Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Ini Pesan Pertamanya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:25 WIB
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
Komjen Pol. Suyudi Ario Seto. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

RADAR BANYUWANGI – “Kami titip kepada rekan-rekan pers untuk kita bisa berkolaborasi, bersinergi dalam memberikan berita kepada masyarakat dengan baik dan jernih.” Kalimat itu menjadi pernyataan pertama Komjen Pol. Suyudi Ario Seto setelah mendapat persetujuan DPR RI sebagai Kapolri baru menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Suyudi menyampaikan pesan tersebut setelah menjalani uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga meminta dukungan masyarakat Indonesia untuk menjalankan amanah apabila resmi memimpin Korps Bhayangkara.

Pesan kepada insan pers tersebut menjadi salah satu penekanan Suyudi setelah memaparkan visi dan arah kepemimpinannya di hadapan Komisi III DPR RI.

Ia menyatakan siap mengawal agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, serta melindungi masyarakat. 

Suyudi: Pers dan Polri Harus Bersinergi

Bagi Suyudi, pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Karena itu, ia secara khusus menitipkan pesan kepada insan pers agar kerja sama antara media dan Polri terus dibangun.

“Kami titip kepada rekan-rekan pers untuk kita bisa berkolaborasi, bersinergi dalam memberikan berita kepada masyarakat dengan baik, dengan jernih,” kata Suyudi.

Ia juga menyatakan kesiapannya memberikan dukungan kepada insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Suyudi kemudian meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia agar amanah yang diberikan kepadanya dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Pernyataan tersebut menjadi penanda awal arah komunikasi Suyudi setelah namanya disetujui DPR untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Bawa Konsep “Polisi Bersama Masyarakat”

Dalam uji kelayakan, Suyudi membawa gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi Polri.

Ia menjelaskan, konsep tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian.

Menurut Suyudi, Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga negara lain. Peran kepolisian, kata dia, adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, serta menindak tindak pidana sesuai kewenangan. 

Ia juga menyebut Indonesia Emas 2045 membutuhkan transformasi di berbagai bidang. Di antaranya sosial, ekonomi, tata kelola, supremasi hukum, stabilitas, ketahanan sosial budaya dan ekologi, hingga pembangunan kewilayahan yang adil.

Sejumlah agenda Asta Cita, menurut Suyudi, berkaitan langsung dengan tugas Polri. Termasuk reformasi politik, hukum dan birokrasi, pemberantasan korupsi dan narkoba, penguatan keamanan nasional, serta pembangunan sumber daya manusia. 

Siapa Suyudi Ario Seto?

Sebelum masuk bursa Kapolri, Suyudi merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Ia dilantik sebagai Kepala BNN pada 5 Agustus 2025.

Sebelumnya, Suyudi menjabat Kapolda Banten sejak Juni 2024. Riwayat tersebut menempatkannya sebagai perwira yang telah menjalani pengalaman kepemimpinan di kewilayahan sekaligus lembaga nasional. 

Saat memimpin BNN, Suyudi aktif mendorong penguatan koordinasi lintas lembaga dalam pemberantasan narkotika.

Pada April 2026, misalnya, ia meminta agar RUU Narkotika tetap memberikan ruang bagi BNN sebagai lembaga yang berwenang melakukan penyelidikan tindak pidana narkotika. Menurutnya, penghapusan nomenklatur BNN dalam draf saat itu berpotensi menimbulkan ambiguitas kelembagaan. 

Suyudi juga mendorong kerja sama BNN dengan aparat penegak hukum dan lembaga lain. Ia menilai sinergi antarlembaga diperlukan untuk menghadapi jaringan narkotika yang semakin kompleks dan lintas negara.

Pengalaman Bersama Pers Bukan Hal Baru

Pesan Suyudi kepada wartawan setelah mendapat persetujuan DPR juga bukan sesuatu yang sepenuhnya baru.

Saat masih menjabat Wakapolda Metro Jaya pada 2024, Suyudi pernah menyebut kerja sama Polri dan wartawan sebagai bagian penting untuk membangun kepercayaan publik dan mencegah konflik melalui pemberitaan.

Ketika itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan media untuk menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. 

Pengalaman tersebut menjadi konteks menarik dari pesan pertamanya setelah disetujui menjadi Kapolri.

Kini, hubungan Polri dan pers kembali ia tempatkan sebagai salah satu bagian dari komunikasi publik yang ingin dibangun.

Soroti Kritik dan Pembenahan Polri

Dalam paparannya di hadapan Komisi III DPR, Suyudi juga menyinggung kritik dan keluhan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Ia menyatakan kritik berbasis fakta seharusnya dapat menjadi peringatan bagi institusi untuk mengetahui bagian mana yang perlu segera diperbaiki. 

Suyudi menyebut reformasi Polri telah memasuki dekade keempat. Menurutnya, transformasi struktural, instrumental, dan terutama kultural merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

Karena itu, apabila mendapat amanah memimpin Polri, ia menyatakan ingin melanjutkan pembenahan dengan melihat kekurangan institusi secara terbuka sekaligus mempertahankan capaian yang telah dibangun para pendahulu. 

Dari Kapolda Banten hingga Kepala BNN

Lintasan jabatan Suyudi dalam beberapa tahun terakhir cukup panjang.

Ia pernah menjabat Kapolda Banten sebelum kemudian dipercaya menjadi Kepala BNN. Pada periode sebelumnya, ia juga pernah bertugas sebagai Wakapolda Metro Jaya. 

Di BNN, Suyudi menghadapi isu narkotika dari sisi pencegahan hingga pemberantasan. Ia mendorong kerja sama dengan TNI, Polri, lembaga pemerintah, dan mitra internasional.

Pada September 2026, misalnya, BNN di bawah kepemimpinannya memperkuat kerja sama dengan Kepolisian Federal Australia (AFP) untuk menghadapi ancaman narkotika lintas negara. Suyudi menilai perkembangan modus operandi, teknologi, dan jalur lintas negara membuat kejahatan terorganisasi membutuhkan respons yang terkoordinasi.

Kini, pengalaman tersebut dibawa ke tantangan yang jauh lebih luas.

Jika proses pengangkatan berjalan sesuai mekanisme, Suyudi akan menggantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Dan setelah persetujuan DPR, pesan pertamanya justru diarahkan kepada masyarakat melalui insan pers: membangun kolaborasi dan menghadirkan berita yang baik serta jernih.

Pesan itu sekaligus menjadi gambaran awal pendekatan Suyudi: mengedepankan sinergi dengan masyarakat, menjaga ruang aman pembangunan, memastikan kepastian hukum, dan menjalankan agenda Asta Cita sesuai kewenangan Polri. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Antara News
Suyudi Ario Seto Kapolri baru Pernyataan Suyudi Kapolri 2026 Polisi bersama masyarakat