Hujan 94 Mm Picu Banjir Bandang Solok, 11 Kantor Pemerintah Terdampak

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:20 WIB
Kendaraan terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok. BPBD mencatat sementara empat warga terluka, 32 orang mengungsi, 11 kantor pemerintah terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. (ANTARA)
Kendaraan terendam material banjir bandang di Arosuka, Kabupaten Solok. BPBD mencatat sementara empat warga terluka, 32 orang mengungsi, 11 kantor pemerintah terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. (ANTARA)

RADAR BANYUWANGI - Lumpur, pasir, dan batu menutup jalan serta bangunan setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9) malam.

Ratusan personel TNI dikerahkan sejak malam kejadian untuk membantu evakuasi, pencarian warga, hingga membersihkan material yang menutup akses utama Solok–Padang.

Komandan Korem 032/Wirabraja Brigjen TNI Aji Mimbarno mengatakan personel berasal dari Kodim 0309/Solok dan Batalyon TP 951/PM.

“Ratusan personel TNI sudah berada di lokasi dari Senin malam dan berlanjut pada Selasa pagi,” kata Aji, Selasa (22/9).

Fokus penanganan tidak hanya berada di permukiman.

Material banjir bandang sempat menutup jalan utama Solok–Padang di kawasan Arosuka. Lumpur, pasir, dan batu membuat jalur tersebut tidak dapat dilalui.

“Kami juga fokus untuk pembersihan material banjir bandang yang telah memutus akses jalan utama Padang dengan Solok, sehingga jalan itu bisa segera dipulihkan kembali,” ujarnya.

Polisi sebelumnya mengarahkan kendaraan dari Solok menuju Padang maupun arah sebaliknya menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang selama akses utama masih tertutup.

TNI juga mengerahkan alat berat untuk membantu proses pembersihan.

Selain membuka akses, personel melakukan pencarian dan pertolongan terhadap warga terdampak. Danrem menyebut dua warga dilaporkan hilang dan masih menjadi bagian dari operasi pencarian.

Data tersebut masih bersifat berkembang karena penyisiran berlangsung sepanjang Selasa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Solok sementara mencatat empat orang mengalami luka-luka.

Tiga korban dirawat di RSUD Arosuka. Satu lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang.

Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa juga harus mengungsi. Pemerintah daerah menempatkan warga terdampak di dua lokasi penampungan.

Kerusakan tidak hanya mengenai rumah penduduk.

BPBD mencatat 11 kantor pemerintah terdampak. Sebanyak 21 mobil dan tujuh sepeda motor juga mengalami kerusakan.

Kawasan Kompleks Kantor Bupati Solok menjadi salah satu titik yang terkena dampak cukup besar.

Bupati Solok Jon Firman Pandu menyebut kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari, Bapelitbang, hingga kawasan DPRD terdampak.

“Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah,” ujarnya.

Derasnya aliran air membuat sejumlah peralatan kantor terbawa keluar ruangan.

Banjir bandang juga menerjang Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta Nagari Koto Gaek Guguk di Kecamatan Gunung Talang.

Lantas, dari mana volume air sebesar itu datang?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan hujan lebat menjadi pemicu bencana.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramadhani mengatakan curah hujan di sekitar Solok tercatat sekitar 94 milimeter per hari.

“Hujan yang terjadi di sekitar Solok tergolong lebat berdasarkan catatan BMKG, yakni sebesar 94 mm per hari,” katanya.

Hujan berlangsung secara terus-menerus dan meningkatkan debit air hingga memicu banjir bandang.

BMKG menyatakan peringatan dini sudah disampaikan secara bertahap sebelum kejadian. Mulai prakiraan tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa hujan ekstrem tetap dapat terjadi meski sebagian besar Indonesia sedang berada dalam periode musim kemarau.

BMKG menjelaskan Sumatera Barat memiliki dinamika cuaca lokal yang masih memungkinkan terbentuknya hujan lebat.

Instansi tersebut meminta masyarakat Sumatera Barat dan sejumlah wilayah Sumatera lainnya tetap memperhatikan pembaruan peringatan dini dalam sepekan ke depan.

Penanganan di Solok kini melibatkan banyak unsur.

Selain ratusan personel TNI, Polda Sumbar mengerahkan sekitar 300 personel Brimob bersama personel Polres Solok dan satuan kerja lainnya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang juga mengirim tim sejak Senin malam dengan membawa perlengkapan SAR air, evakuasi, medis, komunikasi, dan peralatan penyelamatan lainnya.

Tim gabungan BPBD, TNI, Polri, SAR, pemadam kebakaran, serta masyarakat terus melakukan evakuasi, pencarian, pendataan, dan pembersihan material.

BPBD meminta warga tetap mewaspadai kemungkinan banjir susulan dan mengikuti arahan petugas di lokasi.

Sebab, setelah air surut, pekerjaan belum selesai.

Material lumpur dan batu masih harus dibersihkan, akses transportasi dipulihkan, bangunan terdampak didata, dan pencarian warga yang dilaporkan hilang masih harus dituntaskan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
banjir bandang Solok Arosuka banjir Sumatera Barat tni bmkg