Truk Logistik ke Bali Membeludak, Antrean Ketapang Mengular hingga 5 Kilometer

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 00:30 WIB
PT ASDP mencatat, sepanjang 27–29 September 2026, sebanyak 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang telah menyeberang ke Bali. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
PT ASDP mencatat, sepanjang 27–29 September 2026, sebanyak 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang telah menyeberang ke Bali. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, mengular hingga 5 kilometer pada Rabu (30/9). Mayoritas kendaraan yang tertahan merupakan truk logistik tujuan Gilimanuk, Bali, yang volumenya terus meningkat dalam tiga hari terakhir. ASDP kini mengoptimalkan pola operasi kapal dan dermaga untuk mempercepat penyerapan kendaraan.

Kepadatan terjadi di jalur utara Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang. Hingga pukul 17.00 WIB, ujung antrean tercatat berada sekitar 5 kilometer dari gerbang pelabuhan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan, dominasi kendaraan dalam antrean masih berasal dari truk. Meski demikian, arus lalu lintas di jalur tersebut masih dapat bergerak.

"Dominasi masih kendaraan truk. Meski padat, alur lalu lintas masih bisa dilewati untuk kendaraan yang mau menuju utara," jelas Pepri.

Truk Logistik Terus Naik Setiap Hari

Lonjakan kendaraan logistik menjadi salah satu pemicu utama kepadatan menuju Ketapang. Data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat, selama periode 27–29 September 2026, sebanyak 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang telah menyeberang dari Jawa menuju Bali.

Dari jumlah tersebut, 6.082 kendaraan merupakan truk.

Yang menarik, jumlah truk menunjukkan tren kenaikan setiap hari. Pada Minggu (27/9), tercatat 1.699 truk menyeberang. Angka tersebut meningkat menjadi 2.160 truk pada Senin (28/9).

Sehari berikutnya, Selasa (29/9), jumlahnya kembali naik menjadi 2.223 truk.

Lonjakan kendaraan angkutan logistik tersebut membuat arus menuju Pelabuhan Ketapang semakin padat.

Air Laut Surut, Sejumlah Kapal Sempat Terkendala

Kepadatan kemudian diperparah gangguan operasional pada Rabu pagi.

Sekitar pukul 05.00 WITA, kondisi air laut di Pelabuhan Gilimanuk mengalami surut. Sejumlah kapal dilaporkan kandas dan mengalami kesulitan saat hendak bersandar di dermaga plengsengan.

Kondisi tersebut berdampak pada proses bongkar muat. Ritme pelayanan kapal pun sempat terganggu sehingga penyerapan kendaraan dari sisi Ketapang menuju Bali tidak bisa berlangsung optimal.

Gangguan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat antrean kendaraan semakin panjang.

ASDP Ubah Pola Operasi untuk Kejar Antrean

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pihaknya kini fokus mempercepat penyerapan kendaraan yang tertahan. Pengaturan kapal dan dermaga dilakukan secara dinamis dengan mengoptimalkan waktu sandar serta proses bongkar muat.

Namun, percepatan tetap harus menyesuaikan kondisi perairan dan aspek keselamatan pelayaran.

"Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran. Ketika kondisi perairan mendukung, operasional dimaksimalkan agar kendaraan dari jalur menuju Ketapang dapat terserap lebih cepat," ujar Heru.

ASDP juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga ritme pelayanan. Perkembangan antrean, kondisi kapal, cuaca, hingga pasang surut air laut menjadi faktor yang dipantau dalam pengaturan operasional.

Cuaca Selat Bali Diprakirakan Kondusif

Di tengah kepadatan tersebut, kondisi cuaca justru diprakirakan cukup mendukung untuk beberapa hari ke depan.

Data Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya menunjukkan kondisi di Pelabuhan Ketapang pada 30 September hingga 2 Oktober 2026 relatif kondusif, dengan cuaca berawan hingga cerah berawan.

Tinggi gelombang di lintasan Jawa–Bali diperkirakan sangat rendah, yakni sekitar 0,1 hingga 0,5 meter.

Pada Rabu (30/9), kecepatan angin berada di kisaran 4–8 knot. Sementara Kamis (1/10) dan Jumat (2/10), cuaca diprediksi berawan tebal dengan kecepatan angin 4–9 knot.

Kecepatan arus laut pada periode tersebut diperkirakan berada di kisaran 0,71 hingga 4,74 knot.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi ASDP untuk meningkatkan ritme penyeberangan selama aspek keselamatan dan kondisi pelabuhan memungkinkan.

Antrean 5 Kilometer Jadi Perhatian

ASDP memastikan pemantauan terhadap cuaca dan pasang surut terus dilakukan untuk menentukan pola operasi yang paling sesuai.

Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa yang terdampak kepadatan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.

"Kami memahami pentingnya lintasan Ketapang–Gilimanuk bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik Jawa–Bali. Bersama seluruh stakeholder, kami terus mengoptimalkan kapasitas layanan agar antrean dapat segera terurai," pungkas Heru.

Dengan volume truk yang meningkat dari hari ke hari, penguraian antrean kendaraan di jalur Ketapang menjadi pekerjaan utama ASDP. Jika kondisi perairan mendukung, optimalisasi kapal, dermaga, dan bongkar muat diharapkan mampu mempercepat penyerapan kendaraan yang kini mengular hingga 5 kilometer. (*)

Editor : Ali Sodiqin
antrean Ketapang Truk ke Bali pelabuhan ketapang asdp ketapang ketapang gilimanuk