RADAR BANYUWANGI — Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) menuju ujung timur Jawa belum sepenuhnya menemukan jalur akhirnya. Pemerintah kini mengkaji ulang rute dari Besuki atau Suboh menuju Banyuwangi, dengan opsi baru melewati Bondowoso dan Jember setelah trase lama yang melintasi kawasan Baluran perlu ditinjau kembali.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan konektivitas Prosiwangi hingga Banyuwangi tetap diperlukan agar akses dari Probolinggo tersambung dengan penyeberangan Banyuwangi-Bali. Namun, rute lama menghadapi sejumlah pertimbangan karena melibatkan kawasan Taman Nasional Baluran dan keberadaan pangkalan militer.
Trase Lama Lewat Baluran Dikaji Lagi
Emil menyampaikan perkembangan tersebut pada Jumat (18/9/2026). Menurut dia, pemerintah tidak mengabaikan kebutuhan konektivitas menuju Banyuwangi. Sebaliknya, kajian dilakukan untuk mencari trase yang memungkinkan pembangunan berlanjut tanpa mengabaikan kondisi kawasan yang dilalui.
"Ada beberapa pertimbangan, baik itu pertimbangan keberadaan taman nasional, keberadaan pangkalan militer yang kemudian membuat kita harus meninjau ulang rute lama yang melalui Baluran," kata Emil.
Kawasan Baluran menjadi salah satu pertimbangan utama dalam evaluasi trase. Karena itu, jalur yang sebelumnya dirancang relatif lurus dari Situbondo menuju Banyuwangi kini tidak lagi menjadi satu-satunya opsi.
Kementerian Pekerjaan Umum tengah mendalami alternatif jalur dari Besuki atau Suboh menuju Bondowoso. Dari Bondowoso, jalur tersebut kemudian diarahkan menuju Jember sebelum diteruskan ke wilayah timur Jember dan Banyuwangi.
Ada Opsi Besuki-Bondowoso-Jember-Banyuwangi
Skema tersebut membuat wajah Tol Prosiwangi ke Banyuwangi berpotensi berubah cukup signifikan.
Jika opsi itu dipilih, perjalanan tidak lagi mengandalkan trase lama yang melewati kawasan Baluran. Koridor baru akan menghubungkan Besuki atau Suboh-Bondowoso-Jember-Banyuwangi.
Emil mengatakan opsi tersebut masih dalam tahap pendalaman Kementerian PU. Artinya, jalur tersebut belum dapat disebut sebagai trase final.
"Ini yang kemudian sedang didalami oleh Kementerian PU," ujarnya.
Kajian itu juga tidak terlepas dari tingginya animo masyarakat terhadap konektivitas tol hingga Banyuwangi. Pemerintah menilai keberadaan jalur tersebut penting untuk membentuk jaringan jalan tol yang lebih menyeluruh dari Probolinggo hingga akses penyeberangan menuju Bali.
Dengan konektivitas tersebut, koridor menuju kawasan timur Jawa diharapkan tidak berhenti di Situbondo atau Besuki.
Gending-Paiton Tinggal Tunggu Koordinasi Final
Di tengah pembahasan trase menuju Banyuwangi, perkembangan berbeda terjadi pada ruas Tol Prosiwangi yang lebih dekat ke Probolinggo.
Segmen Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton disebut telah menyelesaikan uji laik fungsi. Secara administratif, ruas tersebut juga dinyatakan siap beroperasi.
Yang tersisa adalah koordinasi teknis final antara Kementerian PU dan PT Jasa Marga Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Emil menyebut peluang pengoperasian pada September 2026 cukup tinggi, bahkan berpotensi dilakukan dalam hitungan hari apabila seluruh proses berjalan lancar.
Ruas Gending-Paiton menjadi penting karena jalur nasional di kawasan Kraksaan juga menghadapi kebutuhan pembenahan. Sebelumnya, ruas tersebut telah beberapa kali difungsionalkan untuk membantu mobilitas masyarakat.
Antusiasme publik terhadap pengoperasian tol juga disebut tinggi. Sejumlah kepala daerah bahkan telah menyampaikan permintaan agar ruas Gending-Paiton segera dibuka.
Paiton-Besuki Dikejar Sebelum Nataru
Sementara itu, status segmen Paiton-Besuki berbeda. Ruas tersebut masih menjalani uji laik fungsi dan terdapat rekomendasi tim teknis yang harus ditindaklanjuti.
Emil berharap proses tersebut dapat dikejar sehingga operasional tol bisa mencapai Suboh atau Besuki sebelum akhir 2026, terutama menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2026/2027.
"Kalau yang itu (sampai Besuki) mudah-mudahan Nataru sudah bisa dikejar. Kami akan terus berkoordinasi dengan rekan-rekan agar operasionalnya sebelum akhir tahun bisa sampai ke Suboh, Besuki," kata Emil.
Dengan demikian, perkembangan Tol Prosiwangi saat ini berjalan pada dua jalur sekaligus.
Di satu sisi, ruas Gending-Paiton tinggal menunggu koordinasi final untuk beroperasi. Di sisi lain, Paiton-Besuki masih menjalani tahapan teknis. Sementara untuk meneruskan tol dari Besuki menuju Banyuwangi, pemerintah justru tengah membuka kembali pembahasan mengenai trase.
Banyuwangi tetap menjadi tujuan akhir konektivitas Prosiwangi. Namun, jalan menuju ke sana kini sedang dicari ulang—dengan Bondowoso dan Jember muncul sebagai salah satu opsi setelah trase Baluran dikaji kembali. (*)
Editor : Ali Sodiqin