RADAR BANYUWANGI – Impian menyambungkan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) hingga ujung timur Pulau Jawa belum sepenuhnya mulus. Pembangunan saat ini baru mengarah sampai Besuki atau Situbondo Barat, sementara kelanjutan menuju Banyuwangi masih harus menunggu kepastian rute baru.
Persoalan kawasan Taman Nasional Baluran dan keberadaan pangkalan militer menjadi pertimbangan pemerintah untuk mengkaji kembali trase yang sebelumnya direncanakan. Akibatnya, koneksi tol menuju Banyuwangi dan akses penyeberangan ke Bali belum dapat langsung dilanjutkan melalui rute lama.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan perkembangan tersebut seusai bertemu Direktur Utama Jasa Marga Tol Prosiwangi di Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Menurut Emil, konektivitas jalan tol di kawasan timur Jawa baru akan benar-benar lengkap jika jaringan tersebut dapat tersambung hingga akses penyeberangan dari Banyuwangi menuju Bali.
“Ini kami tadi menyampaikan bahwa memang kalau untuk membangun satu jejaring yang betul-betul paripurna ini memang harus tersambung sampai ke penyeberangan dari Banyuwangi ke Bali,” kata Emil.
Trase Tol Prosiwangi Masih Dikaji
Persoalan utama berada pada rencana kelanjutan jalur setelah Besuki. Pemerintah perlu mencari trase yang memungkinkan pembangunan tetap berjalan tanpa mengganggu kawasan yang menjadi pertimbangan khusus.
Salah satu opsi yang kini didalami adalah mengarahkan jalur dari Besuki atau Suboh menuju Bondowoso, kemudian diteruskan ke Jember, sebelum akhirnya masuk ke Banyuwangi.
“Maka ada opsi untuk memperpanjang dari Besuki atau Suboh ini langsung ke Bondowoso, kemudian melalui jalur dari Bondowoso ke Jember, kemudian Jember sisi timur ke Banyuwangi. Nah, ini yang kemudian sedang didalami oleh Kementerian PU,” jelas Emil.
Opsi tersebut menjadi salah satu alternatif untuk menjaga konektivitas menuju Banyuwangi tanpa mengabaikan berbagai pertimbangan di sekitar kawasan Baluran.
Namun, belum ada keputusan final bahwa jalur Bondowoso–Jember tersebut akan menjadi trase definitif Tol Prosiwangi.
Sejumlah Ruas Tol Tetap Dikebut
Di tengah belum pastinya trase menuju Banyuwangi, pembangunan ruas Tol Prosiwangi di sisi barat tetap berjalan.
Ruas Gending–Kraksaan dan Kraksaan–Paiton telah menjalani uji laik fungsi. Secara umum, kedua ruas tersebut dinilai telah siap untuk dioperasikan.
Emil berharap ruas Gending hingga Paiton dapat segera dimanfaatkan masyarakat. Salah satu pertimbangannya adalah kondisi jalur nasional di kawasan Kraksaan yang masih membutuhkan pembenahan.
Pengoperasian tol diharapkan dapat membantu mengurai beban lalu lintas sekaligus memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat.
Sejumlah kepala daerah juga disebut telah menyampaikan permintaan agar ruas Gending–Paiton segera dibuka untuk umum. Sementara itu, ruas Paiton–Besuki masih menjalani tahapan uji laik fungsi.
Emil berharap jalur hingga Suboh atau Besuki dapat dikejar sehingga bisa beroperasi sebelum akhir 2026.
Jalan Menuju Banyuwangi Belum Tinggal Tunggu
Dengan perkembangan tersebut, pembangunan Tol Prosiwangi menuju Banyuwangi masih menghadapi satu pekerjaan besar: menentukan trase lanjutan yang paling memungkinkan.
Pemerintah tidak hanya mengejar tersambungnya jalan tol dari Probolinggo ke Banyuwangi. Koneksi tersebut juga diarahkan untuk mendukung jaringan transportasi menuju Bali melalui penyeberangan Banyuwangi.
Untuk saat ini, opsi Besuki/Suboh–Bondowoso–Jember–Banyuwangi menjadi salah satu jalur yang sedang dikaji Kementerian Pekerjaan Umum.
Keputusan mengenai trase tersebut akan menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana jaringan Tol Prosiwangi akhirnya mencapai Banyuwangi dan terhubung dengan jalur penyeberangan menuju Bali. (*)
Editor : Ali Sodiqin