RADAR BANYUWANGI – Jalan tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) disiapkan untuk dibuka secara gratis selama 14 hari, dengan seluruh kendaraan roda empat hingga truk besar diperbolehkan melintas. Namun, jadwal resmi pembukaan ruas tol baru di Jawa Timur tersebut masih menunggu surat dan perintah dari pemerintah pusat.
Kepastian itu disampaikan Humas Tol Prosiwangi Hima Jaya. Menurut dia, secara teknis ruas tol yang menghubungkan wilayah Probolinggo, Situbondo hingga Banyuwangi tersebut sudah siap digunakan.
"Uji coba sudah 100 persen. Tinggal menunggu perintah dari Pak Menteri untuk kita buka. Sosialisasi sudah kami lakukan," ujar Hima, Jumat (19/9/2026).
Artinya, masyarakat yang menantikan operasional fungsional Tol Prosiwangi tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai waktu pembukaan.
Uji coba Tol Prosiwangi sudah 100 persen
Hima memastikan seluruh tahapan uji coba di ruas Tol Prosiwangi telah mencapai 100 persen.
Tak hanya kesiapan konstruksi dan jalur, berbagai perlengkapan pendukung perjalanan juga disebut telah tersedia. Mulai dari penerangan jalan hingga rambu dan petunjuk arah telah dipersiapkan untuk mendukung kendaraan yang melintas.
Kesiapan tersebut menjadi bagian penting sebelum tol dibuka untuk masyarakat dalam skema fungsional.
Meski demikian, pembukaan belum dapat dilakukan secara resmi sebelum ada surat dari pemerintah pusat.
"Kita masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat," kata Hima.
Gratis selama 14 hari
Salah satu hal yang paling ditunggu pengguna jalan adalah skema pembukaan awal Tol Prosiwangi.
Ruas tol tersebut disiapkan untuk dibuka gratis selama 14 hari dalam masa fungsional. Artinya, pengguna jalan tidak dikenakan tarif tol selama periode tersebut.
Kebijakan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mencoba langsung ruas tol baru yang menjadi bagian dari jaringan jalan tol di Jawa Timur.
Namun, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi mengenai tanggal dimulainya periode gratis tersebut.
Mobil pribadi hingga truk besar boleh melintas
Tak ada pembatasan jenis kendaraan dalam rencana pembukaan fungsional tersebut.
Hima menyatakan seluruh kendaraan roda empat diperbolehkan menggunakan ruas tol. Bahkan, kendaraan angkutan barang berukuran besar atau truk juga dapat melintas.
"Semua kendaraan boleh lewat, roda empat dan truk besar," ujarnya.
Dengan ketentuan tersebut, Tol Prosiwangi nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi. Kendaraan logistik juga dapat memanfaatkan ruas tersebut selama periode fungsional.
Kehadiran ruas tol ini diharapkan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pergerakan logistik di kawasan tapal kuda Jawa Timur hingga Banyuwangi.
Pernah dibuka fungsional 50 kilometer
Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi sebelumnya juga telah dibuka secara fungsional untuk masyarakat.
Pada periode 14-29 Maret 2026, ruas Tol Prosiwangi dibuka gratis dari Gerbang Tol Gending, Probolinggo, menuju Situbondo Barat dengan panjang sekitar 50 kilometer.
Pembukaan fungsional tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan alternatif perjalanan sekaligus menguji kesiapan ruas tol sebelum digunakan secara lebih luas.
Untuk pembukaan berikutnya, pihak pengelola menyatakan kesiapan teknis sudah mencapai 100 persen.
Meski demikian, tanggal pasti pembukaan dan periode gratis selama 14 hari masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Bagi masyarakat yang berencana melintas, informasi resmi mengenai jadwal pembukaan, titik akses, serta ketentuan perjalanan tetap perlu dipantau sebelum berangkat.
Dengan seluruh perlengkapan yang disebut telah siap dan uji coba mencapai 100 persen, Tol Prosiwangi kini tinggal menunggu lampu hijau pemerintah pusat untuk dibuka dan dimanfaatkan masyarakat. (*)
Editor : Ali Sodiqin