Tol Palembang-Betung Dikebut, Jembatan Musi V Jadi Kunci Fungsional Nataru 2026

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 11:00 WIB
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)

RADAR BANYUWANGI – Jalan Tol Palembang–Betung sepanjang 69,19 kilometer terus dikebut agar bisa difungsionalkan untuk mendukung arus mudik dan perjalanan masyarakat pada Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026–2027. Di balik percepatan itu, Jembatan Musi V sepanjang 1.684 meter menjadi salah satu bagian paling krusial karena menjadi penghubung penting dalam ruas tol tersebut.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong penyelesaian proyek tersebut, termasuk percepatan pembangunan Jembatan Musi V. Targetnya bukan hanya menghadirkan alternatif perjalanan yang lebih lancar di Sumatera Selatan, tetapi juga membuka kesinambungan jaringan Tol Trans Sumatera menuju Provinsi Jambi.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, menyebut keberlanjutan pembangunan ruas tersebut penting untuk memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera.

"Kalau kita lihat, jalan tol yang sudah beroperasi itu dari Bakauheni Lampung, sampai ke Palembang. Sekarang dilanjutkan Palembang–Betung, dan mudah-mudahan selanjutnya bisa masuk konstruksi sampai ke Jambi," jelas Triono saat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI, Kamis (17/9/2026).

Jembatan Musi V Punya Bentang Tengah 380 Meter

Perhatian besar diarahkan pada Jembatan Musi V. Infrastruktur ini memiliki total panjang 1.684 meter dan menjadi salah satu struktur khusus dalam proyek Tol Palembang–Betung.

Struktur utama jembatan telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU sejak 6 Juli 2026. Artinya, aspek kelayakan struktur utama telah melalui tahapan pemeriksaan yang diperlukan.

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati menjelaskan, Jembatan Musi V memiliki bentang tengah sepanjang 380 meter. Jembatan tersebut juga dilengkapi Structural Health Monitoring System (SHMS) dengan 100 unit sensor untuk memantau kondisi struktur secara berkelanjutan.

"Jembatan ini merupakan struktur khusus karena memiliki total bentang tengah 380 meter, ditambah jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus, sehingga total panjang jembatan mencapai 1.684 meter," ujar Ni Komang.

Keberadaan sistem pemantauan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kondisi struktur jembatan dapat terus dipantau setelah digunakan.

Investasi Rp14,98 Triliun, Dibagi Tiga Seksi

Tol Palembang–Betung merupakan proyek dengan nilai investasi sekitar Rp14,98 triliun. Pembangunannya terbagi menjadi tiga seksi dengan target penyelesaian berbeda.

Bagian proyek Target
Seksi 1 Triwulan IV 2026
Seksi 2 Triwulan IV 2026
Seksi 3 Triwulan I 2027
Panjang tol 69,19 kilometer
Nilai investasi Rp14,98 triliun
Jembatan Musi V 1.684 meter

Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan rampung pada Triwulan IV 2026. Sementara Seksi 3 ditargetkan selesai secara penuh pada Triwulan I 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari upaya agar jalan tol dapat segera memberikan manfaat bagi pengguna, terutama pada periode mobilitas tinggi akhir 2026.

Pembebasan Lahan Masih Jadi Tantangan

Di tengah kesiapan struktur utama Jembatan Musi V, pekerjaan proyek masih menghadapi tantangan di lapangan. Salah satunya adalah penuntasan pembebasan lahan di sejumlah titik.

Wakil Direktur Utama PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, mengatakan persoalan tersebut berkaitan dengan akses masyarakat setempat. Karena itu, penyelesaian pekerjaan harus tetap memperhatikan kebutuhan warga yang terdampak maupun menggunakan akses di sekitar lokasi proyek.

Tantangan pembebasan lahan menjadi salah satu faktor yang perlu dituntaskan agar pembangunan tidak mengganggu target penyelesaian yang telah ditetapkan.

Bukan Sekadar Jalan Baru

Tol Palembang–Betung diproyeksikan memiliki fungsi yang lebih luas dibanding sekadar menambah pilihan jalur perjalanan. Ruas tersebut menjadi bagian dari upaya memperpanjang konektivitas Tol Trans Sumatera ke wilayah yang lebih jauh di Pulau Sumatera.

Saat ini jaringan tol telah menghubungkan wilayah dari Bakauheni hingga Palembang. Dengan pembangunan Palembang–Betung, konektivitas tersebut diarahkan untuk terus bergerak ke utara hingga nantinya tersambung menuju Jambi.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendukung percepatan proyek tersebut. Namun, percepatan tetap perlu berjalan bersama pemenuhan aspek keselamatan dan kualitas konstruksi.

Jika target berjalan sesuai rencana, Tol Palembang–Betung dapat menjadi salah satu infrastruktur yang berperan dalam menghadapi lonjakan mobilitas Nataru 2026–2027 sekaligus memperkuat konektivitas dan aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan serta wilayah sekitarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : bpjt.pu.go.id
Jembatan Musi V Jalan tol Sumatera Tol Palembang-Betung nataru 2026 tol trans sumatera