Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Tuntas 100 Persen, Cileles-Panimbang Masih Dikebut

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 20:00 WIB
Tol Serang–Panimbang terus dikebut. Seksi 2 tembus progres 96,78 persen dan ditargetkan fungsional saat mudik Lebaran 2026.
Tol Serang-Panimbang terus dikebut. Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sudah 100 persen dan masuk tahap ULFO, sementara Seksi 3 masih dibangun. (BPJT)

RADAR BANYUWANGI – Penantian masyarakat Banten terhadap konektivitas baru menuju wilayah selatan semakin dekat. Jalan Tol Serang–Panimbang terus dikebut, dengan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 kilometer telah mencapai progres fisik 100 persen dan memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).

Proyek Strategis Nasional (PSN) sepanjang 83,67 kilometer ini dibangun untuk memperkuat konektivitas Banten sekaligus membuka akses lebih cepat menuju kawasan ekonomi dan pariwisata di wilayah tengah hingga selatan provinsi tersebut. Jalan tol ini melintasi wilayah Serang, Lebak, dan Pandeglang serta tersambung dengan jaringan Tol Tangerang–Merak.

Berdasarkan pembaruan progres per 13 September 2026 yang menjadi acuan informasi proyek, Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisiknya. Namun, ruas tersebut belum otomatis dapat digunakan secara penuh karena masih harus melalui tahapan ULFO.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum jalan tol dinyatakan memenuhi persyaratan untuk beroperasi. Pemeriksaan mencakup aspek teknis, keselamatan, hingga administrasi.

Seksi 1 Sudah Beroperasi

Tol Serang–Panimbang dibagi menjadi tiga seksi dengan total panjang 83,67 kilometer.

Seksi 1 menghubungkan Serang–Rangkasbitung sepanjang sekitar 26,5 kilometer. Ruas ini telah beroperasi sejak 2021. 

Berlanjut ke Seksi 2, ruas Rangkasbitung–Cileles memiliki panjang 24,17 kilometer. Pembangunannya menjadi bagian yang ditangani badan usaha jalan tol dan kini telah mencapai progres fisik 100 persen berdasarkan pembaruan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Sementara itu, Seksi 3 menjadi bagian yang masih dikerjakan pemerintah melalui pendanaan APBN. Ruas Cileles–Panimbang memiliki panjang sekitar 33 kilometer.

Seksi 3 Masih Dikebut

Pembangunan Seksi 3 tidak berjalan dalam satu paket pekerjaan. Ruas ini terbagi dalam sejumlah fase dan paket konstruksi.

Fase 1 sepanjang 17,46 kilometer telah mencapai progres 95,81 persen. Kemudian Fase 2 Paket 1 sepanjang 1,05 kilometer berada di angka 56,35 persen.

Fase 2 Paket 2 sepanjang 8,20 kilometer telah mencapai 89,29 persen, sedangkan Paket 3 sepanjang 6,29 kilometer mencapai 93,80 persen.

Selain konstruksi utama, pekerjaan penanganan hidrologi pada Seksi 3 tercatat mencapai 38,16 persen.

Progres tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar konstruksi utama Seksi 3 sudah berada pada tahap akhir, meski masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum seluruh ruas Cileles–Panimbang dapat difungsikan.

Waktu Tempuh Bisa Terpangkas

Salah satu manfaat yang paling ditunggu dari Tol Serang–Panimbang adalah pemangkasan waktu perjalanan.

Rute Serang menuju Cileles yang sebelumnya dapat membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit melalui jalan non-tol, dengan keberadaan jaringan tol ditargetkan dapat ditempuh sekitar 45 menit.

Dampaknya bukan hanya dirasakan pengguna kendaraan pribadi. Kehadiran tol juga diarahkan untuk memperlancar distribusi barang sekaligus memperkuat konektivitas antarkawasan.

BPJT sebelumnya menyebut Tol Serang–Panimbang diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Banten serta memperlancar konektivitas menuju kawasan pariwisata.

Membuka Akses ke Tanjung Lesung hingga Ujung Kulon

Jalur baru tersebut memiliki posisi strategis karena menghubungkan kawasan Banten yang selama ini memiliki potensi ekonomi dan pariwisata besar dengan jaringan jalan tol yang sudah ada.

Salah satu kawasan yang diharapkan memperoleh manfaat adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Akses menuju kawasan wisata pesisir selatan Banten hingga Taman Nasional Ujung Kulon juga menjadi bagian dari manfaat konektivitas yang diharapkan pemerintah.

Dengan tersambungnya jaringan Serang–Panimbang, distribusi logistik dari wilayah Banten bagian tengah menuju selatan dapat menjadi lebih efisien. Di sisi lain, akses wisatawan menuju destinasi di Banten selatan juga berpotensi menjadi lebih mudah.

Karena itu, penyelesaian Tol Serang–Panimbang bukan sekadar menambah ruas jalan baru. Proyek sepanjang 83,67 kilometer ini disiapkan sebagai penghubung antara konektivitas, distribusi logistik, pengembangan kawasan ekonomi, dan pariwisata Banten.

Saat ini, perhatian berikutnya tertuju pada penyelesaian pekerjaan Seksi 3 serta tahapan ULFO Seksi 2. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, jaringan tol tersebut diharapkan semakin membuka akses perjalanan dari Serang menuju kawasan Banten selatan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : BPJT
Tol Banten Seksi 2 tol Cileles Panimbang Tol Rangkasbitung tol serang panimbang