RADAR BANYUWANGI – Perjalanan dari Banyuwangi menuju Bandung menggunakan mobil pribadi lewat jaringan Tol Trans Jawa membutuhkan persiapan saldo elektronik yang cukup besar. Untuk kendaraan Golongan I, pengendara sebaiknya menyiapkan saldo e-Toll sekitar Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta agar perjalanan tidak terkendala kekurangan saldo.
Rute Banyuwangi-Bandung memadukan perjalanan dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat. Sebagian perjalanan dari Banyuwangi menuju Probolinggo masih menggunakan jalur non-tol, sebelum pengendara masuk jaringan tol dan melanjutkan perjalanan ke arah Bandung.
Besaran tarif akhir bergantung pada ruas yang digunakan serta gerbang tol tempat kendaraan keluar di wilayah Bandung.
Banyuwangi-Probolinggo Belum Sepenuhnya Tol
Perjalanan dari Banyuwangi menuju Bandung tidak dimulai dengan membayar tol sejak Banyuwangi.
Pengendara dari Banyuwangi perlu menuju wilayah Probolinggo terlebih dahulu. Salah satu akses yang menjadi acuan adalah kawasan Gerbang Tol Gending.
Ruas Banyuwangi-Probolinggo masih memiliki bagian perjalanan yang menggunakan jalan non-tol. Setelah mencapai kawasan Probolinggo, perjalanan dapat dilanjutkan melalui jaringan Tol Trans Jawa.
Dari Probolinggo, kendaraan kemudian bergerak ke arah Surabaya, melintasi sejumlah ruas Tol Trans Jawa menuju Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Estimasi Tarif Tol Banyuwangi-Bandung
Untuk kendaraan Golongan I seperti sedan, jip, minibus, dan MPV, berikut gambaran akumulasi tarif berdasarkan sektor perjalanan:
| Ruas perjalanan | Estimasi tarif |
|---|---|
| Banyuwangi–Probolinggo/Gending | Gratis/non-tol |
| Probolinggo/Gending–Surabaya | Rp70.000–Rp80.000 |
| Surabaya–Solo–Semarang | Rp400.000–Rp420.000 |
| Semarang–Palimanan | Rp340.000–Rp360.000 |
| Akses Jawa Barat menuju Bandung | Rp130.000–Rp170.000 |
| Total estimasi pokok | Rp950.000–Rp1.050.000 |
Angka tersebut merupakan estimasi akumulasi, bukan satu tarif resmi untuk seluruh rute Banyuwangi-Bandung.
Total pembayaran dapat berubah sesuai pilihan jalur di Jawa Barat dan gerbang tol tujuan.
Karena itu, pengendara sebaiknya tidak hanya membawa saldo sesuai angka pokok. Menyediakan dana lebih menjadi langkah yang lebih aman untuk perjalanan panjang.
Kenapa Saldo Sebaiknya Rp1,1 Juta-Rp1,2 Juta?
Jika estimasi tarif pokok berada di kisaran Rp950 ribu hingga Rp1,05 juta, pengendara dapat menambahkan cadangan sekitar 10-15 persen.
Dengan begitu, saldo yang disiapkan berada di kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta.
Saldo cadangan dapat membantu mengantisipasi perubahan rute, kebutuhan pembayaran tol tambahan, atau kendala transaksi yang mungkin terjadi selama perjalanan.
Perlu dicatat, saldo e-Toll bukan biaya perjalanan keseluruhan. Pengendara tetap perlu menganggarkan BBM, makan, parkir, dan kebutuhan lain selama perjalanan.
Pilih Exit Tol Sesuai Tujuan di Bandung
Setelah memasuki wilayah Jawa Barat, pilihan gerbang keluar perlu disesuaikan dengan tujuan akhir.
GT Pasteur dapat menjadi pilihan bagi pengendara yang menuju pusat Kota Bandung, Sukajadi, Lembang, dan kawasan Bandung Utara.
Sementara GT Cileunyi lebih relevan bagi perjalanan menuju Bandung Timur, Cileunyi, atau Sumedang.
Untuk tujuan Bandung Selatan, pengendara dapat mempertimbangkan GT Buah Batu. Sedangkan GT Pasir Koja dapat menjadi opsi bagi tujuan di Bandung Kulon dan sejumlah kawasan di sekitar Jalan Soekarno-Hatta.
Pilihan pintu keluar tersebut turut memengaruhi rute dan akumulasi tarif yang harus dibayar.
Lewat Cipularang atau Cisumdawu?
Perjalanan menuju Bandung dari jaringan Tol Trans Jawa memiliki pilihan jalur penghubung di Jawa Barat.
Pengendara dapat mempertimbangkan jalur melalui kawasan Cikampek dan Cipularang atau menggunakan akses Cisumdawu sesuai titik tujuan.
Pilihan rute sebaiknya disesuaikan dengan tujuan akhir. Pengendara yang menuju Bandung Timur atau Sumedang dapat mempertimbangkan akses yang terhubung dengan kawasan Cileunyi, sementara tujuan Bandung bagian lain dapat membuat pilihan gerbang keluar berbeda.
Karena itu, tidak ada satu angka tarif yang berlaku untuk semua perjalanan Banyuwangi-Bandung. Titik masuk, jalur yang dipilih, serta gerbang keluar menjadi faktor penentu.
Isi Saldo Sebelum Berangkat
Perjalanan lintas provinsi membutuhkan persiapan lebih dibanding perjalanan dalam kota.
Salah satu yang perlu dilakukan adalah mengisi saldo e-Toll sebelum kendaraan memasuki jaringan tol.
Top-up dapat dilakukan melalui layanan perbankan maupun minimarket yang menyediakan pengisian saldo uang elektronik.
Pengendara juga sebaiknya memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan mengetahui lokasi rest area di sepanjang perjalanan. Untuk perjalanan panjang, waktu istirahat perlu diperhitungkan agar pengemudi tetap berkendara dengan aman.
Jangan Hanya Menghitung Tarif Tol
Perjalanan Banyuwangi-Bandung bukan sekadar persoalan saldo e-Toll.
Jarak yang panjang membuat kebutuhan BBM menjadi komponen biaya tersendiri. Pengendara juga perlu memperhitungkan konsumsi bahan bakar berdasarkan jenis kendaraan, kondisi lalu lintas, jumlah penumpang, serta gaya berkendara.
Begitu pula dengan kebutuhan makan dan istirahat.
Kesimpulannya, pengendara mobil Golongan I dari Banyuwangi menuju Bandung sebaiknya menyiapkan saldo e-Toll sekitar Rp1,1 juta-Rp1,2 juta. Estimasi tarif pokok berada di kisaran Rp950 ribu-Rp1,05 juta, sedangkan selisihnya menjadi cadangan untuk mengantisipasi variasi rute dan transaksi selama perjalanan. (*)
Editor : Ali Sodiqin