Antrean Pelabuhan Ketapang Kembali Mengular 13 Km, Imbas Blokade Sopir Sabtu Sore

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 04:00 WIB
Usai 6 Jam terhambat, kantung parkir di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang disesaki kendaraan. Kepadatan dilaporkan terjadi di dua sisi pelabuhan Minggu (27/9) pagi. (BPTD for Radar Banyuwangi)
Usai 6 Jam terhambat, kantung parkir di dalam Pelabuhan ASDP Ketapang disesaki kendaraan. Kepadatan dilaporkan terjadi di dua sisi pelabuhan Minggu (27/9) pagi. (BPTD for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang kembali mengular hingga 13 kilometer pada Minggu (27/9) pagi. Kepadatan ini menjadi buntut aksi demonstrasi dan pemblokiran sopir logistik di pintu keluar pelabuhan sehari sebelumnya yang membuat kendaraan tertahan selama sekitar enam jam.

Antrean yang sempat terurai pada Sabtu malam kembali menumpuk karena kendaraan yang tertahan akibat blokade belum seluruhnya dapat diseberangkan. Kepadatan terjadi di sejumlah titik, baik dari arah Banyuwangi maupun Gilimanuk.

Berdasarkan laporan Korsatpel BPTD Ketapang, sekitar pukul 08.00 WIB, ekor antrean dari Pelabuhan ASDP Ketapang mencapai kurang lebih 13 kilometer. Ekor antrean terpantau berada di sekitar pintu masuk Pantai Kampe, Desa Bangsring.

“Ekor antrean pada Minggu pagi mencapai kurang lebih 13 kilometer di sekitar pintu masuk Pantai Kampe, Desa Bangsring,” kata Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Ketapang Rahut Sianturi.

Meski demikian, antrean tidak sepenuhnya padat sepanjang jalur. Di sejumlah bagian antrean terpantau terputus, namun kembali menebal di titik lainnya.

Kantung Parkir Kembali Penuh

Panjang antrean tersebut tidak terlepas dari kendaraan yang tertahan selama blokade di pintu keluar Pelabuhan ASDP Ketapang.

Aksi pemblokiran yang berlangsung sekitar enam jam membuat kendaraan tidak dapat keluar dari kawasan pelabuhan. Setelah blokade dibuka, kendaraan yang sebelumnya tertahan kemudian kembali memenuhi kantung-kantung parkir.

Kondisi serupa terjadi di Dermaga Bulusan. Kendaraan pribadi roda empat hingga truk logistik kembali memadati area tunggu penyeberangan.

Situasi tersebut membuat arus kendaraan kembali tersendat meski akses pelabuhan telah dibuka.

Rahut mengatakan BPTD bersama ASDP berupaya mempercepat proses penyeberangan untuk mengurai kepadatan.

Sebanyak 23 kapal dioperasikan pada hari sebelumnya. Rinciannya, 14 kapal melayani di dermaga MB dan sembilan kapal beroperasi di dermaga LCM.

“Kita coba memanggil dua kapal perbantuan untuk mengurai, karena kemarin sudah sempat lancar dan ini kembali padat. Di Gilimanuk juga terjadi antrean kendaraan,” imbuhnya.

Penambahan kapal diharapkan dapat mempercepat pemindahan kendaraan dari kantung parkir maupun jalur antrean menuju kapal.

Antrean Juga Terjadi di Gilimanuk

Kepadatan tidak hanya terjadi di sisi Banyuwangi.

Berdasarkan pantauan ASDP Ketapang, ekor antrean kendaraan dari arah Ketapang terpantau berada di kawasan Bangsring dengan jarak sekitar 10 kilometer dari pelabuhan.

Sementara dari sisi Bali, antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk juga terjadi. Ekor antrean terpantau sekitar 3,5 kilometer dari pelabuhan, tepatnya di kawasan Monumen Lintas.

Artinya, upaya mengurai kepadatan harus dilakukan secara bersamaan di kedua sisi lintasan Ketapang-Gilimanuk. Jika arus kendaraan di salah satu sisi lebih cepat sementara sisi lainnya masih padat, antrean berpotensi kembali terbentuk.

ASDP Fokus Percepat Operasional

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan pihaknya saat ini berfokus mempercepat dan memperkuat operasional penyeberangan untuk mengurai antrean kendaraan di sisi Jawa maupun Bali.

Namun, percepatan operasional tetap harus mempertimbangkan kondisi cuaca dan aspek keselamatan pelayaran.

“Kami berkomitmen menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan layanan penyeberangan melalui koordinasi berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan terkait. Setiap penyesuaian operasional akan dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pelayaran sekaligus menjaga kelancaran mobilitas pengguna jasa,” pungkasnya.

Panjang antrean pada Minggu pagi menjadi konsekuensi lanjutan dari gangguan operasional sehari sebelumnya. Setelah blokade dibuka, pekerjaan berikutnya bukan hanya memastikan kendaraan dapat masuk pelabuhan, tetapi juga mengembalikan ritme penyeberangan agar tumpukan kendaraan di kedua sisi lintasan Ketapang-Gilimanuk kembali terurai. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
antrean Ketapang blokade sopir pelabuhan ketapang asdp ketapang ketapang gilimanuk