Jembatan Pajarakan Dibongkar Total, Tol Gending-Paiton Jadi Jalur Truk, Gratis Mulai Hari Ini

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 05:30 WIB
Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Dokumen Radar Bromo)
Kendaraan yang melintas di Jembatan Pajarakan saat pagi hari. Jembatan penghubung jalur nasional itu akan dibongkar dan diperbaiki total. (Dokumen Radar Bromo)

RADAR BANYUWANGI – Wajah lalu lintas Pantura Probolinggo bakal berubah mulai 1 Oktober 2026. Jembatan Pajarakan akan dibongkar total untuk menjalani rehabilitasi menyeluruh hingga 22 Desember 2026. Untuk mencegah kemacetan panjang selama proyek berlangsung, kendaraan besar seperti truk logistik akan dialihkan ke Tol Gending-Paiton, sementara kendaraan kecil dan sepeda motor tetap dapat melintas melalui jembatan darurat.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari rekayasa lalu lintas untuk menjaga arus kendaraan di jalur nasional Probolinggo-Paiton-Situbondo tetap bergerak selama pekerjaan jembatan berlangsung.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Jalan Nasional Probolinggo-Paiton-Situbondo Wahyu Wibowo mengatakan pekerjaan pembongkaran sekaligus perbaikan Jembatan Pajarakan dijadwalkan berlangsung hampir tiga bulan.

“Jembatan Pajarakan akan dibongkar. Proses perbaikannya dijadwalkan berlangsung mulai 1 Oktober hingga 22 Desember 2026,” ujar Wahyu, Selasa (29/9/2026).

Jembatan Darurat Jadi Jalur Kendaraan Kecil

Pembongkaran jembatan vital tersebut berpotensi memengaruhi arus lalu lintas Pantura. Karena itu, pemerintah menyiapkan skema pengaturan kendaraan berdasarkan jenis dan ukuran.

Untuk kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi berukuran kecil, akses melalui kawasan utama Pajarakan tetap disediakan. Kendaraan akan diarahkan melewati Bailey Bridge atau jembatan darurat yang telah dibangun tepat di sebelah jembatan yang akan direhabilitasi.

Petugas akan menerapkan sistem buka-tutup secara bergantian agar kendaraan tetap dapat melintas selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Skema tersebut memungkinkan akses masyarakat lokal tetap berjalan meski jembatan utama dibongkar.

Truk Logistik Dialihkan ke Tol Gending-Paiton

Sementara itu, kendaraan besar mendapat perlakuan berbeda. Truk logistik dan angkutan berat akan diarahkan menggunakan Tol Gending-Paiton.

Pengalihan ini dilakukan untuk mengurangi beban lalu lintas di sekitar lokasi proyek sekaligus mencegah penumpukan kendaraan berat di jalur Pantura.

Langkah tersebut sekaligus memanfaatkan operasional Tol Gending-Paiton yang mulai dibuka untuk umum mulai hari ini 30 September 2026 pukul 10.00 WIB. Pada 14 hari pertama, pengguna jalan dapat melintasi ruas tol tersebut secara gratis sebagai masa sosialisasi.

Setelah periode gratis berakhir, pengguna tol akan dikenai tarif sesuai ketentuan yang berlaku.

Pengendara Diminta Antisipasi Perlambatan

Dengan dimulainya proyek Jembatan Pajarakan, pengendara yang melintasi jalur Pantura Probolinggo perlu memperhitungkan potensi perlambatan arus di sekitar lokasi pekerjaan.

Pengendara juga diimbau memperhatikan rambu-rambu pengalihan serta arahan petugas di lapangan. Bagi kendaraan yang memenuhi ketentuan untuk menggunakan tol, jalur Gending-Paiton dapat menjadi pilihan untuk menghindari kawasan proyek.

Selama hampir tiga bulan ke depan, pengaturan lalu lintas tersebut akan menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas Pantura ketika Jembatan Pajarakan memasuki tahap pembongkaran dan rehabilitasi total. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Jembatan Pajarakan Bailey Bridge Pantura Probolinggo Tol Gending Paiton Jalur Pantura