RADAR BANYUWANGI - Ada agenda mendadak di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/11) siang. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin tiba-tiba dipanggil Presiden Prabowo Subianto.
Kedatangan bos perusahaan pelat merah tersebut langsung menarik perhatian awak media. Apalagi, Bobby terlihat bergegas memasuki Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.37 WIB.
Tak datang dengan tangan kosong, Bobby juga terlihat membawa sejumlah dokumen. Namun, ketika ditanya wartawan mengenai agenda pertemuannya, dia justru mengaku belum mengetahui secara pasti.
"Dipanggil, dipanggil," ujar Bobby singkat saat dikonfirmasi awak media.
Bobby menjelaskan, dirinya mendapat panggilan melalui Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Teddy menghubunginya untuk datang ke Istana dan menemui Presiden Prabowo.
"Di-call sama Pak Seskab," katanya.
Menariknya, meski sudah diminta datang ke Istana, Bobby mengaku belum mengetahui secara detail apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Enggak tahu," jawabnya singkat.
Hingga kedatangannya, belum ada informasi resmi mengenai pokok pembahasan antara Presiden Prabowo dan orang nomor satu di KAI tersebut.
Pemanggilan ini pun memunculkan tanda tanya mengenai agenda pemerintah di sektor perkeretaapian nasional. Terlebih, KAI memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, mulai dari layanan kereta jarak jauh, kereta perkotaan, hingga angkutan logistik.
Bagi masyarakat, setiap kebijakan yang menyangkut KAI tentu menarik perhatian. Sebab, perubahan kebijakan di sektor perkeretaapian bisa berdampak langsung pada jutaan perjalanan masyarakat setiap harinya.
Meski demikian, publik masih perlu menunggu keterangan resmi mengenai hasil pertemuan tersebut. Sampai ada penjelasan lebih lanjut, agenda pemanggilan Dirut KAI ke Istana masih menjadi tanda tanya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara