Baru Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 12:44 WIB
Telegram Mutasi Pati Polri tertanggal 2 Oktober 2026. (Tangkapan Layar)
Telegram Mutasi Pati Polri tertanggal 2 Oktober 2026. (Tangkapan Layar)

RADAR BANYUWANGI – Belum lama duduk di kursi Kapolri, Jenderal Pol Suyudi Ario Seto langsung menggerakkan gerbong mutasi. Sebanyak 19 posisi Kapolda berganti dalam rotasi terbaru Polri, termasuk pucuk pimpinan Polda Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, hingga Polda Metro Jaya.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Rotasi ini menjadi salah satu langkah awal Suyudi setelah resmi dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. 

Perubahan itu tidak hanya menyentuh jajaran Kapolda. Sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri juga bergeser. Dengan demikian, susunan komando kepolisian di sejumlah wilayah dan tingkat pusat memasuki fase baru di bawah kepemimpinan Suyudi.

Dekananto Eko Purwono Pimpin Polda Jatim

Salah satu pergantian yang menjadi perhatian berada di Jawa Timur.

Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono mendapat penugasan sebagai Kapolda Jatim menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto. Dekananto sebelumnya menjabat Wakapolda Metro Jaya.

Pergantian itu berlangsung hanya beberapa hari setelah Nanang masih memimpin kegiatan kedinasan di Mapolda Jatim. Pada 29 September 2026, Nanang tercatat memimpin serah terima sejumlah jabatan di lingkungan Polda Jatim. 

Dekananto sendiri bukan nama baru dalam struktur Polda Jatim. Sebelum menjadi Wakapolda Metro Jaya, dia pernah menjabat Dirintelkam Polda Jatim. Pada September 2026, pangkatnya naik menjadi inspektur jenderal atau bintang dua. 

Sementara Nanang Avianto bergeser ke jabatan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jawa Tengah Juga Berganti Komandan

Perubahan berikutnya terjadi di Polda Jawa Tengah. Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan ditunjuk sebagai Kapolda Jateng menggantikan Irjen Pol Ribut Hari Wibowo.

Roy sebelumnya merupakan Pati Bareskrim Polri yang mendapat penugasan di BNN. Pergeseran tersebut membuat jajaran kepolisian di Jawa Tengah kini memiliki pimpinan baru.

Rotasi di dua provinsi besar di Pulau Jawa itu menjadi bagian dari perubahan lebih luas yang dilakukan melalui telegram mutasi terbaru.

Hengki Geser ke Jawa Barat

Di Jawa Barat, Irjen Pol Hengki dipercaya menjadi Kapolda Jabar menggantikan Irjen Pol Pipit Rismanto.

Hengki sebelumnya menjabat Kapolda Banten. Kursi Kapolda Banten selanjutnya ditempati Brigjen Pol Hendra Kurniawan, yang sebelumnya bertugas sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

Artinya, satu rangkaian rotasi membuat pucuk pimpinan Polda Banten sekaligus Jawa Barat berubah.

Metro Jaya Tak Luput dari Rotasi

Perubahan paling strategis lainnya terjadi di Polda Metro Jaya.

Irjen Pol Dadang Hartanto ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri.

Dadang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku. Setelah dipindahkan ke Jakarta, kursi Kapolda Maluku selanjutnya ditempati Irjen Pol Suwondo Nainggolan.

Sementara Asep Edi Suheri mendapat jabatan baru sebagai Irwasum Polri.

Rangkaian ini menunjukkan bahwa mutasi tidak sekadar mengganti pimpinan daerah, tetapi juga menggeser sejumlah perwira dari jabatan kewilayahan ke posisi strategis di tingkat Mabes Polri.

Jabatan Strategis Mabes Polri Ikut Berubah

Selain Asep Edi Suheri yang menjadi Irwasum, jabatan strategis lain di Mabes Polri juga mengalami perubahan.

Irjen Pol Dedy Kusuma Bakti menempati posisi Kabaintelkam Polri. Sementara posisi Kabareskrim Polri dipercayakan kepada Irjen Pol Asep Safrudin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau.

Adapun jabatan Kapolda Kepri selanjutnya diisi Irjen Pol Suhendri.

Pergantian juga terjadi pada posisi Kabaharkam Polri yang kini diisi Irjen Pol Hery Hermawan.

Dengan susunan baru tersebut, gerbong mutasi bergerak dari tingkat Mabes hingga kepolisian daerah.

Rotasi Pertama di Era Suyudi

Mutasi ini memiliki konteks penting karena berlangsung segera setelah pergantian pucuk pimpinan Polri.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026. Suyudi menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Pada kesempatan yang sama, Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri. 

Usai dilantik, Suyudi menyatakan sejumlah fokus awal kepemimpinannya, antara lain konsolidasi internal, peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat. 

Rotasi jabatan yang tertuang dalam telegram 2 Oktober tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri setelah pergantian Kapolri.

Polri menyatakan mutasi dan rotasi jabatan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran pelaksanaan tugas kepolisian. 

Kini, sejumlah Polda memasuki babak kepemimpinan baru. Dari Surabaya hingga Jakarta, dari Bandung hingga Semarang, tongkat komando berpindah tangan dalam salah satu rotasi Kapolda terbesar pada awal masa kepemimpinan Suyudi Ario Seto. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Tribrata News
Dekananto Eko Mutasi Kapolda Suyudi Ario mutasi polri Kapolda Jatim