. Khusus bagi kaum muda-mudi yang masih rentan dalam pengelolaan emosional. Harapannya ialah jangan sampai perilaku yang diaplikasikan dapat merugikan diri sendiri apalagi orang lain dan lingkungan secara luas.

Contohnya, sudah banyak kejadian kaum muda-mudi yang malas sekolah karena sudah tidak lagi disemangati oleh pacarnya atau bahkan ironisnya banyak kaum muda-mudi yang perilakunya sudah menyimpang dari hukum positif negara maupun norma syariah.

Karena itu, sangat menjadi penting untuk di kelola dengan baik. Agar apa yang ditangkap oleh otak bisa menjadi asumsi yang baik pula terhadap hati. Sehingga menimbulkan sebuah tindakan yang positif untuk diri sendiri, orang lain juga terhadap lingkungan kita. (*)

*) Santri Mahasiswa & Kabag Pelayanan di BEM-FSEI UNIB Sukorejo, Asal Kalipuro, Banyuwangi. Editor : Ali Sodiqin
#otak #kolom #artikel #hati #opini