Tiga Tol Dapat Suntikan Rp3,29 Triliun, Ruas Mana Saja yang Dibiayai?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 12:36 WIB
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)

RADAR BANYUWANGI – Pemerintah menyiapkan anggaran Rp3,29 triliun dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027 untuk mendukung pembangunan dan penuntasan sejumlah proyek jalan tol. Anggaran tersebut diarahkan terutama untuk dukungan konstruksi tiga ruas tol strategis, sekaligus memenuhi kewajiban pembayaran layanan pada Tol Betung-Tempino-Jambi.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) Ni Komang Rasminiati menyampaikan alokasi tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut Komang, dukungan konstruksi pemerintah pada 2027 mencakup Tol Serang-Panimbang di Banten, Tol Semarang-Demak Seksi Semarang-Sayung di Jawa Tengah, dan Tol Akses Patimban di Jawa Barat.

"Untuk pembangunan jalan tol, terutama untuk yang merupakan dukungan konstruksi dari pemerintah, ini di dalam RKA 2027 sudah dialokasikan sebesar Rp3,29 triliun," kata Komang dalam rapat tersebut, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Tiga Proyek Tol Jadi Sasaran Dukungan Pemerintah

Tiga ruas tol tersebut mendapat dukungan konstruksi pemerintah karena pembangunan infrastrukturnya membutuhkan keterlibatan pendanaan negara.

Tol Serang-Panimbang menjadi salah satu proyek yang masuk dalam alokasi tersebut. Jalan tol ini dikembangkan untuk memperkuat konektivitas wilayah Banten, termasuk akses menuju kawasan ekonomi dan pariwisata di bagian selatan provinsi tersebut.

Berikutnya, terdapat Tol Semarang-Demak, khususnya Seksi Semarang-Sayung. Ruas tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan konektivitas kawasan pesisir utara Jawa Tengah.

Sementara itu, Tol Akses Patimban di Jawa Barat juga memperoleh dukungan. Jalan tol tersebut berkaitan dengan penguatan konektivitas menuju kawasan Pelabuhan Patimban.

Kebutuhan Tol Betung-Tempino-Jambi Belum Sepenuhnya Terpenuhi

Selain dukungan konstruksi, anggaran dalam RKA 2027 juga mencakup kewajiban pemerintah berupa pembayaran berkala berbasis layanan (PBBL) untuk jalan tol di Sumatra.

Salah satunya adalah Tol Betung-Tempino-Jambi. Untuk memenuhi kewajiban PBBL ruas tersebut pada 2027, kebutuhan anggarannya mencapai Rp1,5 triliun.

Namun, anggaran yang saat ini telah dialokasikan baru mencapai Rp1,345 triliun. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp155 miliar.

"Ini dialokasikan sebesar kebutuhan tahun 2027 itu sebetulnya Rp1,5 triliun, namun saat ini baru teralokasi Rp1,345 triliun," ujar Komang.

BPJT berharap kekurangan tersebut dapat dipenuhi melalui optimalisasi sisa anggaran yang tersedia selama pelaksanaan anggaran 2027.

"Mungkin harapan kami, di dalam waktu berjalan nanti akan ada anggaran-anggaran sisa yang dapat dialokasikan untuk memenuhi anggaran kewajiban ini," pungkasnya.

Dengan demikian, Rp3,29 triliun menjadi salah satu pos penting KemenPU dalam RKA 2027 untuk menopang pembangunan jalan tol, sementara kebutuhan PBBL Tol Betung-Tempino-Jambi masih memerlukan tambahan anggaran sekitar Rp155 miliar. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : KemenPU
anggaran tol 2027 KemenPU Tol Betung Tempino proyek jalan tol tol serang panimbang