Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Dadan Hindayana Geram, Kepala BGN Nilai Aksi Bos SPPG Joget Tak Pantas

Ali Sodiqin • Kamis, 26 Maret 2026 | 10:36 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana.

RADARBANYUWANGI.ID - Fenomena viral di media sosial kembali menyeret program pemerintah ke sorotan.

Seorang pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mendadak jadi perhatian publik setelah aksinya berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.

Sosok tersebut adalah Hendrik Irawan. Tidak hanya berjoget, ia juga memamerkan klaim penghasilan hingga Rp6 juta per hari dari operasional dapur MBG. Aksi ini langsung menuai kritik luas, hingga berujung sanksi tegas dari pemerintah.

BGN Tegur Keras, Minta Minta Maaf ke Publik

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan kekecewaan atas tindakan tersebut. Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan pihaknya telah memberikan teguran keras kepada Hendrik.

“Sudah kami tegur, dan sekaligus agar yang bersangkutan meminta maaf ke publik,” ujarnya.

Senada, Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyebut tindakan Hendrik tidak mencerminkan etika sebagai mitra program pemerintah.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” tegasnya.

Joget Tanpa APD, Dinilai Tidak Pantas

Sorotan utama tertuju pada aksi Hendrik yang berjoget di dalam dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD). Padahal, dapur SPPG merupakan fasilitas pengolahan makanan yang harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan ketat.

BGN mempertanyakan sikap Hendrik yang dinilai “overacting” hingga membuat konten tidak pantas di lingkungan dapur.

“Kenapa harus overacting seperti itu?” ujar Nanik.

Dapur Disuspend, Ditemukan Pelanggaran Teknis

Tidak hanya soal etika, hasil inspeksi mendadak yang dilakukan BGN mengungkap sejumlah pelanggaran teknis di dapur SPPG milik Hendrik.

Temuan tersebut antara lain:

Akibatnya, BGN memutuskan untuk menutup sementara (suspend) operasional dapur tersebut.

Punya 7 Dapur, Baru 1 Beroperasi

Menariknya, Hendrik diketahui memiliki total tujuh dapur SPPG. Namun hingga kini, baru satu dapur yang beroperasi—dan justru dapur tersebut yang kini bermasalah dan disuspend.

“Yang lainnya enam kita awasi,” ujar Nanik.

Bukan Bisnis, BGN Ingatkan Tujuan Program

BGN menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis bukanlah ajang mencari keuntungan pribadi.

“Ini bukan bisnis ya. Ini adalah program pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak,” tegas Nanik.

Ia juga mengingatkan seluruh mitra agar tidak melakukan aksi serupa yang dapat mencoreng tujuan program.

Masalah Moral Personal Jadi Sorotan

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Bandung, Ramzi, menyebut kasus ini lebih pada persoalan moral personal.

Menurutnya, aksi pamer penghasilan di tengah kondisi ekonomi masyarakat dinilai tidak pantas.

“Ini sebenarnya lebih ke persoalan moral personal, soal asas kepatutan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya sudah mengingatkan Hendrik terkait konten-konten serupa yang pernah diunggah.

Inspeksi Berujung Sanksi Lingkungan

Aksi viral tersebut memicu inspeksi langsung oleh BGN. Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa sistem pengelolaan limbah dapur belum memenuhi standar.

“Dari situ BGN ingin memastikan kondisi dapur, dan benar saja ada temuan terkait IPAL yang tidak memadai,” jelas Ramzi.

Suspend akan tetap berlaku hingga mitra memperbaiki seluruh temuan, terutama terkait instalasi pengolahan limbah.

Penutup: Viral Jadi Evaluasi Nasional

Kasus Hendrik Irawan menjadi pengingat bahwa transparansi dan etika sangat penting dalam menjalankan program pemerintah.

Di era media sosial, satu konten bisa berdampak besar, bahkan berujung pada sanksi nyata.

BGN pun diharapkan memperketat pengawasan agar program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai tujuan—meningkatkan gizi masyarakat, bukan menjadi panggung sensasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Hendrik Irawan MBG #program Makan Bergizi Gratis #dapur MBG disuspend #bos SPPG joget #bandung barat