RADAR BANYUWANGI – Jember berpeluang masuk jaringan tol baru yang menghubungkan Bondowoso hingga Situbondo. Rencana itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait pada Juli 2025, ketika pemerintah pusat disebut mulai menyusun perencanaan jalan tol yang melintasi wilayah Jember. Namun, hingga kini rencana tersebut masih berada pada tahap pengkajian dan perencanaan, belum menjadi kepastian trase maupun pembangunan fisik.
Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menyampaikan perkembangan tersebut setelah kegiatan Bunga Desaku di Pantai Watu Ulo, Minggu (27/7/2025). Dia mengatakan Pemkab Jember telah berupaya meyakinkan pemerintah pusat agar Jember masuk dalam rencana pengembangan jaringan jalan tol di kawasan timur Jawa Timur.
"Jember sudah mengalami kemajuan signifikan. Perencanaan tolnya sudah tersambung. Nantinya, Jember akan disambungkan dengan Tol Bondowoso hingga Situbondo," ujar Fawait, seperti dilansir dari akun Instagram @dinas_kominfo_kab_jember.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena konektivitas menuju Jember kembali mengemuka bersamaan dengan kajian pengembangan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi).
Jember Masuk Opsi Koridor Tol Timur Jawa
Dalam perkembangan berikutnya, pemerintah memang mengkaji alternatif jalur Prosiwangi menuju Banyuwangi melalui Bondowoso dan Jember. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut opsi yang sedang didalami adalah jalur dari Besuki atau Suboh menuju Bondowoso, kemudian Jember bagian timur, sebelum diteruskan ke Banyuwangi.
Opsi tersebut muncul setelah trase lama yang mengarah melalui kawasan Baluran ditinjau kembali. Salah satu pertimbangannya adalah keberadaan kawasan taman nasional serta pangkalan militer.
Dengan demikian, gagasan konektivitas Jember-Bondowoso-Situbondo yang disampaikan Fawait pada 2025 kini memiliki konteks lebih luas dalam kajian jaringan jalan tol menuju Banyuwangi.
Namun, belum ada keputusan final bahwa jalur tersebut pasti dibangun melalui Jember. Pemerintah masih melakukan pendalaman terhadap alternatif trase dan aspek teknis pembangunan.
Apa Dampaknya bagi Jember?
Jika suatu saat terealisasi, keberadaan jalan tol yang melintasi Jember berpotensi mengubah pola konektivitas wilayah. Fawait menyebut sedikitnya ada beberapa dampak yang diharapkan pemerintah daerah.
Pertama, aksesibilitas dan konektivitas Jember dengan daerah sekitar akan meningkat. Jalur bebas hambatan dapat memberikan alternatif perjalanan dan memperkuat hubungan Jember dengan kawasan timur Jawa Timur.
Kedua, akses yang semakin baik diharapkan meningkatkan daya tarik investasi. Investor akan memiliki pilihan akses yang lebih cepat untuk menghubungkan kawasan produksi dengan pasar maupun pusat distribusi.
Ketiga, peningkatan konektivitas juga diharapkan mendorong aktivitas ekonomi dan distribusi barang. Gagasan serupa kembali disebut dalam pemberitaan mengenai rencana tol Jember, dengan harapan jalan tersebut dapat memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat ekonomi kawasan timur Jawa.
Keempat, pemerintah daerah dapat mengembangkan kawasan pendukung di sekitar akses tol, seperti terminal terpadu, rest area, pusat logistik, maupun kawasan ekonomi baru.
Target Lima Tahun yang Pernah Disampaikan
Saat menyampaikan rencana tersebut pada Juli 2025, Fawait meminta dukungan masyarakat agar pembangunan dapat terealisasi dalam lima tahun ke depan. Dia menekankan bahwa pembangunan jalan tol membutuhkan proses perencanaan sebelum masuk ke tahapan konstruksi.
Artinya, pernyataan tersebut perlu dibaca sebagai target dan dorongan pemerintah daerah, bukan sebagai penanda bahwa konstruksi sudah segera dimulai.
Dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui, mulai dari penetapan trase, kajian teknis dan lingkungan, penyusunan desain, pengadaan tanah, pembiayaan, hingga pelaksanaan konstruksi.
Terhubung dengan Tol Prosiwangi
Perkembangan terbaru pada 2026 membuat rencana tersebut semakin relevan. Pemerintah tengah mengkaji bagaimana jaringan Tol Prosiwangi dapat diteruskan dari Besuki atau Suboh menuju Banyuwangi setelah trase lama melalui Baluran menghadapi sejumlah pertimbangan. Salah satu alternatif yang dibahas adalah Besuki-Bondowoso-Jember-Banyuwangi.
Wakil Presiden dalam peninjauan Tol Prosiwangi pada Juli 2026 juga menyebut alternatif jalur menuju Banyuwangi, termasuk melalui Bondowoso dan Jember, sebagai bagian dari pembahasan konektivitas kawasan. Pemerintah menargetkan ruas Gending-Besuki dapat beroperasi penuh pada semester kedua 2026, terutama untuk mendukung mobilitas menjelang Natal dan Tahun Baru.
Jika opsi melalui Jember nantinya dipilih dan seluruh proses pembangunan terealisasi, Jember tidak hanya mendapatkan akses jalan tol baru. Kabupaten tersebut juga berpotensi menjadi bagian dari koridor konektivitas yang menghubungkan Probolinggo, Besuki, Bondowoso, Jember hingga Banyuwangi.
Namun untuk saat ini, kata kuncinya tetap satu: perencanaan. Trase final, jadwal konstruksi, kebutuhan lahan, dan skema pembiayaan masih harus melalui proses pemerintah sebelum rencana tersebut benar-benar berubah menjadi proyek fisik. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Instagram @dinas_kominfo_kab_jember