Tol Palembang-Betung 69 Km Dikebut, Target Fungsional Nataru

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 16:00 WIB
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)
Tol Palembang-Betung sepanjang 69,19 km dikebut. Jembatan Musi V telah laik struktur dan ruas tol didorong fungsional saat Nataru 2026/2027. (Foto: Hutama Karya)

RADAR BANYUWANGI — Jalan Tol Palembang–Betung sepanjang 69,19 kilometer (km) memasuki fase penting. Jembatan Musi V yang menjadi salah satu struktur kunci ruas tersebut telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi Struktur, sementara pemerintah mendorong penyelesaian seluruh ruas agar dapat difungsikan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Jembatan yang melintasi Sungai Musi itu bukan sekadar penghubung antarsisi wilayah Palembang. Penyelesaiannya menjadi bagian penting dari upaya menyambungkan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sekaligus membuka koridor transportasi yang lebih efisien menuju Betung dan jaringan tol di Sumatra bagian selatan.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menyebut Jalan Tol Palembang–Betung merupakan salah satu ruas penting dalam pengembangan jaringan JTTS di Sumatra Selatan. Ruas sepanjang 69,19 km tersebut dibangun dalam tiga seksi. 

Musi V, Titik Krusial di Atas Sungai

Jembatan Musi V menjadi salah satu pekerjaan paling menentukan dalam proyek tersebut. Struktur utama jembatan memiliki bentang tengah 380 meter, dengan jembatan pendekat sepanjang 656 meter di sisi Bengkinang dan 648 meter di sisi Gandus.

Jika seluruh bagian tersebut dihitung, panjang struktur Jembatan Musi V mencapai 1.684 meter. BPJT menyatakan struktur jembatan telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi Struktur dari Menteri PU pada 6 Juli 2026.

Tahapan berikutnya bukan berhenti pada berdirinya struktur fisik. BPJT juga menyiapkan Structural Health Monitoring System (SHMS) yang dilengkapi 100 sensor untuk memantau kondisi jembatan secara berkelanjutan.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu memastikan kondisi struktur tetap terpantau ketika jembatan mulai digunakan.

69,19 Kilometer Dibangun dalam Tiga Seksi

Tol Palembang–Betung memiliki tiga seksi utama:

Total panjangnya mencapai 69,19 km. Konfigurasi awal jalan tol dirancang 2×2 lajur dan dapat dikembangkan menjadi 2×3 lajur pada tahap akhir.

BPJT menetapkan target penyelesaian yang berbeda untuk setiap bagian. Seksi 1 dan Seksi 2 ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026, sedangkan Seksi 3 ditargetkan rampung pada kuartal I 2027. 

Namun, pemerintah juga mendorong agar ruas tersebut bisa difungsikan lebih awal untuk membantu mobilitas masyarakat pada masa Nataru 2026/2027.

Artinya, target fungsional dan target penyelesaian konstruksi penuh merupakan dua tahapan yang berbeda.

Dari Tiga Jam Bisa Menjadi Satu Jam

Jika beroperasi penuh, Tol Palembang–Betung diproyeksikan memberikan perubahan signifikan terhadap waktu perjalanan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau Jembatan Musi V pada Juli 2026 menyebut perjalanan Palembang-Betung yang melalui jalur eksisting dapat memakan waktu sekitar tiga jam. Melalui tol sepanjang 69 km, waktu perjalanan diproyeksikan menjadi sekitar satu jam. 

Efisiensi tersebut bukan hanya berkaitan dengan perjalanan orang.

Konektivitas baru juga diarahkan untuk memperlancar distribusi barang dan hasil pertanian. Dengan waktu tempuh lebih singkat, jalur tersebut diharapkan ikut menekan biaya logistik dan memperkuat konektivitas ekonomi di Sumatra Selatan.

Nilai Investasi Hampir Rp15 Triliun

Besarnya proyek terlihat dari nilai investasinya. BPJT mencatat investasi pembangunan Tol Palembang–Betung sekitar Rp14,98 triliun.

Biaya konstruksinya sekitar Rp13,90 triliun, sedangkan biaya pembebasan lahan sekitar Rp390 miliar. Masa konsesi jalan tol ditetapkan selama 50 tahun. 

Proyek ini juga memiliki arti lebih luas bagi jaringan JTTS. Palembang–Betung merupakan bagian dari koridor besar yang diharapkan dapat memperkuat konektivitas jalan tol di Pulau Sumatra.

Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmono sebelumnya menyebut pembangunan ruas tersebut terkait dengan visi besar penyambungan jaringan tol dari Lampung hingga Aceh. 

Bukan Sekadar Jalan Pintas

Bagi masyarakat, manfaat paling mudah dirasakan adalah waktu perjalanan yang lebih singkat. Namun, bagi pemerintah dan pengelola jalan tol, proyek ini memiliki fungsi yang lebih besar.

Tol Palembang–Betung diproyeksikan menjadi bagian dari jaringan distribusi dan mobilitas Sumatra Selatan. Jembatan Musi V menjadi titik penting karena harus membawa arus lalu lintas melintasi Sungai Musi sebelum kendaraan melanjutkan perjalanan menuju Betung.

Karena itu, penyelesaian jembatan menjadi salah satu penentu kesiapan keseluruhan koridor.

Hutama Karya sebelumnya menyebut pembangunan struktur utama Musi V telah selesai dan ruas tersebut terus dikebut. BPJT kini mendorong penyelesaian seluruh pekerjaan agar Tol Palembang–Betung dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, proyek sepanjang 69,19 km itu bukan hanya soal membangun jalan baru. Tol Palembang–Betung menjadi salah satu kepingan penting dalam menyatukan jaringan transportasi darat di Sumatra.

Dan di tengah proyek tersebut, Jembatan Musi V menjadi pintu penting yang harus dilalui sebelum konektivitas Palembang menuju Betung benar-benar tersambung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : BPJT
Tol Sumatera Jembatan Musi V Tol Palembang-Betung JTTS tol trans sumatera