Dua Hari Tol Prosiwangi Gratis, 24.914 Kendaraan Sudah Melintas

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18:00 WIB
Gerbang tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) di Situbondo Barat. (Foto: Kementerian PU)
Sebanyak 24.914 kendaraan melintas Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton dalam dua hari sosialisasi tarif Rp0 pada 30 September–1 Oktober 2026. (Foto: Kementerian PU)

RADAR BANYUWANGI – Antusiasme masyarakat terhadap Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) terlihat sejak hari pertama sosialisasi tarif Rp0. Dalam dua hari, Rabu–Kamis (30 September–1 Oktober 2026), sebanyak 24.914 kendaraan tercatat melintas di Segmen Gending-Paiton sepanjang 24,08 kilometer.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi kendaraan dari dua arah perjalanan, yakni kendaraan menuju maupun berasal dari arah Kraksaan dan Paiton. Tingginya volume lalu lintas menjadi indikasi kuat bahwa konektivitas baru di jalur timur Jawa tersebut mendapat sambutan dari pengguna jalan.

GT Paiton Jadi Titik Terpadat

PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mencatat lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Kraksaan mencapai 8.581 kendaraan untuk arus masuk dan keluar selama dua hari pertama.

Sementara itu, GT Paiton mencatat volume lebih tinggi, yakni 16.333 kendaraan. Arus lalu lintas tersebut masih didominasi kendaraan Golongan I.

Direktur Utama PT JPB Adi Prasetyanto mengapresiasi tingginya minat masyarakat menggunakan ruas tol tersebut.

Menurut dia, antusiasme pada dua hari pertama menunjukkan bahwa Tol Prosiwangi bukan hanya menghadirkan jalan baru, tetapi juga membuka konektivitas baru menuju kawasan timur Jawa.

“Kami menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat. Tingginya volume di dua hari pertama menjadi sinyal positif bahwa tol ini sangat dinantikan,” ujar Adi.

Dia menambahkan, konektivitas tersebut diharapkan ikut membuka akses ekonomi dan pariwisata hingga Banyuwangi dan Ketapang.

Tarif Segmen Rp0, Saldo Tetap Harus Cukup

Meski Segmen Gending-Paiton masih berstatus tarif Rp0 dalam masa sosialisasi, pengguna jalan dengan perjalanan menerus dari jaringan Tol Trans Jawa tetap harus melakukan tap-in dan tap-out menggunakan kartu uang elektronik.

Pengguna juga wajib memastikan saldo mencukupi sesuai rute perjalanan. Sebab, perjalanan menerus dari jaringan Trans Jawa tetap dikenai tarif pada ruas yang memang bertarif.

Sebagai simulasi, kendaraan dari Surabaya melalui GT Kejapanan Utama menuju GT Kraksaan atau Paiton akan membayar tarif Trans Jawa sebesar Rp113.500 saat tap-out. Sementara pengguna dari Malang melalui GT Malang menuju Kraksaan atau Paiton membayar Rp149.500. Tarif tersebut berlaku untuk perjalanan dua arah.

Karena itu, pengguna jalan diminta tidak menganggap seluruh perjalanan menuju Kraksaan atau Paiton sebagai perjalanan gratis.

Probolinggo-Besuki Kini Sekitar 1 Jam 15 Menit

Manfaat konektivitas baru tersebut mulai dirasakan pengguna jalan. Salah satunya Ahmad, 35, warga Kraksaan.

Dia mengaku perjalanan menuju Paiton menjadi lebih singkat dibandingkan ketika menggunakan jalur arteri Pantura.

“Biasanya ke Paiton lewat Pantura bisa dua jam lebih. Tadi lewat tol cuma satu jam-an, jalannya mulus dan lancar. Sangat membantu untuk kerja,” kata Ahmad saat berada di GT Kraksaan.

Selain perjalanan menuju Paiton, konektivitas tol juga memangkas waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki. Jika sebelumnya perjalanan melalui jalur arteri Pantura membutuhkan sekitar dua jam, kini waktu tempuh disebut dapat dipangkas menjadi sekitar 1 jam 15 menit.

Perubahan waktu tempuh inilah yang membuat kehadiran Segmen Gending-Paiton tidak sekadar menjadi alternatif jalur bagi pengguna kendaraan, tetapi juga bagian dari konektivitas baru di kawasan Tapal Kuda.

Layanan Tol Disiagakan 24 Jam

Di tengah tingginya volume kendaraan selama masa sosialisasi, PT JPB memastikan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas.

Seluruh layanan operasional disiagakan selama 24 jam. Fasilitas yang disiapkan meliputi Mobile Customer Service (MCS), ambulans, kendaraan derek, rescue, serta patroli jalan tol.

Pengguna jalan juga diminta memastikan kondisi kendaraan dan kesiapan fisik pengemudi sebelum memasuki jalan tol.

Adi mengingatkan pengguna agar tetap tertib saat bertransaksi di gerbang tol meskipun Segmen Gending-Paiton berstatus Rp0.

“Meskipun Segmen Gending-Paiton berstatus Rp0, proses penempelan kartu uang elektronik (tap-in dan tap-out) tetap wajib dilakukan untuk pembukaan palang otomatis,” jelasnya.

Pengguna juga diminta memastikan saldo e-toll sesuai dengan rute perjalanan menerus yang ditempuh agar tidak menimbulkan antrean di gerbang keluar.

Kecepatan Maksimal 80 Kilometer per Jam

PT JPB turut mengingatkan pengguna agar tidak terlena dengan kondisi jalan yang relatif lancar. Batas kecepatan maksimal di ruas tersebut adalah 80 kilometer per jam.

Pengemudi diminta menjaga jarak aman, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.

Pengguna jalan juga dapat memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui kamera CCTV yang tersedia.

Dengan volume 24.914 kendaraan hanya dalam dua hari, masa sosialisasi tarif Rp0 menjadi momentum awal untuk melihat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas baru di jalur Probolinggo menuju kawasan timur Jawa.

Namun, di balik kemudahan waktu tempuh, pengguna tetap perlu memperhatikan dua hal utama: keselamatan berkendara dan kecukupan saldo elektronik, terutama bagi kendaraan yang melanjutkan perjalanan ke jaringan Tol Trans Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Jalan tol Jawa Tol Gending Paiton Tarif tol gratis tol prosiwangi Tol Probolinggo