RADAR BANYUWANGI – Kesiapan penyelamatan pembalap menjadi perhatian menjelang MotoGP Mandalika 2026. Sebanyak 343 tenaga kesehatan disiapkan untuk mendukung layanan medis. Dua helikopter Basarnas juga bersiaga mengantisipasi kecelakaan yang membutuhkan evakuasi darurat ke rumah sakit.
Persiapan itu mendapat sorotan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal. Dia menyebut tim medis RSUD Provinsi NTB telah memperoleh pengakuan dari Dorna Sports, pemegang hak komersial MotoGP.
"Tim medis ini adalah tim medis emergency untuk sport yang terbaik, salah satu yang terbaik di dunia," kata Iqbal kepada ANTARA saat meninjau simulasi medis di Sirkuit Mandalika, Kamis (8/10).
Menurut Iqbal, Dorna memberikan lisensi khusus yang disebut super license kepada tim medis NTB. Pengakuan tersebut, menurut dia, mencakup kesiapan pelayanan medis di sirkuit hingga rumah sakit rujukan.
Iqbal juga menyebut kemampuan tim medis NTB melampaui sejumlah negara Eropa. Namun, klaim mengenai pemeringkatan dan jenis lisensi tersebut masih memerlukan konfirmasi langsung dari Dorna.
Ratusan Tenaga Medis Disiapkan
Direktur RSUD Provinsi NTB Asrul Sani mengungkapkan, sebanyak 343 tenaga kesehatan dipersiapkan untuk mengawal penyelenggaraan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026.
Rinciannya, 170 personel ditempatkan di area sirkuit, 145 personel bertugas di luar lintasan, dan 28 personel disiapkan di rumah sakit. Layanan tersebut juga didukung sembilan bidang dokter spesialis.
"Sudah siap. Saat ini posisi kami sudah di Medical Center di sirkuit," ujar Asrul, Selasa (6/10).
Kesiapan petugas tidak hanya ditopang jumlah personel. RSUD Provinsi NTB sebelumnya menggelar pelatihan melalui Motorsport Emergency Academy (MEA), yang berfokus pada penanganan kegawatdaruratan dalam olahraga bermotor.
Penanganan medis dirancang secara berjenjang. Tim pertama memberikan pertolongan di lintasan. Tim kedua menangani kondisi darurat dan evakuasi. Sementara itu, tim ketiga menyiapkan perawatan lanjutan di RSUD Provinsi NTB.
Untuk mendukung operasional tersebut, kebutuhan layanan kesehatan selama tiga hari balapan diperkirakan mencapai Rp3,6 miliar. Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan sekitar Rp2,3 miliar untuk pelayanan medis di area lintasan.
Dua Helikopter Siap Evakuasi Pembalap
Basarnas turut mengerahkan dua helikopter AS 365 N3+ Dauphin bernomor registrasi HR-3601 dan HR-3604. Kedua armada menjalani pemeriksaan jalur penerbangan dan titik pendaratan pada Rabu (7/10).
Helikopter HR-3601 mendarat di RSUD Provinsi NTB pada pukul 13.17 WITA. Lima menit kemudian, HR-3604 menyusul. Keduanya melanjutkan penerbangan dan tiba di helipad Sirkuit Mandalika pukul 13.42 WITA.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, pengerahan helikopter bertujuan mempercepat penanganan pembalap apabila terjadi insiden serius.
"Kami menyiagakan dua unit helikopter beserta kru dan tim medis untuk memastikan respons cepat jika terjadi insiden darurat," katanya.
Kesiapan evakuasi udara bukan tanpa pengalaman. Pada MotoGP Mandalika 2025, Basarnas mengevakuasi seorang pembalap Moto2 yang mengalami kecelakaan saat latihan bebas.
Helikopter HR-3604 ketika itu menerbangkan pembalap dari Sirkuit Mandalika menuju RSUD Provinsi NTB hanya dalam 11 menit, yakni pukul 15.34 hingga 15.45 WITA pada 3 Oktober 2025.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran pentingnya koordinasi antara petugas medis sirkuit, kru helikopter, dan rumah sakit rujukan.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober. Dengan kesiagaan personel dan armada evakuasi, keselamatan pembalap diharapkan dapat ditangani secara cepat sejak di lintasan hingga pelayanan lanjutan di rumah sakit.
Editor : Lugas Rumpakaadi