Gempa M6,1 Bikin Warga Sumba Barat Daya Berhamburan Keluar Rumah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:49 WIB
Gempa Sumba Barat Daya mengguncang NTT pada Minggu pagi. BMKG mencatat 62 gempa susulan dan memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. (BMKG)
Gempa Sumba Barat Daya mengguncang NTT pada Minggu pagi. BMKG mencatat 62 gempa susulan dan memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. (BMKG)

RADAR BANYUWANGI – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10) pagi. Guncangan yang menurut analisis awal BMKG mencapai magnitudo 6,1 itu tidak berpotensi tsunami, tetapi dirasakan kuat hingga mencapai skala VI MMI di sejumlah wilayah Sumba Barat Daya. Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa bumi susulan dengan kekuatan M1,5 hingga M4,3.

Gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dalam pembaruan analisis, BMKG mencatat parameter gempa menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Episenter berada pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur.

Meski terdapat perbedaan angka magnitudo antara informasi awal dan hasil pemutakhiran, BMKG memastikan satu hal penting: gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan Terkuat di Sumba Barat Daya

Dampak guncangan paling kuat tercatat di sejumlah wilayah Sumba Barat Daya. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, intensitas mencapai VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi.

Pada skala VI MMI, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk. Banyak warga terkejut hingga berlari keluar rumah.

Guncangan kemudian tercatat pada skala IV MMI di Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba.

Sementara itu, Kota Bima tercatat merasakan gempa dengan intensitas III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan sensasinya dapat menyerupai getaran akibat truk yang melintas.

Kuatnya guncangan membuat warga di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, aktivitas gempa belum sepenuhnya berhenti setelah gempa utama terjadi.

62 Gempa Susulan, Warga Diminta Waspada

BMKG mencatat 62 aktivitas gempa bumi susulan hingga pukul 08.05 WIB. Kekuatan gempa susulan tersebut berada pada rentang M1,5 hingga M4,3.

Kondisi itu menjadi alasan BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

BMKG juga menerima laporan mengenai kerusakan bangunan warga dan sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Namun, informasi tersebut masih berupa laporan awal. Pemantauan dan pendataan dampak gempa terus dilakukan untuk mengetahui kondisi kerusakan secara lebih lengkap.

Secara tektonik, gempa ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menduga gempa berkaitan dengan aktivitas sesar aktif yang berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault.

BMKG Minta Warga Tak Terpengaruh Hoaks

BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa bumi susulan dan memperbarui informasi kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.

Masyarakat diminta tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Warga yang berada di bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa juga diminta tidak memasuki atau mendekati bangunan tersebut sebelum dinyatakan aman.

Informasi resmi mengenai perkembangan gempa dapat dipantau melalui kanal BMKG, termasuk situs resmi BMKG, media sosial InfoBMKG, aplikasi Info BMKG, serta sistem peringatan dini gempa dan tsunami.

Yang juga penting, meskipun gempa ini dinyatakan tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Gempa Sumba Barat Daya pagi itu menjadi pengingat bahwa wilayah Nusa Tenggara Timur berada di kawasan aktif secara tektonik. Setelah guncangan utama berlalu, kewaspadaan justru perlu dipertahankan karena aktivitas susulan masih berlangsung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : BMKG
gempa NTT Gempa Sumba Barat Daya Gempa M6 1 bmkg Gempa Susulan