Berjam-jam Terjebak Macet, Pikap Jenazah Akhirnya Lolos Lewat Jalur Lingkar

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 06:00 WIB
ANTREAN SISA 8,5 KM: Antrean kendaraan yang hendak masuk kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang belum sepenuhnya terurai, Selasa (29/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
ANTREAN SISA 8,5 KM: Antrean kendaraan yang hendak masuk kapal di Pelabuhan ASDP Ketapang belum sepenuhnya terurai, Selasa (29/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Di tengah kepungan antrean kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, sebuah pikap pengangkut jenazah sempat terjebak berjam-jam di antara truk logistik. Polisi turun tangan dan membuka jalur alternatif melalui Jalan Lingkar sehingga rombongan keluarga berhasil keluar dari kepadatan dalam waktu sekitar 15 menit dan melanjutkan perjalanan menuju Rogojampi, Selasa (29/9).

Situasi darurat tersebut terjadi ketika personel Satlantas Polresta Banyuwangi bersiaga di kawasan SAA, Desa Bangsring, yang menjadi salah satu titik ekor antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang.

Di tengah kepadatan, keluarga yang mengiringi jenazah mendatangi petugas. Mereka meminta bantuan karena mobil pikap yang membawa jenazah tidak kunjung dapat bergerak akibat terhimpit antrean kendaraan logistik.

Permintaan tersebut langsung direspons petugas.

Kanit Turjawali Polresta Banyuwangi Ipda Rudi Wicahyono mengatakan, Aipda Hendro bersama sejumlah personel Satlantas segera berkoordinasi melalui radio komunikasi atau handy talky (HT).

Koordinasi antarpersonel dilakukan untuk mencari celah pergerakan sekaligus menentukan jalur yang memungkinkan rombongan keluar dari kepadatan tanpa mengganggu arus kendaraan lainnya.

Rombongan pikap jenazah bersama sejumlah pengantar yang menggunakan sepeda motor kemudian diarahkan melewati jalur alternatif Jalan Lingkar. Petugas menuntun rombongan secara bertahap hingga berhasil mencapai Simpang Tiga Farly.

"Alhamdulillah, berkat koordinasi cepat antarpos lewat HT, rombongan berhasil menembus kepadatan lalu lintas dalam waktu 15 menit saja," ujar Rudi.

Menurut dia, kondisi arus kendaraan dari arah selatan menuju utara yang relatif lebih lengang turut membantu proses pengawalan.

Setelah berhasil keluar dari kepadatan di kawasan Simpang Tiga Farly, keluarga korban menyampaikan terima kasih kepada petugas sebelum meneruskan perjalanan menuju Rogojampi.

Antrean Kendaraan Besar Masih Fluktuatif

Di sisi lain, kepadatan kendaraan di kawasan utara Banyuwangi masih bergerak dinamis. Menurut Rudi, arus lalu lintas didominasi kendaraan besar, terutama truk logistik yang menuju Pelabuhan Ketapang.

Pada Selasa sore, ekor antrean kendaraan terpantau mencapai sekitar 11 kilometer. Panjang antrean berpotensi kembali bertambah pada malam hari seiring meningkatnya jumlah kendaraan logistik yang menuju pelabuhan.

Kondisi tersebut membuat personel kepolisian terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur menuju Ketapang.

Petugas juga melakukan penyortiran kendaraan secara bertahap, mulai dari kawasan KP3 hingga area terminal. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatur sirkulasi kendaraan dan mencegah penumpukan pada satu titik.

Pengaturan lalu lintas menjadi semakin penting karena kendaraan besar membutuhkan ruang gerak lebih luas dan waktu lebih panjang untuk berpindah atau memasuki kawasan pelabuhan.

Rudi mengatakan, personel tetap disiagakan untuk merespons situasi darurat maupun kebutuhan pengguna jalan yang terjebak antrean.

Kasus pikap jenazah tersebut menunjukkan bahwa di tengah kepadatan arus logistik menuju Pelabuhan Ketapang, petugas tidak hanya berfokus mengurai antrean kendaraan, tetapi juga memberikan prioritas pada situasi yang membutuhkan penanganan segera. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
macet Ketapang Satlantas Banyuwangi antrean Ketapang Pikap jenazah jalan lingkar