Siap Hadapi Zero ODOL 2027, ASDP Ketapang Perketat Pengaturan Kendaraan Logistik di Atas 20 Ton

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 01:00 WIB

 

TURUN DARI KAPAL: Berdasarkan skema baru, kendaraan kecil dan truk sedang diarahkan melalui dermaga MB I, II, dan III. Kendaraan logistik berukuran besar, termasuk truk berat yang berbobot di atas 20 ton, akan dilayani khusus melalui dermaga LCM dan MB IV. (RAMADA KUSUMA/RABA)
TURUN DARI KAPAL: Berdasarkan skema baru, kendaraan kecil dan truk sedang diarahkan melalui dermaga MB I, II, dan III. Kendaraan logistik berukuran besar, termasuk truk berat yang berbobot di atas 20 ton, akan dilayani khusus melalui dermaga LCM dan MB IV. (RAMADA KUSUMA/RABA)

 

RADARBANYUWANGI.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat pengaturan kendaraan logistik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari persiapan matang sekaligus dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah menuju penerapan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027 mendatang.

Penataan dilakukan secara ketat dengan menyesuaikan jenis, dimensi, dan bobot kendaraan terhadap kapasitas kapal serta fasilitas dermaga. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya ASDP dalam menjaga keselamatan pelayaran sekaligus memastikan distribusi kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk berjalan lebih tertib.

Berdasarkan skema baru, kendaraan kecil dan truk sedang diarahkan melalui dermaga Movable Bridge (MB) I, II, dan III. Sementara itu, kendaraan logistik berukuran besar, termasuk truk berat yang berbobot di atas 20 ton, akan dilayani khusus melalui dermaga LCM dan MB IV.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, penataan kendaraan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurai antrean di pelabuhan. Kesesuaian tersebut sangat penting demi menjaga stabilitas kapal selama proses pemuatan hingga berlayar. "Fokus kami bukan hanya mempercepat penguraian antrean, tetapi memastikan setiap kendaraan dapat dilayani secara aman sesuai karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan kesiapan fasilitas pelabuhan," ujar Heru.

Di sisi lain, ASDP juga terus memperkuat kapasitas layanan operasional untuk menjaga kelancaran lintasan. KMP Portlink dan KMP Jatra I kini disiapkan sebagai kapal perbantuan, sementara Dermaga 2 Ketapang terus dioptimalkan. Pola operasi kapal juga dapat disesuaikan secara dinamis, termasuk penerapan sistem Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) saat antrean kendaraan mulai meningkat.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menambahkan, kedisiplinan On Time Performance (OTP) terus diperkuat bersama Gapasdap, INFA, BPTD, dan KSOP. Kendaraan masuk dilayani berbasis antrean, lalu didistribusikan sesuai karakteristik kapal. "Dengan pola tersebut, kelancaran pelayanan dapat tetap dijaga tanpa mengurangi aspek keselamatan," tegas Media. (fre/aif)

Editor : Sigit Hariyadi
Sumber : Radar Banyuwangi
ASDP Banyuwangi Ketapang odol