RADAR BANYUWANGI – Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending–Paiton resmi beroperasi sejak Rabu (30/9) pukul 10.00 WIB. Ruas sepanjang 23,515 kilometer itu bisa dilintasi tanpa tarif selama 14 hari.
Pembukaan tol tersebut memunculkan satu pertanyaan bagi pengendara yang hendak menuju Banyuwangi. Seberapa banyak waktu perjalanan yang benar-benar bisa dipangkas?
Data lapangan menunjukkan penghematannya untuk saat ini lebih realistis dihitung sekitar 30 menit. Belum sampai dua jam.
Sebab, ruas yang beroperasi reguler baru Gending–Kraksaan–Paiton. Setelah keluar di Paiton, pengendara menuju Situbondo dan Banyuwangi masih menggunakan jalan arteri.
PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) menyatakan segmen Gending–Paiton dibuka tanpa tarif selama masa sosialisasi 14 hari. Meski gratis, pengguna tetap harus menggunakan kartu uang elektronik saat masuk dan keluar gerbang tol.
Data Lapangan: 50 Menit Jadi 20 Menit
Angka penghematan sekitar 30 menit bukan sekadar proyeksi berdasarkan kecepatan rencana jalan tol.
Ketika Gending–Kraksaan–Paiton dibuka secara fungsional pada masa Lebaran 2025, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali mencatat waktu tempuh pada koridor yang sama.
Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali saat itu, Gunadi Antariksa, menyebut perjalanan Gending–Paiton melalui jalan nasional membutuhkan sekitar 50 menit. Melalui ruas tol fungsional, perjalanan dapat ditempuh sekitar 20 menit.
Artinya, terdapat selisih sekitar 30 menit pada bagian perjalanan yang kini digantikan tol.
Jika perjalanan Probolinggo–Banyuwangi sebelumnya membutuhkan sekitar lima hingga enam jam, pemakaian Gending–Paiton secara sederhana dapat memangkas total perjalanan menjadi kisaran 4,5 hingga 5,5 jam, dengan asumsi kondisi ruas setelah Paiton tidak berubah.
Perhitungan tersebut bukan hasil uji berkendara redaksi dari Probolinggo sampai Banyuwangi. Itu merupakan perbandingan door-to-door dengan memasukkan selisih waktu yang pernah tercatat langsung pada segmen Gending–Paiton.
Waktu aktual tetap bisa berbeda. Kemacetan Pantura, jam keberangkatan, kepadatan di Situbondo, kondisi jalur Baluran, hingga lalu lintas menuju Banyuwangi akan memengaruhi waktu tiba.
Lalu, Mengapa Muncul Angka Hemat 45 Menit?
Angka lain yang muncul setelah tol dibuka adalah penghematan 45 menit.
Namun, angka tersebut bukan hasil pengukuran perjalanan Probolinggo–Banyuwangi.
PT JPB memproyeksikan perjalanan Probolinggo–Besuki yang sebelumnya sekitar dua jam melalui jalan arteri menjadi sekitar satu jam 15 menit setelah Gending–Paiton beroperasi. Selisihnya 45 menit.
Karena titik akhirnya berbeda, angka itu tidak bisa langsung digunakan untuk menyatakan perjalanan ke Banyuwangi juga berkurang 45 menit.
Untuk ruas Gending–Paiton sendiri, catatan BBPJN berupa 50 menit melalui jalan nasional dibanding 20 menit melalui tol memberikan pembanding lapangan yang lebih konkret.
Banyuwangi Tiga Jam? Belum Sekarang
Ada pula proyeksi perjalanan Probolinggo–Banyuwangi hanya membutuhkan sekitar tiga jam.
Angka tersebut memang disampaikan pengelola. Namun, konteksnya adalah setelah seluruh jaringan Tol Prosiwangi beroperasi penuh, bukan setelah Gending–Paiton saja dibuka. Saat ini perjalanan Probolinggo–Banyuwangi disebut masih membutuhkan sekitar lima hingga enam jam.
BPJT mencatat pembangunan Prosiwangi memang jauh lebih panjang daripada ruas yang baru beroperasi.
Tahap pertama Gending–Besuki sepanjang sekitar 49,7 kilometer dibagi menjadi Gending–Kraksaan, Kraksaan–Paiton, dan Paiton–Besuki. Tahap berikutnya masih mencakup Besuki–Situbondo, Situbondo–Asembagus, Asembagus–Bajulmati, hingga Bajulmati–Ketapang.
Dengan demikian, angka tiga jam tidak tepat digunakan untuk menggambarkan kondisi perjalanan ke Banyuwangi saat ini.
Gratis sampai 13 Oktober
Pengendara masih dapat mencoba Gending–Paiton tanpa tarif sampai 13 Oktober 2026. Tarif mulai diberlakukan pada 14 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB.
Untuk kendaraan Golongan I, tarif Gending–Simpang Susun (SS) Kraksaan ditetapkan Rp16.000. Kraksaan–Paiton Rp20.000, sedangkan perjalanan penuh Gending–Paiton Rp36.000. Ketentuan tersebut mengacu pada Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 7683/KPTS/Mn/2026.
Setelah tarif berlaku, pengendara bisa membuat perhitungan lebih akurat, membayar Rp36.000 untuk memangkas perjalanan sekitar setengah jam pada kondisi lalu lintas yang sebanding.
Keuntungannya bisa lebih besar ketika Pantura padat. Sebaliknya, ketika jalan nasional lengang, selisih waktu dapat mengecil.
Yang pasti, Gending–Paiton memang membuat perjalanan ke Banyuwangi lebih cepat. Namun, berdasarkan data lapangan yang tersedia, manfaat yang sudah dapat dibuktikan saat ini berada di kisaran 30 menit pada segmen tersebut.
Jadi, perjalanan menuju Banyuwangi belum otomatis menjadi tiga jam. Angka itu masih menunggu jaringan Prosiwangi tersambung jauh lebih panjang ke arah timur.
Editor : Lugas Rumpakaadi