Koster Ungkap Perubahan Tol Gilimanuk-Mengwi, Tender Ditarget Akhir 2026

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Ni Kadek Novi Febriani/Radar Bali)

RADAR BANYUWANGI – Rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi mengalami perubahan besar. Ruas Gilimanuk-Pekutatan di Kabupaten Jembrana tidak lagi dibangun sebagai jalan tol, melainkan ditingkatkan kapasitasnya menjadi jalan nasional. Sementara ruas Pekutatan-Mengwi tetap diproyeksikan sebagai jalan tol.

Perubahan trase tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di DPRD Provinsi Bali, Senin (21/9/2026). Menurut dia, perubahan itu membuat pemerintah harus menyesuaikan kembali perencanaan sekaligus anggaran proyek.

"Atas pertimbangan tertentu, tol Gilimanuk-Mengwi yang dari Gilimanuk ke Pekutatan itu tidak tol, melainkan peningkatan proses jalan nasional," ungkap Koster.

Dengan skema baru tersebut, pembangunan infrastruktur di jalur barat Bali tetap dilanjutkan, tetapi dengan status jalan yang berbeda. Gilimanuk-Pekutatan menjadi jalan nasional, sedangkan Pekutatan-Mengwi menjadi jalan tol.

"Dari Pekutatan ke Mengwi, baru tol," imbuh Koster.

Tender Ditarget Akhir 2026

Perubahan trase membuat proses perencanaan proyek harus kembali disesuaikan. Koster menyebut perubahan tersebut juga berdampak terhadap kebutuhan anggaran.

Meski demikian, pemerintah daerah menargetkan proses tender dapat berlangsung pada akhir 2026. Jika tahapan tersebut berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik diharapkan mulai dikerjakan pada awal 2027.

"Karena ada perubahan trase, sehingga ada perubahan perencanaan, perubahan anggaran. Jadi, mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar, sehingga target bisa tercapai awal 2027 mulai pengerjaan fisik," jelas Koster.

Target itu menjadi perkembangan terbaru dari proyek yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu rencana infrastruktur strategis di Bali.

Warga Sudah Lama Menunggu Kepastian

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggelar konsultasi publik terkait rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Graha Sanjayaning Singasana, Tabanan, Kamis (20/8/2026).

Konsultasi tersebut melibatkan perwakilan warga terdampak, perbekel, hingga bendesa adat dari wilayah Jembrana, Tabanan, dan Badung. Kementerian PU hadir melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bali.

Dalam forum tersebut, persoalan utama yang disuarakan masyarakat bukan semata-mata soal setuju atau tidak terhadap pembangunan. Warga justru meminta kepastian kapan proyek tersebut benar-benar direalisasikan.

Perbekel Desa Antosari, I Wayan Agus Suriawan, mengatakan masyarakat sudah cukup lama menunggu pembangunan jalan tol tersebut. Rencana proyek bahkan telah bergulir sejak 2022 dan sebelumnya sudah memasuki tahapan penetapan lokasi (penlok).

"Pada dasarnya kami setuju ada pembangunan tol. Jangan sampai terus ada konsultasi, tapi akhirnya digantung," tegas Agus.

Jalur Melasti dan Irigasi Jadi Perhatian

Selain kepastian jadwal, masyarakat juga meminta pemerintah tidak mengabaikan kondisi sosial dan lingkungan yang sudah ada di lapangan.

Agus secara khusus meminta keberadaan jalur melasti dan jaringan irigasi diperhatikan jika pembangunan jalan dilanjutkan. Menurut dia, kondisi tersebut perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan desain maupun trase proyek.

Permintaan serupa disampaikan Bendesa Adat Kesiut, Kecamatan Kerambitan, I Gusti Putu Muliawan. Masyarakat, kata dia, pada dasarnya mendukung pembangunan infrastruktur tersebut.

Namun, dukungan itu dibarengi tuntutan agar pemerintah memberikan kepastian. Masyarakat tidak ingin rencana pembangunan kembali berhenti pada tahap wacana dan konsultasi.

Muliawan juga mengingatkan agar pembangunan jalan tol tidak dijadikan bagian dari kepentingan politik. Dia khawatir wacana pembangunan kembali menguat menjelang momentum politik, tetapi kemudian menghilang setelah pemilihan selesai.

"Jadi mohon bapak-bapak PU sampaikan saja ke Pak Presiden secara langsung. Bali perlu jalan tol," tegasnya.

Skema Baru Tol Gilimanuk-Mengwi

Dengan perubahan terbaru yang disampaikan Gubernur Bali, pembagian trase proyek menjadi lebih spesifik:

Ruas Status terbaru
Gilimanuk-Pekutatan Peningkatan kapasitas menjadi jalan nasional
Pekutatan-Mengwi Tetap direncanakan sebagai jalan tol
Target tender Akhir 2026
Target pembangunan fisik Awal 2027

Perubahan tersebut membuat realisasi Tol Gilimanuk-Mengwi memasuki tahap penyesuaian perencanaan. Pemerintah kini harus menyelaraskan trase, desain, dan anggaran sebelum masuk ke proses tender.

Bagi masyarakat di wilayah yang dilintasi proyek, target awal 2027 menjadi penanda penting. Sebab, selain menunggu kepastian pembangunan, warga juga berharap pemerintah memastikan jalur strategis seperti akses melasti dan jaringan irigasi tetap terlindungi dalam desain akhir proyek. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : disarikan dari berbagai sumber
Jalan nasional Bali jalan tol wayan koster tol bali Tol Gilimanuk-Mengwi