RADAR BANYUWANGI — Brigjen Pol Hengki Haryadi mendapat tugas baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya (PBD) setelah sebelumnya menjabat Wakapolda Riau. Penunjukan itu menjadi bagian dari mutasi besar-besaran Polri yang mencakup 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) melalui tiga Surat Telegram Kapolri tertanggal 30 Agustus 2026.
Hengki menggantikan Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru yang selanjutnya ditugaskan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Pergeseran tersebut sekaligus membawa perwira yang memiliki latar panjang di bidang reserse ke pucuk pimpinan Polda Papua Barat Daya.
Dari Wakapolda Riau ke Papua Barat Daya
Penunjukan Hengki tercantum dalam Surat Telegram Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026. Dalam rangkaian mutasi tersebut, jabatan Wakapolda Riau yang ditinggalkannya kemudian diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel.
Menurut Johnny, penempatan pejabat baru disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi.
Selain Hengki, mutasi tersebut juga mengubah sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri dan kewilayahan. Dari 424 personel yang masuk dalam rangkaian mutasi, 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru, sementara lainnya menjalani pendidikan, menyelesaikan pendidikan, atau memasuki masa pensiun.
Lulusan Akpol 1996 dengan Jejak Panjang di Reserse
Hengki merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996. Kariernya banyak bersinggungan dengan fungsi reserse sebelum kemudian menduduki sejumlah jabatan strategis di kewilayahan maupun Polda Metro Jaya.
Pada awal perjalanan kariernya, Hengki pernah bertugas sebagai Kasatreskrim Polres Tulangbawang, Lampung. Ia kemudian menjalani sejumlah penugasan, antara lain Kapolsek Telukbetung Selatan, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, hingga Kanit Jatanras Polda Lampung.
Kariernya kemudian berlanjut di Jakarta. Hengki pernah dipercaya menjadi Kapolsek Metro Gambir, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Pengalaman di bidang reserse itu menjadi bagian penting dari rekam penugasannya sebelum menduduki sejumlah jabatan pimpinan.
Dua Kali Menangani Perkara Hercules
Nama Hengki juga pernah muncul dalam penanganan perkara yang melibatkan Hercules Rosario Marshal.
Ketika menjabat Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat pada 2013, Hengki terlibat dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan dugaan kekerasan dan pemerasan. Polisi saat itu menangkap Hercules bersama sejumlah orang.
Beberapa tahun kemudian, Hengki kembali berhadapan dengan Hercules ketika menjabat Kapolres Metro Jakarta Barat.
Pada 2018, polisi menangkap Hercules di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, dalam perkara yang berkaitan dengan pendudukan lahan dan penyerangan kompleks ruko di Kalideres. Saat itu, Hengki menjelaskan bahwa penyidik melakukan penangkapan setelah mengumpulkan alat bukti serta memeriksa korban dan saksi.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu bagian yang banyak disorot dari perjalanan Hengki di fungsi reserse.
Pernah Menangani Sejumlah Kasus Besar
Selain perkara yang melibatkan Hercules, Hengki juga pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polda Metro Jaya.
Ia tercatat pernah menjadi Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, serta Kapolres Metro Jakarta Barat. Setelah mengikuti pendidikan Sespimti, Hengki kemudian dipercaya menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Dalam perjalanan berikutnya, ia mendapat penugasan sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan kemudian Wakapolda Riau.
Saat bertugas di Jakarta, Hengki terlibat dalam penanganan berbagai perkara kriminal, termasuk kasus narkotika dan perkara pembunuhan berantai Wowon Cs.
Kini, pengalaman panjang tersebut dibawa ke penugasan baru sebagai Kapolda Papua Barat Daya.
Pergantian ini menempatkan Hengki sebagai salah satu pejabat yang mendapat promosi dalam rangkaian mutasi besar Polri pada akhir Agustus 2026. Polda Papua Barat Daya selanjutnya berada di bawah kepemimpinannya setelah sebelumnya dipimpin Yulius Audie Sonny Latuheru. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Tribrata News