Tol Prosiwangi Beroperasi, Probolinggo-Banyuwangi Jadi 3 Jam

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 12:00 WIB
Gerbang Tol Paiton di ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi). Segmen Gending–Paiton resmi beroperasi tanpa tarif selama masa sosialisasi 14 hari mulai 30 September 2026. (Jasa Marga)
Gerbang Tol Paiton di ruas Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi). Segmen Gending–Paiton resmi beroperasi tanpa tarif selama masa sosialisasi 14 hari mulai 30 September 2026. (Jasa Marga)

RADAR BANYUWANGI – Perjalanan dari Probolinggo menuju Banyuwangi diproyeksikan semakin singkat setelah seluruh jaringan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) beroperasi penuh. Waktu tempuh yang saat ini bisa mencapai sekitar lima jam diperkirakan terpangkas menjadi sekitar tiga jam.

Harapan tersebut mulai mendapat pijakan setelah PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) mengoperasikan segmen Gending-Paiton sepanjang 23,515 kilometer pada Rabu (30/9/2026). Ruas tersebut dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 WIB dan dapat dilintasi secara gratis selama 14 hari sebagai bagian dari masa sosialisasi.

Pengoperasian segmen baru ini menjadi bagian dari pembangunan bertahap Tol Prosiwangi yang dirancang memperkuat konektivitas kawasan timur Jawa Timur, termasuk akses menuju Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang.

Probolinggo-Besuki Kini Diproyeksi 1 Jam 15 Menit

Direktur Utama PT JPB Adi Prasetyanto mengatakan, keberadaan Tol Prosiwangi diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien sekaligus memperkuat hubungan antarkawasan di Jawa Timur.

"Kehadiran Jalan Tol Prosiwangi diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan di Jawa Timur," ujar Adi dalam keterangan resmi, Selasa (29/9/2026).

Pada segmen yang baru beroperasi, perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki diproyeksikan turun dari sekitar dua jam menjadi sekitar satu jam 15 menit.

Efisiensi waktu tersebut menjadi salah satu manfaat langsung dari pengoperasian ruas Gending-Paiton. Dalam jangka lebih panjang, tersambungnya seluruh jaringan Prosiwangi diharapkan memangkas waktu perjalanan hingga Banyuwangi.

Akses Wisata Ikut Terbuka

Tak hanya memangkas waktu perjalanan, ruas Gending-Paiton juga membuka akses yang lebih mudah menuju sejumlah destinasi wisata.

Pengguna jalan yang keluar melalui Simpang Susun (SS) Paiton dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Duta, Pantai Bohay, Utama Raya Resort, dan Pantai Tampora.

Sementara itu, dari SS Kraksaan, pengguna tol memiliki akses menuju sejumlah destinasi di kawasan Probolinggo, seperti Ranu Agung, Ranu Segaran, Songa Rafting, dan Bremi Eco Park.

Pengembangan jaringan tol dengan demikian tidak hanya berkaitan dengan mobilitas kendaraan. Akses yang semakin mudah juga diharapkan memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata dan pusat-pusat aktivitas ekonomi di wilayah timur Jawa Timur.

Mengarah ke Ketapang dan Bali

Adi menyebut, pengembangan Tol Prosiwangi secara bertahap diarahkan hingga Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang. Pelabuhan tersebut merupakan salah satu simpul penting mobilitas masyarakat dan distribusi barang menuju Pulau Bali.

"Selain memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien, pengembangan jaringan ini juga akan membuka akses yang lebih luas menuju berbagai destinasi wisata dan kawasan strategis, termasuk Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang sebagai salah satu simpul konektivitas menuju Pulau Bali," katanya.

Dengan jaringan yang semakin panjang, tol tersebut diharapkan memberikan alternatif bagi perjalanan antarkota sekaligus mendukung pergerakan logistik di sepanjang kawasan timur Jawa Timur.

Dilengkapi Dua Gerbang Tol

Segmen Gending-Paiton dilengkapi dua Gerbang Tol (GT), yakni GT Kraksaan dan GT Paiton. Masing-masing gerbang memiliki enam gardu yang terdiri atas tiga gardu masuk dan tiga gardu keluar.

Salah satu gardu di setiap gerbang juga bersifat reversible, sehingga dapat digunakan menyesuaikan kebutuhan arus kendaraan.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Tol Prosiwangi diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta membuka akses terhadap potensi ekonomi dan pariwisata.

Jika seluruh jaringan telah beroperasi penuh, manfaat konektivitas tersebut akan menjangkau lebih jauh hingga Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang. Proyeksi waktu tempuh Probolinggo-Banyuwangi dari sekitar lima jam menjadi tiga jam pun menjadi salah satu perubahan yang paling dinanti pengguna jalur timur Jawa Timur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Tol Gending Paiton Tol Probolinggo Banyuwangi jalan tol banyuwangi pelabuhan ketapang tol prosiwangi