KMP Trisila Bakti 3 Resmi Berlayar di Selat Bali, Kapal Jumbo Rp 63,5 Miliar Siap Hadapi Peak Season

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:00 WIB
ARMADA BARU: Kapal motor penumpang (KMP) Trisila Bakti 3 saat berlayar melayani rute pelayaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk Kamis (24/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
ARMADA BARU: Kapal motor penumpang (KMP) Trisila Bakti 3 saat berlayar melayani rute pelayaran di lintasan Ketapang–Gilimanuk Kamis (24/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ancaman kemacetan panjang di lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk mendapat tambahan amunisi. KMP Trisila Bakti 3 resmi beroperasi di Selat Bali mulai Jumat (25/9). Kapal milik PT Trisila Laut itu memiliki kapasitas 2.400 Gross Tonnage (GRT) dan disiapkan untuk memperkuat layanan sekaligus mengantisipasi lonjakan kendaraan saat peak season.

Kehadiran kapal yang dibuat di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) tersebut juga menjadi bagian dari langkah perusahaan memenuhi regulasi baru. Aturan tersebut mensyaratkan kapal yang melayani penyeberangan Selat Bali memiliki ukuran di atas 1.500 GRT.

Dengan kapasitas 2.400 GRT, KMP Trisila Bakti 3 kini menjadi salah satu armada berukuran besar yang memperkuat konektivitas Jawa–Bali melalui jalur Ketapang–Gilimanuk.

Direktur Utama PT Trisila Laut Laksamana Pertama (Purn) Retarto Setyo Warsongko mengatakan, kapal tersebut dibeli pada Mei 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 63,5 miliar.

Dari sisi daya angkut, kapal mampu membawa hingga 65 kendaraan kecil. Untuk angkutan logistik, kapasitasnya dibatasi maksimal lima truk besar atau tronton dan tiga unit bus.

“Dengan tambahan armada ini, kami ingin ikut memperkuat layanan penyeberangan di lintas Selat Bali, terutama ketika terjadi peningkatan volume kendaraan,” ujar Retarto.

Pelayaran Perdana dari MB IV

KMP Trisila Bakti 3 menjalani pelayaran perdana dari Dermaga MB IV pada pukul 09.15 WIB. Kapal tersebut telah mengantongi sertifikasi dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai bagian dari persyaratan operasional.

Tak hanya mengandalkan kapasitas angkut, manajemen juga melengkapi kapal dengan sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan penumpang.

Fasilitas tersebut antara lain ruang menyusui, klinik, musala, kantin, hingga ruang VIP. Kehadiran fasilitas itu diharapkan memberikan pilihan layanan yang lebih nyaman bagi pengguna jasa selama menyeberangi Selat Bali.

Kapal tersebut dioperasikan dengan dukungan 30 anak buah kapal (ABK). Sebagian besar kru direkrut dari putra daerah Banyuwangi. Selain itu, PT Trisila Laut juga melibatkan pelaut berpengalaman yang dinilai memahami karakteristik arus Selat Bali.

“Kapal ini diawaki oleh 30 anak buah kapal (ABK). Mayoritas kru sengaja kami rekrut dari putra daerah Banyuwangi serta para pelaut berpengalaman yang teruji memahami karakteristik dan keliaran arus Selat Bali,” tegas Retarto, mantan Dansatsiber Mabesal.

Dengan masuknya KMP Trisila Bakti 3, tambahan kapasitas angkut di lintas Ketapang–Gilimanuk diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik Jawa–Bali, terutama ketika volume kendaraan meningkat tajam. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kapal Selat Bali Kapal jumbo Trisila Bakti 3 asdp ketapang ketapang gilimanuk