26.386 Personel Kawal 73 Aksi di Jakarta, Ini Titik yang Dijaga

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:33 WIB
CCTV live Bundaran HI banyak diakses warga saat demo mahasiswa berlangsung. Simak titik rawan macet dan link pantauan lalu lintas Jakarta. (JawaPos.com)
ILUSTRASI personel polisi melakukan patroli di Bundaran HI. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI – Jakarta menghadapi kepadatan aktivitas pada Kamis, 24 September 2026. Sebanyak 26.386 personel gabungan disiapkan untuk mengawal 99 kegiatan masyarakat, termasuk 73 aksi penyampaian pendapat di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Di tengah konsentrasi massa, kepolisian menyatakan pendekatan humanis, pengaturan lalu lintas situasional, dan perlindungan aktivitas warga menjadi bagian dari pola pengamanan.

Pengamanan melibatkan unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, hingga Pamdal DPR-MPR. Tiga kawasan menjadi perhatian utama, yakni Monas dan Silang Selatan, Bundaran HI-Dukuh Atas-Thamrin, serta kompleks DPR/MPR.

Bagi warga yang harus bekerja, bersekolah, bepergian, atau beraktivitas di kawasan tersebut, kondisi lalu lintas menjadi hal yang perlu diperhatikan sejak pagi.

73 Aksi Penyampaian Pendapat Digelar

Polda Metro Jaya mencatat terdapat 99 kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukumnya pada Kamis.

Dari jumlah tersebut, 73 kegiatan merupakan penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 26 lainnya merupakan kegiatan masyarakat lain. 

Besarnya jumlah kegiatan membuat pola pengamanan tidak hanya berorientasi pada peserta aksi.

Kepolisian juga harus menjaga agar aktivitas masyarakat yang tidak berkaitan dengan demonstrasi tetap berjalan. Prinsip inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan pengaturan lalu lintas dan penempatan personel dilakukan secara situasional.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dihormati.

“Polri menghormati dan menjamin ruang masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi,” ujar Isir.

Menurut dia, kehadiran aparat diarahkan untuk mengawal penyampaian pendapat agar berlangsung aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan hak masyarakat lain.

Tiga Titik Jadi Konsentrasi Pengamanan

Dari puluhan kegiatan tersebut, terdapat tiga kawasan yang mendapat perhatian besar karena menjadi titik konsentrasi massa sekaligus jalur mobilitas penting warga Jakarta.

1. Monas dan Silang Selatan

Sebanyak 4.020 personel disiapkan untuk pengamanan kegiatan di sekitar Monas dan Silang Selatan. 

Kawasan Monas juga menjadi lokasi sejumlah kegiatan penyampaian aspirasi, termasuk Aksi Kamisan serta kegiatan yang melibatkan elemen mahasiswa dan pekerja.

Bagi pengguna jalan, keberadaan massa dalam jumlah besar berpotensi memengaruhi arus kendaraan di sekitar kawasan pusat Jakarta.

2. Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Thamrin

Sebanyak 4.051 personel disiagakan di kawasan Bundaran HI, Dukuh Atas, hingga Jalan Thamrin.

Wilayah ini menjadi salah satu titik penting karena selain menjadi lokasi kegiatan masyarakat, koridor Sudirman-Thamrin juga merupakan jalur utama aktivitas pekerja dan pengguna transportasi di pusat Jakarta.

Salah satu aksi yang terdata berada di kawasan Dukuh Atas atau depan Gedung UOB. 

3. DPR/MPR

Sementara itu, 3.663 personel disiapkan di sekitar kompleks Gedung DPR/MPR.

Kepolisian memperkirakan aksi di kawasan tersebut melibatkan sekitar 600 hingga 750 orang dari gabungan elemen mahasiswa, buruh, dan masyarakat tani. 

Kawasan parlemen menjadi salah satu titik yang perlu diperhatikan karena aktivitas massa dapat berdampak pada pergerakan kendaraan di sekitar Senayan dan jalan-jalan menuju kompleks DPR/MPR.

Lalu Lintas Diatur Situasional

Besarnya pengerahan personel tidak hanya ditujukan untuk pengamanan massa.

Polda Metro Jaya juga menyiagakan 2.055 petugas lalu lintas sejak pukul 05.00 WIB untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus kendaraan.

Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.

Artinya, pola pengaturan dapat berubah mengikuti perkembangan jumlah massa, pergerakan peserta aksi, maupun kepadatan kendaraan.

Kepolisian sebelumnya menyebut tiga kawasan utama yang menjadi perhatian pengaturan lalu lintas adalah Sudirman-Thamrin, Monas, dan sekitar kompleks Parlemen Senayan.

Warga yang memiliki tujuan melewati kawasan tersebut pun diimbau mempertimbangkan rute alternatif.

Untuk perjalanan dari Jakarta Barat menuju Monas, misalnya, pengguna jalan diarahkan melalui Tomang dan Harmoni. Dari Jakarta Selatan dapat menggunakan jalur Tendean dan Tugu Tani, sedangkan dari Jakarta Timur dapat mempertimbangkan Jatinegara dan Kramat Raya.

Polri Tekankan Pendekatan Humanis

Di tengah besarnya jumlah personel yang disiapkan, Polri menegaskan bahwa pengamanan aksi tidak semata-mata berorientasi pada pengerahan kekuatan.

Pendekatan yang dikedepankan adalah pelayanan, komunikasi, dan pengaturan yang terukur.

Polda Metro Jaya juga telah melakukan Tactical Floor Game (TFG) pada Rabu, 23 September, untuk mematangkan penempatan personel, pengawalan massa, komunikasi, pengaturan lalu lintas, hingga kendali operasi.

Johnny Isir mengatakan ruang publik merupakan ruang bersama.

Di satu sisi, masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi. Di sisi lain, ruang yang sama digunakan warga untuk bekerja, belajar, menjalankan aktivitas ekonomi, hingga kegiatan sosial. 

Karena itu, kepolisian meminta seluruh pihak menjaga agar kedua aktivitas tersebut dapat berjalan berdampingan.

Peserta Aksi Diimbau Tidak Terprovokasi

Polri juga mengingatkan peserta aksi untuk menaati ketentuan hukum dan tidak mudah terpengaruh provokasi maupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga aksi tetap berlangsung tertib.

Polda Metro Jaya menyebut seluruh personel di lapangan diarahkan mengutamakan pendekatan humanis, dialogis, dan persuasif.

Pada saat yang sama, kepolisian juga melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan melalui patroli siber dan menyiapkan langkah penegakan hukum apabila ditemukan pihak yang mencoba memicu kerusuhan. 

Dengan pola tersebut, pengamanan tidak hanya ditempatkan di lokasi aksi, tetapi juga mencakup pemantauan perkembangan situasi sebelum dan selama kegiatan berlangsung.

Jakarta Tetap Harus Bergerak

Besarnya angka 26.386 personel menggambarkan skala pengamanan yang disiapkan untuk menghadapi 99 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya hari ini.

Namun, angka tersebut bukan satu-satunya cerita.

Di balik puluhan ribu personel yang berjaga, ada jutaan aktivitas warga yang tetap harus berjalan. Pekerja harus mencapai kantor, pelajar menuju sekolah, pengemudi melintasi pusat kota, pelaku usaha membuka aktivitas, dan masyarakat tetap menjalankan kegiatan sosial.

Karena itu, tantangan pengamanan hari ini berada pada dua kepentingan yang harus berlangsung bersamaan: hak masyarakat menyampaikan aspirasi dan hak warga lainnya untuk tetap beraktivitas secara aman dan lancar.

Kepolisian menyatakan pendekatan humanis, komunikasi, pengaturan lalu lintas, dan rekayasa situasional menjadi instrumen untuk menjaga keseimbangan tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Lalu lintas Jakarta Polda Metro Aksi Jakarta demonstrasi Jakarta Pengamanan aksi