RADAR BANYUWANGI – Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, bukan hanya menguras waktu para sopir truk, tetapi juga membuat mereka harus bertahan berjam-jam di tengah kepadatan. Di tengah situasi tersebut, Satlantas Polresta Banyuwangi membagikan ratusan paket sembako kepada para sopir truk yang terjebak antrean, Jumat (18/9).
Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada pengemudi yang terdampak kemacetan parah di Jalan Nasional Banyuwangi–Situbondo, khususnya akses menuju Pelabuhan Ketapang.
Para personel kepolisian tidak hanya membagikan paket kebutuhan pokok. Mereka juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan para sopir sekaligus menyampaikan imbauan mengenai keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Kemacetan yang terjadi membuat sejumlah sopir harus menunggu dalam waktu lama sebelum dapat masuk ke kawasan pelabuhan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Satlantas Polresta Banyuwangi yang sehari-hari berada di lapangan untuk mengatur arus dan mengurai kepadatan.
Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady mengatakan, bantuan sembako tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban para sopir yang terdampak antrean kendaraan.
“Dengan adanya kepedulian para personel ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang lebih baik antara kepolisian dan para sopir truk sebagai mitra dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lalu lintas,” katanya.
Sembako Jadi Jembatan Komunikasi
Pembagian bantuan juga dimanfaatkan polisi untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para pengemudi.
Dalam kondisi lalu lintas padat, informasi dari pengguna jalan menjadi penting bagi petugas untuk mengetahui situasi terbaru di lapangan. Karena itu, polisi mendorong para sopir tidak ragu menyampaikan kendala maupun perkembangan kondisi arus kendaraan.
Menurut Krisna, kegiatan tersebut sekaligus diisi sosialisasi mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Para pengemudi diminta tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara, meski berada dalam situasi antrean panjang dan perjalanan yang lebih lama dari biasanya.
“Dengan kegiatan ini, tentunya kami berharap dapat tercipta komunikasi yang lebih aktif. Sehingga para sopir dapat menyampaikan kendala maupun informasi terkait situasi lalu lintas di lapangan,” ungkapnya.
Komunikasi tersebut dinilai penting karena penguraian kemacetan membutuhkan kerja sama antara petugas dan pengguna jalan. Kepatuhan pengemudi terhadap arahan petugas menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga arus tetap aman dan tertib.
Polisi Dorong Lalu Lintas Tetap Aman
Krisna menegaskan, menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar bukan hanya menjadi tugas kepolisian. Pengguna jalan juga memiliki peran dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Karena itu, komunikasi dengan sopir truk terus dibangun, terutama ketika terjadi kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Selain membantu memenuhi kebutuhan para pengemudi selama menunggu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi polisi untuk menyampaikan pesan keselamatan secara langsung.
“Hal ini juga untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui kegiatan pelayanan dan kepedulian sosial yang humanis,” pungkasnya.
Di tengah antrean kendaraan yang belum sepenuhnya terurai, ratusan paket sembako tersebut menjadi bentuk perhatian kepada para sopir yang harus bertahan dalam perjalanan panjang. Pada saat yang sama, polisi berupaya menjadikan situasi kemacetan sebagai ruang komunikasi agar pengemudi dan petugas dapat bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin